
Setelah Yumna dan David membersihkan tubuh masing-masing, mereka pun turun ke bawah untuk sarapan bersama.
Bayu yang pagi tadi di panggil oleh Indra karena ada sedikit masalah, mengkerut kan kening melihat David dan Yumna turun bersama dengan rambut yang basah.
"Papah." Arka berlari dan langsung memeluk kaki David.
David tersenyum lalu menggendong Arka.
"Arka udah makan belum?" tanya David dan Arka mengangguk.
"kalau minum obat?" Arka langsung menggeleng.
"Alka mau sama Papah," jawab Arka, David tersenyum lalu mencubit pipi Arka gemas.
"Ok, kita minum obat dulu ya! sayang, mana obatnya?" David menadahkan tangannya pada Yumna.
Yumna langsung mengambil obat Arka yang ada di Mbak Mala, dan langsung menuangkan obat itu sesuai takaran, lalu memberikannya pada David.
"Nah, sayang sekarang coba minum obatnya dulu!" titah David dan Arka langsung meminum obat tersebut.
"Anak Papah pinter banget sih." David langsung mencium pipi gembul Arka.
Indra tersenyum melihat David dan Yumna bisa seperti sekarang, dia sangat berharap mereka bisa rujuk kembali.
Apa lagi Indra tau jika Yumna hanyalah salah paham.
Tanpa mereka tau, kalau Bayu merasa sangat kesal melihat kebersamaan David dan Yumna. Dia mengepalkan tangannya di bawah meja.
"Dav, sarapan dulu Nak! sini bareng-bareng." Indra menawari David untuk sarapan bersama.
"Terima kasih Om, David langsung pulang aja," tolak David, sebenarnya dia sangat sarapan bersama istri dan anaknya. Namun saat Yumna mandi tadi, dia mendapat telpon dari Brian kalau Omah Ratih kembali sakit.
"Jangan panggil Om dong! kamu kan menantu di rumah ini," ucap Indra membuat Bayu tersedak nasi yang dia makan.
Sedangkan David mengkerutkan kening sambil menatap tajam Bayu.
"Uhuk uhuk."
"Minum Mas!" Yumna menyodorkan segelas air putih pada Bayu.
Bayu menerimanya lalu meminum air itu sampai habis.
"Mas nggak apa-apa?" tanya Yumna.
"Nggak apa-apa, makasih ya," jawab Bayu, Yumna tersenyum sebagai jawaban.
"Iya Pah, kalau gitu David pulang dulu ya," pamit David.
"Papah mau ke mana?" tanya Arka sambil mengerucutkan bibirnya saat mendengar David ingin pergi.
__ADS_1
"Papah mau pulang dulu ya sayang, nanti Papah kesini lagi, ok." Arka langsung mengalungkan tangannya ke leher David dan menggeleng.
"Papah sini aja," ucap Arka dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang, nanti Papah ke sini lagi ya." David masih mencoba membujuk Arka, tapi Arka masih menggeleng.
"Alka ikut Papah," rengek Arka.
"Sayang, Arka nggak boleh kaya gitu dong, Papah kan udah bilang kalau nanti kembali." Yumna hendak mengambil Arka dari gendongan David, tapi Arka semakin mengencangkan pegangannya di leher David.
"Yumna apa Arka boleh ku bawa ke rumah?" tanya David, dia tidak tega melihat Arka yang merengek tidak ingin di tinggal.
"Nggak." Yumna menolak dengan tegas.
"Kenapa nggak boleh?" tanya David.
"Karena dia anakku," ketus Yumna.
"Dia bukan cuma anak kamu, dia juga anakku," kesal David karena Yumna seperti tidak mengijinkan dia dekat dengan Arka.
Sedangkan selama ini David sudah menahan rindu pada Yumna dan Arka.
"Tapi---"
"Benar kata David Yumna, Arka anak kalian. Arka berhak tau keluarga besar dari kalian berdua." Indra menengahi perdebatan antara Yumna dan David.
Yumna berpikir sejenak, dia menoleh pada Arka yang masih memeluk leher David erat. Melihat Arka seperti itu Yumna merasa tidak tega, dan mau tidak mau dia menyetujui.
