Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Malam pertama (make love)


__ADS_3

Hari sudah malam, matahari pun sudah berganti posisi dengan bulan. Namun, kondisi di rumah Bayu masih sangat ramai, dan hal itu membuat Arka menggerutu sejak sore tadi.


Padahal keluarga David dan Bayu hanya mengundang beberapa kolega dan teman saja. Tidak sebanyak undangan orang-orang lainnya. Namun, sampai sekarang masih saja banyak yang datang.


Padahal keluarga Arka juga sudah pada pulang, seperti Alexa, Yumna, Indra, David, juga Brian dan Diana. Kecuali Yuda dan Neil.


Mereka masih di sana untuk mengganggu Arka agar tidak melakukan malam pertama.


"Bisa nggak sih kita suruh mereka pulang!" gerutu Arka.


"Kenapa gitu?" tanya Ayarra tidak mengerti.


"Aku pingin cepet makan kamu," jawab Arka dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Oh, kamu laper? mau aku ambilin makan?" Ayarra ingin mengambilkan makanan untuk Arka.


"Bukan itu sayang, ih kamu mah nggak peka," omel Arka.


Yuda yang sedari tadi ternyata mendengarkan percakapan Ayarra dan Arka, karena dia duduk tidak jauh dari keduanya. Yuda tertawa hingga terbahak-bahak, membuat Ayarra mengkerutkan kening.


"Kasian banget kamu Bang, karena istrinya nggak peka." Yuda menggoda Arka.


Arka hanya mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya, sedangkan Ayarra terlihat bingung karena Yuda dan Arka mengakatainya tidak peka.


______________________________________________


Satu jam kemudian, saat semua tamu undangan sudah pada pulang dan rumah sudah nampak sepi. Arka pun pamit untuk pergi ke kamar sambil menggenggam tangan Ayarra, berniat untuk melakukan apa yang sudah dia impikan sejak tadi pagi.


Akan tetapi, saat Arka hendak membawa Ayarra, Bayu meminta Ayarra untuk tetap tinggal. Sebab ada yang ingin bertemu dengan Ayarra. (Itu hanya alasan Bayu saja, faktanya tidak ada yang ingin bertemu dengan Ayarra, dia hanya ingin mengerjai Arka.)


"Yaudah kalau gitu aku ke kamar duluan ya, mau mandi. Nanti setelah mandi, aku turun lagi," pamit Arka dengan lesu, kemudian pergi dari sana menuju ke kamar Ayarra.


Setelah Arka pergi Yuda, Angel, Bayu dan orang-orang yang ada di sana tertawa, membuat Ayarra bingung. "Kalian kenapa?" tanya Ayarra.


"Arka itu lucu banget astaga," ujar Bayu.


"Mas, kasian tau, udah ah biarin Ayarra ke kamarnya," kata Angel, dia sebenarnya tidak tega melihat wajah lesu Arka tadi. Namun, dia tidak bisa menolak ide dari Yuda.


"Hahahah ... Biarin aja Tante, kalau bisa tahan Ayarra, sampai pagi." Yuda memberi usul yang lebih gila lagi.


"Dasar kamu tuh, nggak boleh gitu dong, kasian Arka," kata Angel sambil menepuk pundak Yuda, sedangkan Ayarra masih bingung.


"Yaudah kalau gitu, aku pamit pulang ya Tante, Om, Ayarra, mamah udah neleponin mulu," pamit Yuda sambil menyalami tangan Bayu dan Angel.


"Iya hati-hati ya sayang, jangan ngebut-ngebut!" pesan Angel.


Setelah Yuda pergi, Angel pun meminta Ayarra untuk ke kamarnya. "Udah sana ke kamar kamu sayang, istirahat! kamu pasti capek banget," kata Angel.


"Lho, tadi kata Mamah, ada yang mau ketemu aku," bingung Ayarra.

__ADS_1


"Nggak ada, Papah cuma bercanda," jawab Angel dan Ayarra pun mengangguk. Dia pergi menaiki tangga menuju kamarnya.


