Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 140


__ADS_3

David dan Yumna sudah bersiap-siap untuk menjenguk Angel di rumah sakit. Mereka pun turun ke bawah.


"Pah, mau ikut aku nggak?" tanya Yumna pada Indra.


"Emang kalian mau ke mana?" Bukannya menjawab Indra malah kembali bertanya.


"Aku mau jengukin Mbak Angel, Pah, mau ikut nggak?" jawab Yumna.


"Nggak deh, Papah, mau ketemu sama temen Papah," tolak Indra.


"Yaudah deh, kalau gitu aku sama Mas David, pergi dulu ya Pah." Yumna berpamitan pada Indra.


Lalu, mereka pun berjalan keluar, saat mereka ingin menaiki mobil. Adit datang sambil menenteng makanan.


David dan Yumna mengkerutkan kening bingung, karena David tidak meminta Adit untuk datang ke rumahnya pagi ini.


"Dit, ada apa?" tanya David.


"Nggak ada apa-apa kok, gua cuma pingin kasih ini ke---." Adit menjawab dengan sedikit malu-malu.


Bahkan dia tidak melanjutkan ucapannya, David tersenyum melihat wajah Adit yang pipinya memerah karena malu.


"Nayla, ada di dalam kok kamu masuk aja Mas!" Yumna mempersilakan Adit untuk masuk karena dia tau jika Adit ingin menemui Nayla.


"Iya makasih, ngomong-ngomong kalian mau ke mana?" tanya Adit.

__ADS_1


"Yumna, ngajak gua ke rumah sakit, nengokin Angel, katanya sih dia udah sadar, yaudah kita berangkat dulu ya, jangan lama-lama pacarannya," jawab dan pesan David, Adit hanya mengangguk.


David pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit. "Sayang, aku bersyukur banget kita kembali dipertemukan lagi seperti sekarang. Coba kalau kita nggak bertemu lagi, aku nggak tau akan jadi apa tanpamu," tutur David sambil menggenggam tangan Yumna.


"Jangan gombal Mas, masih pagi," ujar Yumna.


"Kok nggak percaya sih, aku serius tau. Bukan gombal, apa kamu masih butuh bukti?"


"Hahaha, nggak Mas, aku percaya kok, aku cuma bercanda aja," jawab Yumna.


Lalu, mereka pun berbincang panjang lebar selama perjalanan, hingga sampai di rumah sakit tempat Angel di rawat.


Yumna turun lebih dulu dan untuk membeli buah-buahan yang ada di depan rumah sakit tersebut, sedangkan David menunggu di parkiran.


Tak butuh waktu lama Yumna sudah kembali sambil menenteng, dua plastik besar, satu berisi buah-buahan, satu lagi berisi roti serta susu.


"Nggak apa-apa Mas, biar Mbak Angel, cepat sembuh, ayok Mas." Yumna langsung menarik lengan David.


Sesampainya di depan ruangan Angel. "Assalamualaikum," sapa Yumna.


"Walaikumsalam," jawab Angel dan Bayu bersamaan.


"Yumna, David, kalian udah sampe aja cepet banget," ucap Angel.


"Iya, setelah denger kabar Mbak Angel, sadar aku langsung ajak Mas David, ke sini. Gimana kabarnya Mbak? Ada yang masih sakit?" Yumna bertanya pada Angel sambil meletakkan kedua plastik itu di atas nakas yang ada didekat Angel.

__ADS_1


"Udah mendingan sih, cuma masih sakit dikit," jawab Angel.


"Kamu bawa apa Yumna? banyak banget." Bayu membuka bingkisan yang Yumna bawa.


"Itu buah-buahan dan roti buat Mbak Angel, dimakan ya Mbak," jawab Yumna.


"Ya ampun, jangan repot-repot Yumna, kamu dateng aja aku udah seneng banget," kata Angel.


"Nggak apa-apa Mbak, biar cepat sembuh."


"Yumna, Dav, aku minta maaf ya atas semua yang udah aku lakukan kemaren." Angel meminta maaf pada David dan Yumna.


"Sumpah, sebenarnya aku nggak ada niatan nyakitin kalian, aku hanya ingin---."


"Udah nggak apa-apa, Ngel, aku udah maafin kamu kok, karena kita ini kan saudara. Kita mulai semuanya dari awal ya," potong David membuat mata Angel berkaca-kaca.


Dia tidak percaya dengan yang dia dengar, David menganggapnya saudara? Entah kenapa Angel merasa bahagia.


Dia tersenyum kemudian menitikkan air mata. "Hey, kenapa nangis?" David menghapus air mata Angel dengan lembut.


"Jangan nangis ya, kamu udah kaya adik dimata aku. Jadi, aku nggak suka liat kamu nangis," ujar David membuat Angel semakin tersedu-sedu.


Dia memeluk tubuh David dan David pun menerimanya, sedangkan Yumna dan Bayu tersenyum melihat sisi baik Angel.


Angel sebenarnya tidak jahat, hanya saja dia kesepian. Dia butuh teman cinta, dan keluarga.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2