"Yey." seolah mengerti Arka langsung bersorak kegirangan.
"Kalau gitu kita sarapan dulu yuk Mas! baru kita ke Rumah Mas," ajak Yumna sembari mendudukkan dirinya di kursi makan diikuti oleh David.
Mereka pun sarapan bersama dalam diam. Namun, beberapa kali Bayu menoleh pada Yumna dan hatinya teriris, saat melihat tanda kepemilikan di leher jenjang Yumna.
'apa mereka sudah melakukan hubungan suami istri lagi? tapi Yumna bilang dia tidak ingin kembali bersama David,' batin Bayu. Dia menatap Yumna dan David bergantian sambil mengepalkan tangannya.
Setelah selesai sarapan, David dan Yumna pergi ke kediaman keluarga Wijaya.
"Kita mampir ke apartemen aku dulu ya! aku mau ganti baju, soalnya di rumah Wijaya udah nggak ada baju aku." David menjelaskan dengan mata yang fokus pada jalanan.
"Memangnya Mas udah nggak tinggal di rumah Keluarga Wijaya?" tanya Yumna.
"Setelah keluar dari Rumah Sakit dan kamu pergi, aku udah nggak tinggal di sana," jawab David.
"Kenapa?" Yumna merasa bingung. David menoleh pada Yumna dan tersenyum tipis.
"Itu semua karena kamu, dan karena aku kecewa sama Mamah," ujar David.
"Maksudnya? kenapa jadi Mamah?" Yumna semakin merasa bingung tapi David hanya tersenyum manis padanya.
__ADS_1
Membuat hati Yumna menghangat.
Lima belas menit kemudian mereka sampai di apartemen milik David.
Mereka turun bersama, David menggendong Arka dengan satu tangan menggenggam tangan Yumna.
"Ayok masuk!" David mempersilahkan Yumna masuk.
Yumna mengedarkan pandangannya memperhatikan dengan saksama apartemen yang David tempati itu.
Hati Yumna tersentuh saat melihat fotonya terpampang di ruang tamu, tapi Yumna juga merasa miris melihat banyaknya botol minuman ke*ras disana.
"Duduk! aku mau ganti baju dulu ya, sebentar aja kok." David mendudukkan Arka di sofa ruang tamu.
Lalu dia melenggang masuk ke kamar.
Yumna mendudukkan dirinya di sofa sebelah Arka, tangan Yumna terulur mengambil bingkai foto yang ada di meja sebelah Arka.
"Ini Mamah, ini Papah," ucap Arka saat Yumna melihat foto di bingkai itu.
Yumna tersenyum dan mencubit pipi Arka, di umur yang masih dua tahun tiga bulan Arka memang bisa di bilang sangat pintar dan cerewet.
"Ayok!!" ajak David yang baru saja keluar dari kamarnya, Yumna memperhatikan David dari atas sampai bawah.
Dia terlihat sangat tampan walaupun hanya memakai kaos hitam dan jeans seperti ini.
"Udah dong liatinnya, nanti kalau kamu semakin naksir sama aku gimana?" ledek David, Yumna terkesiap dan langsung mendengus kesal mendengar ucapan David.
"Jangan Geer, aku nggak liatin kamu kok," ketus Yumna, David terkekeh melihat tingkah Yumna yang pura-pura seperti ini.
"Ayok sayang, kita kerumah omah dan opah!" David langsung menggendong Arka, sedangkan Yumna membawa tas berisi pakaian dan perlengkapan Arka yang lain.
"Tadi udah," protes Arka, membuat David dan Yumna tertawa.
"Omah dan opah Arka kan ada banyak," ujar David.
"Ok," jawab Arka dengan polosnya membuat David mencubit hidungnya.
David mengemudikan mobilnya sambil bercengkrama dengan Arka, sedangkan Yumna hanya diam memperhatikan Keduanya.
Sebenarnya hati Yumna menghangat melihat David dan Arka seperti sekarang, tapi terkadang dia masih takut untuk kembali bersama David.
'apa pilihanku ini sudah benar?' batin Yumna.
BERSAMBUNG...
hai ka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga Monggo 😂 dengan senang hati aku menerimanya 😂
__ADS_1