Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 158


__ADS_3

"Ay, aku anterin pulang aja yuk! kayanya pacar kamu juga pergi, dan kayaknya udah jauh," tawar Doni.


Ayarra menatap lurus ke depan, memang benar, Arka sudah tidak keliatan. Namun, Ayarra tetap menolak tawaran Doni.


"Aku, pulang sendiri aja deh, makasih," tolak Ayarra sambil melangkah meninggalkan Doni.


Arka yang cemburu pada Ayarra melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, hingga motor yang dia kendarai hampir saja menabrak pembatas jalan saat dia berbelok ditikungan, beruntung dia sigap dan langsung mengontrol motornya dengan baik.


Dia pun berhenti sejenak dan mengatur napasnya yang memburu karena amarah, dan saat dia sedang mengatur napas, Arka melihat Doni melewatinya seorang diri.


'bukannya tadi dia sama Ayarra? Kenapa sekarang malah sendiri?,' batin Arka, sedetik kemudian dia tersadar.


Jika, dia pasti sudah salah paham dengan kedekatan Ayarra dan Doni, Arka pun kembali menstater motornya dan berbalik arah, dia kembali ke arah di mana tadi dia lalui.


Tak selang berapa lama, dia melihat Ayarra yang sedang berjalan seorang diri sambil memeluk bunga yang tadi Arka lempar di depannya.


"Ay," panggil Arka dan berhenti tepat di depan Ayarra.


Ayarra yang memang selalu berjalan sambil menunduk langsung mendongak saat namanya dipanggil.


"Arka? kenapa balik lagi?" tanya Ayarra.


Akan tetapi, bukannya menjawab Arka malah turun dari motor dan langsung memeluknya. "Maafin aku Ay, maafin aku ya," ucap Arka.


"Maaf untuk apa?"


"Lagi-lagi aku hampir nggak percaya sama kamu, aku minta maaf ya." Arka semakin mempererat pelukannya dan Ayarra pun membalas pelukan Arka.

__ADS_1


"Aku nggak apa-apa, aku ngerti kok," kata Ayarra seraya melepaskan pelukan Arka.


"Aku cuma takut kehilangan kamu." terang Arka sambil menangkup wajah Ayarra menggunakan telapak tangannya.


Entah kenapa dia semakin takut kehilangan Ayarra, mungkin karena kejadian semalam yang membuat Arka semakin takut.


"Aku sayang kamu Ay." Arka mencium kening Ayarra sekilas membuat Ayarra tersenyum dan membalas dengan menggenggam tangan Arka.


"Kalau kamu sayang sama aku, jangan pernah kamu ragukan aku. Ok?" ujar Ayarra dan Arka mengangguk.


"Pulang sekarang?" tanya Arka.


"Iya, karena ini udah sore banget," jawab Ayarra.


Arka tersenyum dan langsung menaiki kembali motornya diikuti oleh Ayarra, kemudian mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut.


****


"Makasih ya Ka," kata Ayarra.


Arka tersenyum, sambil merapikan rambut Ayarra yang terlihat sedikit berantakan. "Sama-sama sayang, besok pagi aku jemput ya, kita berangkat bareng," ujar Arka.


"Memangnya kamu besok ngampus? katanya libur dua hari?" tanya Ayarra.


"Iya aku masih libur, tapi aku ada janji sama Yuda, jadi---"


Ucapan Arka terpotong saat mobil Bayu berhenti di depan keduanya. Bayu turun dari mobil dan tersenyum pada Arka. "Kok ngobrolnya diluar? Masuk yuk! Ini udah malam," ajak Bayu.

__ADS_1


"Nggak deh Uncle, aku cuma nganterin Ayarra, aja. Bentar lagi juga pulang kok," tolak Arka.


"Yaudah Uncle, masuk dulu ya!" Bayu langsung masuk ke dalam rumah.


"Yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya sayang, i love you." Arka pamit sambil mengucapkan kata cinta.


"Jawab dulu dong!" protes Arka seraya memakai kembali helm yang tadi sempat dia lepas.


Ayarra tersenyum. "I love you too," balas Ayarra, dan itu sukses membuat mood Arka naik.


Memang Ayarra lah hidup dan kebahagiaan Arka, sama halnya dengan David. Hidup sumber kebahagiaannya adalah Yumna.


Setelah mengacak-acak rambut Ayarra gemas Arka pun berlalu. "Tadi dirapihin rambutnya, sekarang diacak-acak, dasar jantan." Ayarra menggerutu sambil merapikan kembali rambutnya.


Akan tetapi dia sangat suka jika Arka seperti ini padanya, bukan seperti tadi pagi yang cuek dan acuh.


Ayarra ingin Arka tetap seperti ini, apa pun masalah yang tengah Arka hadapi, Ayarra ingin Arka jujur padanya.


Setelah Arka tidak lagi keliatan Ayarra pun masuk ke dalam rumahnya, tapi telepon dari Nia menghentikan langkahnya.


"Ya, hallo, ada apa Ni, aku baru aja pulang."


"Ay, kamu sibuk nggak, aku mau main ke rumah kamu ya, aku mau cerita." Suara Nia di sebrang sana terdengar sangat parau.


"Kamu kenapa? Kebetulan aku nggak sibuk kok, kalau mau ke sini silakan," jawab Ayarra.


"Makasih Ay, aku siap-siap dulu ya, bye." Setelah mengatakan itu sambungan teleponnya pun terputus.

__ADS_1


Ayarra mengkerutkan kening dan kembali melangkah masuk ke dalam rumahnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2