
Saat Yumna sedang menyirami bunga-bunganya yang ada di perkarangan rumah, mobil David memasuki bagasi rumah keluarga Indra.
Yumna langsung mematikan air dan menghampiri David, dia ingin membawa Arka yang terlelap itu tapi David menolaknya.
"Nggak usah sayang! biar aku aja," tolak David saat Yumna ingin membantunya.
Lalu dengan hati-hati David menggendong Arka dan membawanya ke kamar pribadi Arka.
David merebahkan tubuh kecil Arka ke kasur dengan perlahan. "Apa dia ngerepotin kamu Mas?" tanya Yumna.
"Nggak, dia malah menghibur aku banget, sebenarnya dia pingin pulang dari tadi, tapi kerjaan aku masih banyak." David mencium pipi lalu menyelimuti tubuh mungil Arka dengan penuh cinta.
"Yumna, apa kamu punya foto-foto Arka waktu kecil?" tanya David.
"Ada Mas, di kamarku, Mas mau liat?" jawab Yumna dan David mengangguk.
"Ayo! kalau mau lihat kita ke kamarku aja Mas!" ajak Yumna lalu dia beranjak dari sana diikuti oleh David.
Sesampainya di kamar Yumna langsung membuka lemari dan mencari album foto Arka, dia mengambil lalu memberikannya pada David.
"Arka Cavero," gumam David sambil membuka album foto berwarna biru tersebut yang Yumna berikan itu.
David membuka satu persatu lembaran album itu dengan senyum yang tercetak di bibir, semua foto terlihat sangat menggemaskan di mata David.
"Tanggal dua puluh dua September?" David mengkerutkan kening lalu menoleh pada Yumna.
"Iya, dia lahir di saat kita bertengkar waktu itu," ucap Yumna.
"Tapi... bukannya waktu itu kehamilan kamu masih tiga puluh dua Minggu?" tanya David.
"Iya, dia lahir prematur, Mas, sepulang dari kantor kamu. Aku pendarahan, untungnya Mas Bayu dan Papah lewat sana. Kalau enggak, aku nggak tau apa yang akan terjadi sama aku dan Arka." Yumna menghela napas panjang dan membuangnya perlahan.
David menaruh album foto itu dan langsung merengkuh Yumna, David menciumi rambut Yumna berkali-kali.
"Maafin aku sayang, maafin aku karena tidak ada di saat kamu butuh," lirih David, Yumna tersenyum dan mengelus punggung David yang bergetar.
"Aku nggak apa-apa, Mas, yang penting semuanya baik-baik aja." Yumna menenangkan David.
David melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Yumna dengan kedua tangannya. "Kamu tau Yumna, aku juga masuk rumah sakit waktu itu. Saat kamu pergi aku jatuh pingsan," jelas David.
"Mas sakit? kenapa?" tanya Yumna mata mereka saling bertemu memancarkan cinta yang sama besarnya.
"Angel memakai sesuatu yang mancing ha*srat aku, saat aku sadar ada yang aneh, aku mau usir dia tapi dia malah narik aku dan kamu datang. Setelah kamu pergi aku nggak sadarkan diri," terang David, Yumna membelalakkan matanya karena terkejut.
Yumna pikir David dan Angel saat itu melakukan apa yang dia lihat.
"Kenapa? kamu masih nggak percaya?"
"Enggak, bukan gitu, aku pikir..."
"Kamu pikir apa? kamu pikir aku dan Angel melakukannya? kamu pikir aku selingkuh begitu?" potong David tapi dengan nada pelan.
Yumna menunduk tidak ingin menatap wajah David, dia merasa sangat bodoh sudah berpikir yang buruk pada suaminya.
__ADS_1
"Sayang, hei! liat mata aku!" David menarik dagu Yumna.
"Yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting sekarang kamu ada di sini. Itu udah lebih dari cukup, dan aku harap kedepannya kamu bisa percaya sama aku sepenuhnya," tutur David. Yumna hanya mengangguk.
"Kamu udah makan belum?" tanya David, Yumna menggeleng.
"Kita makan di luar yuk! udah lama kita gak makan siang berdua," ajak David.
"Kemana?" tanya Yumna.
"Ke restoran Jepang gimana?" usul David, Yumna tersenyum dan mengangguk.
Lalu mereka pun berjalan keluar kamar bergandengan tangan sambil bercanda gurau.
Tanpa mereka tahu Mbak Mala memotret mereka lalu mengirimkan pada Tante Rani. Mbak Mala memang orang kiriman Tante Rani, dia di tugaskan untuk menjaga Arka dan memperkenalkan Arka pada David. Itulah kenapa Arka mengetahui siapa David walaupun dia tidak pernah bertemu.
Tante Rani sengaja menyuruh Mbak Mala untuk memperkenalkan David pada Arka, karena Tante Rani takut jika Yumna tidak pernah mengenalkan ayahnya.
Tante Rani melakukan itu semua hanya untuk menebus rasa bersalahnya pada Yumna dan Indra, karena sebenarnya dialah orang yang memberikan informasi palsu pada Lusi.
Hingga Lusi pergi dan tak kembali ke pelukan Indra lagi, bahkan sampai ajal menjemputnya itu semua karena perbuatan Rani.