***


Arka yang sudah selesai mandi dan sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur, terkejut saat mendengar pintu kamar terbuka. Dia langsung bangkit dari dan duduk.


"Lho sayang, tamu yang mau ketemu kamu udah dateng?" tanya Arka, ada perasaan senang juga deg-degan yang dia rasakan.


"Nggak ada, Papah cuma bercanda katanya," jawab Ayarra sambil mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu.


"Astaga, papah mertua gua gitu amat sih," batin Arka.


"Kamu mau ke mana?" Arka kembali bertanya, pasalnya dia sudah tidak sabar.


"Aku mau mandilah, lengket banget badan aku. Apa kamu udah mandi?"


"Hmm ... Tadi aku langsung mandi, yaudah sana mandi! jangan lama-lama ya!" pesan Arka. Ayarra hanya menggelengkan kepalanya.


***


20 menit kemudian Ayarra pun sudah ke luar dari dalam kamar mandi, dia keluar dengan memakai kimono berwarna pink.


Arka, benar-benar dibuat terpesona oleh Ayarra yang sudah berganti pakaian dengan kimono warna pink. Arka menghampiri Ayarra, dan tiba-tiba saja Ayarra merasa malu saat berhadapan dengan Arka malam ini.


Arka mengecup lembut kening Ayarra, dan. Arka pun melingkarkan tangannya di pinggang Ayarra. Lalu, Arka mengusap perlahan punggung Ayarra yang sekarang sudah menjadi istrinya itu.


Lalu, Arka mengecup hidung, mata, pipi kanan dan kiri, dan dagu, kemudian yang terakhir adalah bibir Ayarra.


Napas keduanya terlihat memburu, tangan Arka bergerak ke bawah mencari tali kimono yang Ayarra pakai.


Setelah ketemu, Arka membuka tali kimono itu. Ketika berhasil Arka lepaskan kimono tersebut merosot jatuh ke lantai, dan nampaklah pemandangan yang sangat indah yang sering Arka bayangkan selama ini.


Payu ... dhara yang indah dan sangat mulus itu kini terpampang jelas di hadapan Arka. Arka tersenyum melihat semua itu, sedangkan Ayarra sudah tersipu malu-malu.


Arka menggendong bridal Ayarra dan merebahkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati ke kasur, kemudian Arka langsung menaikinya.


Lalu, Arka kembali m e l u m a t bibir ranum itu. Manis, satu kata yang bisa menggambarkan bibir Ayarra yang sangat memabukkan itu.


C i u m a n yang semula lembut kini berubah menjadi kasar dan menuntut. Lalu, C i u m a n Arka turun ke leher m e n y e s a p kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan di leher jenjang itu, sambil mere__mas, p a y udara padat milik Ayarra, kemudian dia meng__.isap dan menji l a t i p u t i ngnya membuat sang empunya men d e s a h.


Refleks Ayarra menekan kepala Arka agar memperdalam kulu—.mannya. Arka tersenyum di sela-sela kulu—.mannya itu.


"Eugh...." Ayarra me l e n g u h Membuat Arka semakin gencar menjelajahi tubuh mungilnya.


Arka mengecup dan menji l a t i setiap inci tubuh Ayarra tanpa ada yang terlewat, dan kini Arka menjilat area perut rata Ayarra dan turun ke pangkal pa ... hanya.


Tangannya mengusap v _ a _ g _ i _ n _ a Ayarra yang sudah basah akibat perbuatannya. Spontan Arka membersihkan cairan itu tanpa tersisa menggunakan lidahnya.


Ayarra menggelinjang kuat, tubuhnya tidak bisa diam, tanpa sadar tubuh itu mengikuti tempo permainan lidah Arka.

__ADS_1


Saat di rasa sudah cukup bermain di area bawah Arka kembali m ... e ... l ... u ... m ... a ... t t dan menye ___ sap bibir Ayarra sambil membuka celananya yang sudah sangat sesak karena adiknya sudah bangun dan berdiri tegak minta dikeluarkan.


