
Suasana di kota kecil masih pagi,Dahlia sudah membuka rukonya,Setelah butiknya laku terjual,Dahlia membeli sebuah ruko di kota yang berjarak tiga puluh meter dari rumah orang tuanya.
Setelah resmi menjanda, Dahlia tidak mau lagi larut dalam kesedihannya,dia sengaja menyibukkan diri di ruko barunya.
Apalagi di kampung Dahlia sudah tidak mampu dengan gosip miring tentangnya yang sering mendapat transfer uang dari hasil penjualan kosmetik secara online.
Belum lagi pembagian harta gono gini dari mantan suaminya.
Adam menjual mobil yang di pakai Dahlia selama Dahlia masih menjadi istrinya.
Dan uangnya Adam kirim semuanya ke rekening Dahlia.
Otomatis rekening Dahlia membengkak.
Ruko dengan dua lantai,lantai bawah di pergunakan Dahlia menjual berbagai kosmetik.
Lantai atas untuk Dahlia dan dua orang karyawannya menginap.
Dahlia pulang setiap hari sabtu untuk menjemput putranya bermalam bersamanya di ruko.
"Tik, bagaimana laporan mingguan dari hasil penjualan online kita" Tanya Dahlia pada salah seorang karyawannya yang bernama Tika.
"Minggu ini saya sedikit kewalahan kak melayani pembeli secara online,konsumen kita lebih banyak memesan secara online,Desi sampai ikut mengemas pesanan yang berskala besar" Jelas Tika.
Desi menunjukkan sebuah buku rekapan hasil penjualan online dan laporan mingguan yang berbelanja datang langsung ke toko.
Dahlia memperhatikan dengan seksama,hasilnya menunjukan grafik yang sangat signifikan.
Tring tring! tring tring! Hp Dahlia berdering,
Panggilan telpon masuk dari nomor baru.
Dahlia
[Halo selamat pagi ]
[Selamat pagi,apa benar ini Dahlia beauty ?]
Dahlia
[Ya betul]
[Saya mau pesan skincare yang mbak pasarkan secara online dengan jumlah satu box paket komplit]
[yang warna apa kak,kalau hitam untuk flek membandel,kalau pink untuk wajah glowing ,dan ungu untuk flek ringan dan jerawat pasir" ]
[Saya mau tiga warna semuanya ada,karna saya mau menjualnya kembali]
[Untuk mendapatkan harga spesial kakak bisa bergabung menjadi member kami kak,keuntungan kakak bisa mendapat diskon yang banyak,kakak juga bisa membawa teman untuk bergabung]
[Syaratnya?]
Dahlia pun menjelaskan secara detail dengan penelpon,setiap hari selalu ada yang memesan baik berskala kecil atau pun besar.
[Mohon di tf dulu ya kak,dan kirimkan alamat tujuan pengiriman,]
__ADS_1
Ting! notifikasi pemberitahuan transaksi sukses masuk ke rekening Dahlia.
(Terima kasih kak,sukses ya...sekarang kakak resmi menjadi member kami,barangnya kami packing dulu ya kak )
(Ok mbak Dahlia,)
Dahlia meletakkan hpnya di meja etalase, membalik badannya menuju meja etalase sebelahnya.
Deg! napas Dahlia tertahan sejenak,hampir saja wajahnya bertemu dengan wajah seorang pria yang sedang menopang dagu dengan tangannya.
"Bang Rudi...." Dahlia pelan,di tarik wajahnya sedikit menjauh dari Rudi
Bagaimana dia bisa berada di sini,
"Hai Lia,apa kabar," Rudi tersenyum lebar,
"Seperti yang bang Rudi lihat " Dahlia senyum basa basi.
Kenapa Tika dan Desi tidak memberitahu ku kalau ada orang di dekat ku,
"Sepertinya kamu sangat sibuk?" Rudi masih menatap Dahlia.
"Iya,aku sedang sibuk membantu kedua temanku," Ucap Dahlia menunjuk dengan ekor matanya pada Desi dan Tika.
"Apa boleh aku duduk? aku ingin menawarkan kerja sama denganmu, aku akan memasarkan produk produk yang kamu jual secara nasional dan internasional " Dahlia risih dengan tatapan Rudi yang tidak berpaling darinya.
"Tik,kamu bisa bantu kan,atau Desi saja ya ,"
"Bisa kak,Mari tuan," Desi mempersilakan Rudi duduk,Dia pun mulai menerangkan keunggulan dari setiap produk yang mereka jual.
"Bagaimana Tuan,apakah tuan sudah memahami dengan setiap produk yang akan di pasarkan" Desi mengibas tangannya di depan wajah Rudi.