Lusi sangat percaya pada Rani karena mereka bersahabat dari bangku SMA, jadi dia tidak butuh bukti apapun jika Rani yang memberitahu.
Alasan Tante Rani melakukan itu tentu saja karena cintanya yang terlalu dalam pada Indra. Dulu dia yang pertama kali mengenal Indra, jauh sebelum Indra mengenal Lusi. Namun, Indra tidak pernah anggap dia ada.
Indra hanya menganggap bahwa Rani adalah sahabat dari Lusi, sedangkan Indra dan Rani pernah satu kelas semasa SMP, walaupun setelah kelulusan mereka terpisah. Akan tetapi cinta Rani tidak pernah pudar sedikitpun, sampai akhirnya dia bertemu kembali dengan Indra yang statusnya pacar dari Lusi.
Rani cemburu dengan perhatian dan kelembutan Indra pada Lusi, sedangkan semasa sekolah dulu Indra cuek padanya.
Indra malah memperkenalkan Rani pada sahabatnya, dan mereka pun menikah.
Namun, pernikahan yang tidak di dasari oleh cinta maka semuanya tidak akan bertahan lama.
Sama halnya dengan pernikahan Rani dan sahabat Indra, semuanya berakhir di tahun ke dua. Rani yang saat itu sudah hancur karena perceraian, semakin merasa hancur karena melihat kebahagiaan keluarga Indra.
Kebetulan saat itu Lusi baru saja melahirkan Yumna, sedangkan Rani sudah mempunyai satu anak laki-laki berumur satu tahun. Namun, anaknya di ambil alih oleh mantan suami Rani.
Akibat rasa cemburu itulah yang membuat Rani berbuat nekad memfitnah Indra, hingga terpisah dengan anaknya hingga bertahun-tahun lamanya.
Sedangkan Rani, setelah melakukan hal keji itu, dia malah menikah dengan orang lain. Laki-laki itulah yang membuat Rani tersadar, kalau cinta tidak bisa di paksakan, baiknya Rani melupakan Indra lalu melanjutkan hidupnya.
Dan dari pernikahan kedua Rani dia memiliki anak perempuan yaitu Nayla.
Rani tersenyum melihat foto Yumna dan David, dia merasa sangat bahagia melihat foto itu.
"Semoga kalian selalu bahagia ya sayang, Tante akan melakukan apa pun yang Tante bisa demi kalian," gumam Tante Rani, dengan sedikit menitikkan air mata jika mengingat betapa hancur dan rapuhnya Lusi dulu.
__________________________________________
Sementara itu di tempat lain.
Yumna dan David sedang makan siang berdua, mereka tampak seperti anak muda yang di mabuk cinta.
__ADS_1
David selalu menggenggam tangan Yumna, dan beberapa kali David mengelap bibir Yumna yang belepotan karena makanan menggunakan ibu jarinya.
Hal itu sukses membuat orang-orang di sekitarnya merasa iri pada Yumna.
"Mas, jangan gini dong, aku kan jadi malu," protes Yumna.
"Memangnya kenapa? aku cuma lap bibir kamu yang belepotan kok," elak David.
"Aku bisa lap sendiri tau," ketus Yumna.
Triiiing triiiing
Ponsel Yumna berdering Yumna melihat siapa yang menelpon, dia melirik pada David yang sedang meminum jusnya.
"Siapa?" tanya David karena Yumna belum mengangkat telpon itu.
"Aku angkat dulu ya mas." bukannya menjawab Yumna malah bangkit dan mengangkat telponnya.
"Ya, hallo, Mas."
📞"Yumna, apa kamu bisa ke hotel xxx? aku lagi ada rapat tapi tiba-tiba saja perutku sakit, dan kepalaku pusing."
"Papah nggak sama Mas kah?"
📞"Dia sudah pulang, bagaimana Yumna?"
"Ok, tapi aku nggak bisa sekarang, sore aja bagaimana? tapi kalau Mas sudah tidak kuat, Mas berobat aja!"
📞"Tidak, aku tunggu kamu aja, biar aku istirahat aja dulu sambil menunggu."
"Ok, kalau gitu udah dulu ya mas." setelah mengatakan itu Yumna mematikan sambungan teleponnya.
Dia membalikkan tubuhnya dan matanya membola melihat David menatapnya intens, Yumna kembali mendudukkan dirinya di tempat tadi.
"Kenapa liatin aku kaya gitu mas?" tanya Yumna.
"Yang nelpon siapa?"
"Temen aku," jawab Yumna.
Sebenarnya dia tidak ingin menyembunyikan apapun dari David, tapi melihat ketidak sukaan David pada Bayu membuatnya harus berbohong.
Yumna merasa tidak enak jika David harus bertengkar dengan Bayu, karena Bayu adalah sepupunya.
Tanpa Yumna ketahui walaupun David mengangguk, tapi dia tidak mempercayai Yumna.
David akan mencari tau sendiri siapa yang menelpon Yumna, dan kenapa Yumna menyembunyikannya.
BERSAMBUNG..
hai ka 👋 kalau kalian sudah membaca tulisan cacingku ini jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏
kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga Monggo 😂 dengan senang hati aku menerimanya 😂
__ADS_1
Lanjut gak?