Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Ada apa dengan David.


__ADS_3

"Mah, lalu pernikahan Kaka ipar dan, Mas David bagaimana?" tanya Brian tiba-tiba membuat Yumna menoleh ke arah mereka.


Yumna baru teringat kalau lusa adalah hari pernikahannya dengan David.


"Pernikahan akan tetap berjalan, hanya saja diundur sampai, Masmu sembuh," jawab Ajeng.


"Kamu nggak keberatan kan, Yumna?" Ajeng bertanya pada Yumna, lalu dijawab senyuman dan gelengan dari Yumna.


"Tapi, semuanya sudah dipersiapkan?" tanya Brian lagi, Ajeng menghela napas dan membuangnya kasar.


"Kamu bawel banget sih, itu kan urusan Mamah, sekarang yang terpenting adalah, Masmu sembuh dulu," bentak Ajeng. Brian hanya mengangguk sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Panji, Indra dan Yumna terkekeh melihat Brian di bentak oleh Ajeng, Brian memang terkadang sangat bawel. Berbeda dengan David yang pendiam tapi sangat hangat itu.


"Mah, kita pulang yuk!" ajak Panji.


"Tapi, Mamah masih mau disini, Pah," tolak Ajeng.


"Disini kan udah ada, Yumna. Kita pulang dulu, besok pagi kesini lagi. Lagi pula kalau David sampai tau Mamah seperti ini dia akan marah." Panji merayu Ajeng agar mau diajak pulang, bagaimanpun kondisi Ajeng dan Panji tak lagi muda. Mereka butuh istirahat yang cukup agar selalu sehat.


Ajeng menoleh menatap David yang masih memejamkan matanya itu.


"Yumna, aku pulang dulu ya!" pamit Ajeng pada Indra, menantu dan anaknya. Yumna mengangguk sembari menyalami tangan kedua mertuanya itu.


"Pah, Mah, Iyan disini ya, mau temenin Kaka ipar." Brian meminta ijin untuk menemani Yumna disana.


"Iya, nanti kalau ada apa-apa kabari Mamah ya, Yumna, Brian," ucap Ajeng kemudian dia berjalan keluar kamar rawat inap David.


"Sayang, kalau gitu Papah juga pulang ya! besok pagi Papah kesini lagi." Indra mengusap Surau panjang anaknya.


"Hati-hati ya, Pa," ucap Yumna, Indra tersenyum.


"Yaudah kalau gitu Papah pulang dulu ya, Brian, Yumna, kalau David sadar hubungi papah." Indra berpamitan dan langsung dijawab anggukan oleh Brian dan Yumna.


Sepeninggal Indra, Brian berjalan menghampiri David dan Yumna. "Kaka ipar, kalau mau istirahat di sofa aja! biar aku jaga, Mas David disini," ucap Brian.


"Aku nggak apa-apa kok, Yan, kamu aja yang tidur di sofa, biar aku disini." Yumna menolak, karena dia ingin selalu di dekat David.


"Tapi, Ka..."

__ADS_1


"Udah, nggak apa-apa, sekarang kamu istirahat sana! ini udah malam," potong Yumna dengan tegas membuat Brian mau tidak mau mengangguk.


Brian tersenyum dan berjalan kembali ke sofa, dia merebahkan tubuhnya di sofa panjang tersebut, sedangkan Yumna dia memegang tangan David. Kemudian dia meletakkan kepalanya ditepian ranjang brankar David.


**********


Keesokan paginya.


"Eugh." Terdengar lenguhan seseorang membuat tidur Yumna terusik.


Yumna mengangkat kepalanya yang hampir semalaman dia letakkan di sebelah tubuh David.


"Air," ucap seseorang itu. Yumna menoleh pada David kemudian matanya membola sempurna, kala melihat suaminya sudah sadar.


"Mas, kamu udah sadar?" tanya Yumna dengan sangat antusias.


Brian terlonjak kaget saat mendengar suara Yumna, dia yang tadinya memunggungi kedua kakaknya itu, langsung memutar tubuhnya.


Mata Brian pun langsung membulat saat melihat kakaknya ternyata sudah sadar.


"Ya ampun, Mas." Brian langsung menghampiri David.


"Yan, aku aus," ucap David, Brian mengangguk kemudian mengambilkan air untuk david.


Namun, Yumna tidak boleh berpikir, yang tidak-tidak.


"Kaka ipar, tolong jaga, Mas, dulu ya! aku mau mengabari Mamah," ucap Brian, Yumna mengangguk lalu Brian langsung keluar untuk menelpon Mamahnya.


Sepeninggal Brian David dan Yumna tidak terlibat percakapan apapun. Sampai akhirnya Yumna yang bertanya memecah keheningan yang tercipta.


"Gimana kondisinya, Mas?" tanya Yumna.


"Baik," jawab David singkat dan tak lama Brian sudah kembali.


Brian dan David bercengkrama panjang kali lebar sedangkan Yumna hanya diam saja.


Dua puluh menit kemudian Ajeng dan Panji sampai.


Ajeng langsung memeluk David dan menciumi pipi David, dia merasa sangat bersyukur karena David sudah sadar.

__ADS_1


"Mah, David udah gede, malu," protes David membuat semua orang terkekeh.


Namun, tidak untuk Yumna, dia masih menatap David dengan tatapan bingung.


'kenapa mas David seperti tidak mengenali aku?' batin Yumna.


David menoleh pada Yumna disela-sela obrolannya dengan Ajeng dan Panji.


"Mah, dia siapa?" tanya David membuat Yumna dan semua orang yang ada disana terkejut.


"Dav, apa-apaan ini sayang?" tanya Ajeng heran.


"Dav, jangan bercanda, masa kamu nggak kenal sama Yumna?" timpal Panji.


"Namanya Yumna?" ucap David membuat buliran air mata yang sedari tadi Yumna tahan mengalir begitu saja.


Hati Yumna terasa sakit mendengar kalau David tidak mengenalinya. Yumna mundur selangkah sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


"Dia istri kamu, Yan?" tanya David membuat air mata Yumna mengalir semakin deras.


"David, jangan bercanda," bentak Ajeng.


"David, nggak bercanda, memangnya dia siapa?" jawab David.


Sungguh hati Yumna bagaikan diiris-iris mendengar jawaban David. Dia menatap David tapi yang ditatap terlihat cuek.


Brian menghampiri, Yumna, dia menguatkan Kaka iparnya itu.


"Aaaahhh." David meringis kesakitan sambil memegang kepalanya, semua yang ada disana terkejut.


Brian memanggil dokter, sedangkan Yumna langsung menghampiri David.


"Mas, kamu nggak apa-apa?" tanya Yumna khawatir.


Namun, David diam saja, dia masih meringis kesakitan.


BERSAMBUNG..


Hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏 kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰

__ADS_1


lanjut nggak KA??


kalau kalian ada vote nganggur, bantulah ngevote Yumna dan David.


__ADS_2