"Tuan,hei... " Desi sedikit mengeraskan suaranya.
"Oh .... iya ..sampai di mana tadi..." Tanya Rudi.
"Sampai pada wajah kak Lia tuan " Desi kesal
"Ups! " Tika menutup mulut dengan tangannya menahan supaya tawanya tidak keluar.
"Hem,kamu bicara apa barusan ?" Rudi menatap Desi kesal juga.
Berani sekali wanita ini meledekku,belum tahu dia siapa aku
"Saya bilang pembicaraan kita sudah sampai pada wajah kak Lia,apa tuan kurang jelas!" Desi menahan emosinya yang sedang meluap.
Mulut sudah berbuih bicara panjang lebar,sampai habis dua gelas aqua mineral tapi telinganya tidak berfungsi,kenapa coba ada alien nyasar ke toko ini,cepatlah pulang sana ke dimensi mu alien!
Desi mengumpat dalam hati,dia benar benar kesal di buatnya.
Dahlia pura pura tidak mendengar percakapan Desi dan Rudi.
"Bisa kamu nasehati temanmu itu?,bagaimana cara melayani tamu dengan baik dan benar," Rudi mendekat pada Dahlia.
"Sebaiknya jika bertamu harus menghargai tuan rumah,bukannya seperti benda langit yang tidak bisa mengerti bahasa manusia" Desi masih kesal,suaranya sedikit lebih keras lagi dari sebelumnya.
__ADS_1
Santo yang mendengar dari luar segera masuk ke dalam toko,
"Apa yang terjadi tuan" Santo sigap menatap sekeliling.
"Katakan pa...." Desi tidak melanjutkan kalimatnya Dahlia memberi kode supaya dirinya diam.
"Maaf tuan,mungkin teman saya salah Paham,maaf jika pelayanan kami tidak baik,kami hanya melayani konsumen yang bersungguh sungguh ingin bekerja sama dengan produk kami" Dahlia mencoba meredakan kekacauan antara Desi dan Rudi.
Kalau bukan saja karna kak Lia,ingin sekali aku menyiram mu dengan secangkir kopi dingin ini,tuan alien!
Umpat Desi lagi dalam hati.
"Benarkah seperti itu tuan,maaf kalau saya datang terlambat " Santo merasa bersalah,matanya menatap nyalang pada Desi.
"Tentu saja dia benar,karna dia tidak pernah salah," Rudi memuji Dahlia tapi matanya menatap tajam pada Desi.
Desi membalas tatapan Santo dan Rudi tajam juga,kekesalannya belum hilang,apalagi dua orang pria menatap tidak suka padanya.
Cepatlah pergi alien!
Pekik Batin Desi.
Besar juga nyali ini anak,dua pria sekaligus di eksekusi dengan matanya ha...ha..Desi...Desi...
Batin Dahlia.
Des,kenapa kamu berulah Des,ini kesempatan emas untuk kita berdua,gajih kita akan berlipat ganda kalau kak Lia menjalin kerja sama dengan tuan berwajah menggoda itu....
Batin Tika.
"Sekali lagi maafkan kami tuan tuan terhormat,maaf kami sedang sibuk saat ini,jika masih ingin menunggu waktu istirahat kami silakan duduk tuan,Tik,buatkan mereka kopi " Dahlia sekedar basa basi,dalam benaknya dia menginginkan dua orang pria yang ada di tokonya segera pergi.
Dahlia melayani pembeli yang datang ke tokonya,padahal biasanya Desi lah yang biasa melayani pembeli yang datang langsung ke toko.
Hp Dahlia tidak berhenti berbunyi,yang paling banyak notifikasi pesan masuk dari para membernya.
Desi pun menyibukkan diri membantu Tika mengemas pesanan yang harus di kirim hari itu.Wajah kesalnya tidak bisa di sembunyikan,mulutnya komat komit seperti dukun yang sedang membaca mantra.
Dahlia melirik Desi,tawanya tertahan wajahnya sampai memerah,di paling kan wajahnya ke arah orang ramai di jalan.
"Ha ..ha ..ha...." Akhirnya tawanya lepas.
"Kenapa kak" Desi dan Tika bersamaan.
"Lihat itu ! bocah itu sangat lucu !ha .ha...ha...!" Dahlia menunjuk bocah yang sedang menari kegirangan.
\*\*Hai sahabat pembaca setia Bukan Menantu Pilihan,
Dukung terus author ya,beri like dan komen biar author tambah semangat
__ADS_1
Beri vote juga,terima kasih sahabat baca ku 😊😊\*\*