Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
64


__ADS_3

Di tempat tahanan.


Setelah kegiatan senam bersama di lanjutkan dengan kegiatan bersih bersih sekitar lingkungan tahanan.


Sudah dua belas hari Adam mendekam kini dirinya sudah bisa menyesuaikan diri dengan penghuni sel lainnya.


Adam lebih banyak diam dari pada banyak bicara,pikirannya masih tertuju pada putranya.


Apakah dirinya masih di akui sebagai papanya atau tidak itulah yang di pikirkan Adam.


"Dam," Seorang menepuk pundaknya.


"Pak Tomy ?" Adam hanya menyebut nama orang yang telah menepuk pundaknya.


"Hm... tidak menyangka kita bisa bertemu di sini " Tomy tersenyum sinis.


"Entah kenapa aku merasa dunia ini sangat sempit," Ucap Adam datar.


"Karena hidup adalah permainan Dam,siapa banyak uang dia lah punya kuasa" Tomy menimpali.


"Iya...saya kalah soal uang Pak Tomy" Adam menatap kosong jauh ke depan.


"Mungkin kisah kita sama hanya dengan cerita masuk yang berbeda " Ucap Tomy lagi.


"Saya di tuduh telah melakukan percobaan pembunuhan tidak berencana Pak Tomy" Adam diam sesaat.


Tomy memicingkan matanya


"Percobaan pembunuhan?" Tomy mengulang ucapan Adam.


Priit! priitt! priitt!


Seorang penjaga luar meniup peluit,


"Silakan bersihkan kaki dan tangan kalian dan masuk ke ruangan masing masing!" Himbauan dari penjaga luar.


Semuanya bergegas menuju tempat mencuci kaki dan tangan,Mereka berbaris sembari menunggu giliran.


Adam melakukan hal yang sama seperti anggota tahanan lainnya.


"Heh! jangan belagak lugu kamu! cepat cuci kaki ku!" Seorang pria berbadan kekar mengulurkan kakinya pada Adam.


"Kenapa harus aku,tidak kah kamu bisa mencuci sendiri kakinya,?" Adam acuh.


"Jadi kamu tidak mau ," Pria itu nada mengancam


Adam tidak memperdulikan pria tersebut,

__ADS_1


Bug! sebuah bogem mentah mendarat di pipi Adam.


"isssshhh, "Adam meringis meraba pipinya yang memanas.


Matanya memandang tajam pria yang memberinya bogem mentah.


"Berani sekali kamu menatapku seperti itu !" Kepalan tangan pria tersebut tertahan oleh Adam.


"Tinju ! tinju ! tinju! " Penghuni yang lain berseru.


Pria berbadan kekar menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan,menyeringai menatap Adam,


"Arrggh!" Pria berbadan kekar melayangkan kepalan tangannya,dengan cepat Adam mengelak,berkali kali pria itu melayangkan tinju tapi Adam berhasil menangkisnya.


"Serang! serang! serang!" Teriak yang lain,Pria itu semakin geram Adam selalu berhasil menangkis tanpa melakukan perlawanan.


Sepotong kayu di dekat tong di ambil pria yang sudah tersulut emosi sendiri.


Di serangnya Adam secara membabi buta


Bug! pukulan kayu mengena tangan Adam yang berusaha menangkis,darah segar mengucur,Adam meringis menahan sakit.


Bug! bug! bug! Adam sudah tidak bisa menahan emosinya lagi,Di layangkan kepalan tangannya berkali kali ke rahang pria tambun tersebut.


Hendak bangkit berdiri kembali Adam menghajarnya tubuh pria itu terhuyung jatuh ke tanah,bibirnya sudah mengeluarkan saos encer.


"Adam! Adam! Adam!" Suasana menjadi riuh seperti berada di arena tinju.


Priit ! prit! prit!


"Hentikan ! " Seorang petugas berteriak, Adam menghentikan layangan tangannya,sementara pria tambun masih dalam posisi telungkup.


