Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Nia dan Fathan


__ADS_3

👋Hallo semuanya, apa kabar? Semoga semuanya baik ya, aamiin! 🙏


Aku jelaskan dulu ya sebelum baca, ini semua murni hasil haluan aku. Kalau ada kesamaan, nama tokoh alamat dan lain-lain itu hanya kebetulan dan tanpa kesengajaan.


Ok sekian dan terima gaji.


SELAMAT MEMBACA


Nia menatap sendu ke arah luar jendela, melihat pohon yang disirami air hujan, dan bergerak ke kanan dan ke kiri karena tertutup oleh angin.


Nia kembali menitikkan air mata kala mengingat pernikahannya dengan orang yang sangat dia cintai sudah berakhir. Bahkan kedua orang tuanya pun marah dan tidak ingin melihatnya lagi, dan sekarang Nia harus tinggal bersama orang asing.


Sebetulnya bukan orang asing, karena Fathan adalah ayah dari calon anaknya, tapi karena Nia tidak menyukai Fathan, maka dia menganggap jika Fathan adalah orang asing.


"Kamu ngapain di sana? mana jendelanya dibuka lagi," ucap Fathan seraya membawakan satu gelas susu hangat dan beberapa cemilan.


Fathan berjalan mendekat ke arah Nia, kemudian menutup jendela yang ada di depannya itu.


Nia melirik tidak suka pada Fathan. "Banyak angin, dan angin nggak baik buat kesehatan," ucap Fathan. Namun, Nia diam saja.

__ADS_1


"Ini minum dan makan cemilannya!" Fathan menyodorkan nampan yang tadi dia bawa.


Nia menepis nampan tersebut hingga semuanya jatuh dan berserakan di lantai. "Udah aku bilang jangan sok perhatian sama aku! kamu yang udah hancurin aku, jadi jangan sekali-kali pingin terlihat baik di mata aku, karena nggak akan pernah mempan. Di mataku kamu adalah benalu," bentak Nia.


Fathan berjongkok dan memunguti pecahan gelas yang berserakan di lantai, ini bukan kali pertamanya Nia seperti ini.


Sejak pertama kalinya Nia dibawa ke rumah Fathan, dia sudah melakukan ini sebanyak enam kali. Namun, Fathan tetap membawakan kembali makanan atau apa pun itu untuk Nia. Agar Nia dan kandungannya baik-baik saja.


Fathan pun memaklumi semua perlakuan Nia, sebab Nia masih sangat terpukul atas apa yang telah terjadi.


Nia memperhatikan Fathan dengan saksama, laki-laki itu selalu saja diam saat dia berontak. Bahkan laki-laki itu selalu membersihkan sendiri lantai yang kotor dan selalu memastikan jika tidak ada lagi pecahan beling di sana.


"Aku ambilin lagi makanan yang lain ya!" Fathan pun bangkit sambil membawa nampan yang penuh dengan pecahan beling.


Fathan membalikan tubuhnya dan meletakan nampan itu ke atas kasur, dan berjalan mendekat ke arah Nia.


Melihat Fathan yang berjalan mendekat ke arahnya Nia pun bergerak mundur.


"Kamu mau aku jawab?" Fathan menatap wajah Nia dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Satu, aku nggak pernah lakuin hal salah, semua yang terjadi itu memang yang seharusnya terjadi. Dua, kalau bukan aku yang bawa kamu ke sini, terus kamu mau tinggal di mana? Tiga, aku cuma pingin kamu dan anak kita," tutur Fathan.


Ketika wajah mereka sangat dekat, Nia melihat ketulusan, dan sesuatu yang besar dari mata itu. Namun, buru-buru Nia menggeleng dan memalingkan wajahnya dari Fathan.


"Duduk dan diam di atas kasur, biar aku ambilin makanan yang lain!" titah Fathan dengan tajam pada Nia, dan tiba-tiba saja Nia pun mengikuti perintah Fathan.


Nia duduk di tepian kasur. "Anak pinter." Fathan menepuk-nepuk puncak kepala Nia sambil tersenyum sangat manis.


Lalu, dia pun berlalu menuju dapur mengambilkan makanan untuk Nia dan calon anak mereka.


Tak berselang lama Fathan pun sudah kembali dengan segelas susu hangat dan cemilan yang baru. "Ini jangan lupa di makan! aku ada tugas sebentar dari Pak Bayu," ucap Fathan sambil meletakkan makanan tersebut ke atas kasur.


Kali ini Nia tidak berulah, dia hanya diam saja sambil melirik Fathan.


Tatapan mata itu terkadang terlihat sangat tulus dan baik, tapi terkadang juga sangat menyeramkan untuk Nia.


BERSAMBUNG...


Nah udah selesai bacanya kan? Jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏

__ADS_1


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga monggo dengan senang hati aku menerimanya 😂


Dadah sampai ketemu lagi di cerita selanjutnya👋


__ADS_2