Arka mengarahkan adiknya ke dalam lubang k e n i k m a t a n Ayarra. "Sayang, kita mulai sekarang ya!" Sebelum memulai Arka meminta ijin pada Ayarra.


Ayarra hanya mengangguk sebagai jawaban, melihat jawaban Ayarra, kemudian Arka meminta Ayarra untuk melebarkan kedua kakinya.


Ayarra pun menjalankan titah dari Arka yang sekarang sudah menjadi suaminya itu. Ia membuka lebar kedua kakinya ke sisi kiri dan kanan.


Perlahan tapi pasti, Arka memasukkan adiknya itu ke bibir liang kenikmatan itu. Lalu Arka menekan secara pelan pen—snya ke dalam liang kenikmatan yang sudah sangat licin itu.


Perlahan tapi pasti, pen—s Arka meluncur masuk ke dalam v... a...gi... n...a Ayarra, dan dinding vag—na itu mencengkram lembut di sertai denyutan pelan di dalam sana pada pe__nis Arka.


Hingga...


Blash...


Adik Arka sudah benar-benar masuk memenuhi rongga dalam liang kenikmatan Ayarra. Ayarra sempat merintih sakit dan itu membuat Arka terdiam.


"Sakit?" tanya Arka dan Ayarra mengangguk, kemudian terasa ada cairan berwarna merah mengalir.


"Berhenti aja kalau sakit," ujar Arka karena dia tidak tega melihat buliran air mata menetes dari pelupuk mata Ayarra juga dengan darah yang keluar.


Ayarra menggeleng, masih dengan mata terpejam. Mungkin dia masih merasakan perih dan panas di bawah sana.


Melihat itu Arka tidak tega, dia hendak melepaskan adiknya dari bawah sana. Namun, Ayarra menahan pinggangnya. "Nggak apa-apa Ar, ini udah kodrat wanita," ucap Ayarra. Mendengar itu Arka langsung mencium kedua mata Ayarra, berharap bisa mengurangi sedikit rasa nyerinya.


Lalu, Arka pun mulai bergoyang dengan tempo pelan dan sangat hati-hati, pen—s Arka benar-benar memenuhi vag_na Ayarra hingga mentok.


Membuat rasa perih yang tadi Ayarra rasakan berubah menjadi nikmat. Ayarra pun dengan berani menarik tengkuk Arka, dan m e l u m a t bibir itu sebentar.


“Ahhhhh...." Ayarra menengadahkan kepalanya ke atas, merasakan kenikmatan yang mulai dia rasakan.


Penyatuan dua kela ... min mereka berdua, benar-benar melambungkan diri Ayarra dan Arka hingga melayang ke ruang tak bertepi.


"Aaaaahhhh." Ayarra men d e s a h saat Arka menekan adiknya, kemudian kembali menggoyangkan pinggulnya.


Mendengar suara desa h a n Ayarra yang seksi, membuat Arka semakin dilanda gairyah, dia mere m a s pay___udara Ayarra, kemudian men j i l a t dan meng ... isap pu t i n g tersebut sambil terus menggerakan pinggulnya dengan tempo yang sedikit lebih cepat.


Suara desa__han demi desa__han yang saling bersahutan memenuhi ruangan. Dinginnya udara malam ini terkalahkan oleh panasnya dari dua insan yang sedang berbagi kenikmatan.


"Ar, ada yang mau keluar."


"Keluarin aja sayang." Arka menggerakkan pinggulnya lebih cepat lagi, dan semakin menekan pen___snya.


"Aaaahhh." suara lengkingan dari keduanya menandakan bahwa mereka sama-sama sudah mencapai puncak kenikmatan.


Napas keduanya terlihat saling memburu, mereka saling melemparkan senyum kepuasan, Arka meraih dagu Ayarra kemudian mencium sekilas bibir ranum itu. "Terima kasih sayang," ujar Arka dengan senyum penuh kepuasan. Lalu dia merebahkan tubuhnya di samping Ayarra.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Maaf ya sayangku, review nya lama banget 😭


__ADS_2