Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
44


__ADS_3

Siska mendatangi rumah Adam dia sudah tidak peduli dengan resiko yang akan terjadi.


Yang terpenting baginya bisa menikah dengan Adam demi anak dari benih orang lain.


Sampai di depan rumah Adam siska memencet bel terlihat seorang wanita muda keluar dari rumah.


"Mau cari siapa Bu...?"


Wanita itu bertanya dengan sopan


Siska memandangi wanita itu pakaiannya biasa saja wajahnya juga tidak di poles dengan make up tapi tidak mengurangi kecantikannya.


"saya mau cari yang punya rumah ini,saya ada perlu penting dan mendesak"


Siska bicara dengan nada sedikit judes


"oh...pak Adam sedang tidak ada di rumah,kalau bu Lia sudah pulang ke rumah orang tuanya"


Wanita muda yang biasa mengasuh Al itu menjelaskan dengan siska,pucuk di cinta ulam pun tiba itulah yang di benak siska.


Meraih cintanya tanpa ada penghalang di antara mereka


"Kalau kamu ngapain di sini "


Tanya siska dengan tatapan curiga dengan wanita yang berada di rumah Adam.


"Saya ke sini cuma mau ambil beberapa pakaian saya yang tertinggal di sini bu,karna saya sudah tidak bekerja di sini lagi, kalau pembantu rumah sini lagi ada di dapur"

__ADS_1


Siska bernapas lega kini dirinya bisa menguasai Adam seutuhnya.


Sudah terbayangkan di benak siska menjadi seorang nyonya di rumah Adam bisa tidur dan bangun sesuka hati,tidak perlu lagi pergi ke dapur cukup di rumah saja dan melayani suami di ranjang.


Deringan handphone membuyarkan khayalannya


[halo sayang .... bagaimana rencana kita apakah berhasil..?]


["apa yang membuatmu ragu dengan rencana ku? sekarang kamu lihat bagaimana si tua bangka Tomy mendekam di tahanan,"]


Siska tersenyum licik saat bicara dengan seseorang melalui telepon


[ha..ha..ha..! aku tahu kamu akan melakukan apa saja demi mendapatkan semua yang kamu inginkan ]


["sekarang kirimkan bagian ku !]


[tentu saja... aku akan datang jam tujuh malam ini ]


Siska mengakhiri panggilan suara dengan seseorang,tanpa siska ketahui dari tadi ada orang yang memperhatikan gerak geriknya.


"siapa perempuan itu... apa maksud dari pembicaraannya ?"


Pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah adam merasa ada yang ganjil dari pembicaraan yang di dengarnya.


*


Jam tujuh malam Siska sudah berada di sebuah hotel dia mengetuk pintu kamar di mana seseorang telah menunggunya.

__ADS_1


Pintu kamar pun terbuka siska masuk melangkah dengan gemulai menuju seorang pria yang sedang berdiri membelakanginya.


Pintu kamar hotel kembali tertutup secara otomatis pria itu membalikkan badannya.


"Selamat bertemu kembali siska ... hotel ini sudah lama tidak kita kunjungi "


Pria itu menatap siska yang duduk di sofa kakinya sengaja di silangkan pahanya yang mulus di biarkan terbuka.


"aku tidak yakin kalau kamu membiarkan kamar hotel ini menjadi sepi, bukankah kamu sudah sering ke sini sebelumnya ?"


Siska bangkit berdiri menghampiri pria yang berperawakan tinggi dan kekar, di sandarkan kepalanya di dada pria itu.


Tangannya sengaja meraba dada milik pria tersebut


"Rupanya kamu sudah sangat merindukanku siska...."


Pria itu meraih badan siska dan sengaja menjatuhkan siska ke tempat tidur,siska terpental dengan posisi telentang.


Pria itu mendekati siska di dekatkan wajahnya ke wajah siska yang menatapnya heran,


"aku hanya ingin meyakinkan apakah perutmu ini palsu atau asli..."


Pria itu membuka baju siska dengan kasar.


"Sakit Rudi!"


Siska merasa badannya perih akibat gesekan baju yang tarik Rudi secara kasar.

__ADS_1


__ADS_2