Bersusah payah pria tersebut bangun,wajahnya lebam di mana mana,bibirnya membengkak,Adam mengepal tangannya yang masih mengeluarkan warna merah.


"Kalian berdua ikut kami! dan yang lain silahkan masuk ke ruangan masing masing!"


Penonton siaran live itu pun bubar,Adam dan rivalnya berjalan mengikuti petugas untuk menjelaskan penyebab terjadinya keributan.


"Pak,saya tahu kronologi awalnya,karna saya yang berada di dekat Adam" Tomy tiba tiba datang dari belakang,dia sengaja berlama lama mencuci kakinya.


"Baiklah silahkan Bapak berdiri saja di dekat mereka berdua" Petugas memberi ijin pada Tomy sebagai saksi.


"Katakan Tambun kenapa bisa terjadi keributan lagi !" Ternyata nama pria tersebut memang Tambun,sesuai dengan badannya.


Tambun sudah di kenal suka membuat ulah jika ada penghuni yang baru,Tambun sendiri masuk ke sel dengan kasus pembantaian secara berencana.


"Karena dia tidak mendengarkan perkataan saya Pak," Tambun menunjuk Adam.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan padanya Tambun!" Penjaga terus bertanya


"Saya hanya minta tolong saja Pak,tapi dia yang duluan memancing emosi saya," Tambun bersandiwara seolah dialah korbannya.


"Benar begitu Adam!" Petugas bertanya pada Adam, tangannya masih mengepal lengannya yang masih mengeluarkan cairan merah.


Penjaga yang melihatnya segera menghampiri Adam,Di bukanya kepalan tangan Adam,terlihat robekan di kulit Adam cukup lebar.


"Terkena apa sobekan di tangan kamu Adam," Adam tidak menjawab petugas tahanan mengambil kotak P³K dan membalut lengan Adam.


"Terkena kayu yang masih ada pakunya Pak" Tomy yang mewakili Adam bicara.


"Diam kau brengsek!" Tambun memaki Tomy.


Tomy pun terdiam tidak berani menatap Tambun.


"Pak Tomy jelaskan kronologinya," Petugas menatap Tambun mengisyaratkan Tambun diam.


Tomy pun menceritakan awal kejadian sampai Adam yang menghajar Tambun habis habisan.


Petugas itu mencatatnya,


"Tambun! ini adalah ke sembilan puluh sembilan kali kamu berulah selama di sini,jika sampai terjadi sekali lagi,kami harus mengirim mu ke tahanan kota !" Petugas memberikan peringatan.


"Antar kan mereka ke bilik masing masing.!" Petugas memberi titah pada bawahannya.


Adam dan tambun di masukkan satu ruangan karena dengan kasus yang sama,sedangkan tomy di bilik sebelah berbatasan tembok bata dengan Adam.


Salut! Baru kali ini ada yang berani melawan si badak Tambun dan mampu mengalahkannya,


Gumam penjaga lainnya.


Adam masuk dan bersandar di tembok yang berbatasan dengan Tomy,


"Dam....sssttt! Dam....." Tomy memanggil Adam dari seberang tembok.


"Hmmm, " Adam hanya menjawab dengan deheman saja.


"Dam, ternyata kamu orang yang sangat berani " Ucap Tomy.


Adam tidak menyahut, malas rasanya mengungkit pertarungannya barusan.


Tambun yang mendengar Tomy bicara menjadi murka,tidak terima jika dirinya di katakan kalah.


"Kau mengejekku! " Tambun memaki Tomy dari dekat Adam.


"Aku tidak mengejek mu Tambun,aku hanya mengatakan Adam hebat saja," Tomy berkilah.

__ADS_1


"Sama saja kamu mengatakan aku kalah kan! " bentak Tambun lagi.


"Diam! jangan berisik !" Seorang petugas berteriak,Tambun kembali duduk dan mengompres wajahnya dengan air.


__ADS_2