Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 160


__ADS_3

"Abang, kenapa sih? dari tadi kayaknya muka asem banget," tanya Alexa pada Arka, yang saat ini sedang duduk di taman belakang rumah.


"Kamu ngapain malam-malam begini keluar? bukannya istirahat." Bukannya menjawab Arka malah kembali bertanya.


"Idih, ditanya malah balik tanya," protes Alexa.


"Abang, nggak apa-apa kok," jawab Arka, seraya tersenyum pada Alexa.


Lebih tepatnya senyum yang dipaksakan, karena adik kesayangannya ini bisa mendeteksi kebohongan.


"Abang serius?" desak Alexa.


"Dua rius malah," goda Arka.


"Yaudah deh, kalau gitu aku masuk ke dalam dulu ya Bang," pamit Alexa.


Arka hanya mengangguk sambil meneguk kembali kopi yang sudah dingin.


Nampaknya sekuat apa pun Arka mencoba untuk melupakan apa yang terjadi. Dia tetap saja tidak bisa melupakan.


Rasa bersalahnya pada Ayarra karena sudah berkhianat dan rasa takut kehilangan membuat Arka dilema. Dia ingin sekali menceritakan pada Ayarra.

__ADS_1


Agar rasa bersalahnya sedikit berkurang, tapi Arka jugabelum siap untuk kehilangan Ayarra, karena dia yakin kekasihnya itu tidak akan menerimanya dengan mudah.


Arka pun mengirimkan pesan pada Ayarra untuk meredakan sedikit kegelisahannya. Namun, dia terkejut saat melihat balasan dari nomor Ayarra.


Di pesan itu tertulis kalau Nia sedang bersama Ayarra, karena Nia tengah merasa khawatir karena kejadian kemaren malam.


Hal itu sontak saja membuat Arka benar-benar terkejut, dan membalas, "Nia please, jangan kasih tu apa pun sama Ayarra, tentang kita ok!"


"Tenang aja bang, lagi pula itu semua hanya kecelakaan." Nia membalas pesan Arka.


Ada perasaan lega yang Arka rasakan, tanpa Arka tau apa yang Nia rencanakan untuknya dan Ayarra.


Sudah lama Nia berharap bisa dicintai oleh Arka. Namun, Nia harus menelan rasa kecewa saat mendengar Arka pacaran dengan Ayarra.


Awalnya dia mencob untuk memahami semuanya, tapi acap kali Nia mencoba menerima, hatinya semakin sakit.


Hingga beberapa minggu lalu, saat kejadian memalukan itu, membuat Nia mempunyai ide untuk merebut Arka dari Ayarra.


Setelah kejadian itu, Nia selalu memikirkan bagaimana caranya, agar dia dapat memisahkan Ayarra dan Arka tapi masih terlihat baik dihadapan keduanya.


Pelan tapi pasti, itu yang akan Nia rencanakan, dan mungkin sekarang sudah waktunya Nia melaksanakan rencananya, dan inilah saatnya.

__ADS_1


"Di mana Ayarra?" tanya Arka.


"Dia lagi keluar, nanti aku kasih tau ke Ayarra kalau dia sudah kembali," balas Nia.


"Nanti sampein ya, dan bilang kalau dia suruh telepon aku ya!" pesan Arka.


"Baik abang." Setelah membalas pesan seperti itu Ayarra langsung mematikan ponsel Ayarra.


Dia tidak ingin jika Ayarra dan Arka teleponan dihadapannya, sudah cukup selama ini dia mencoba bertahan melihat kemesraan Arka dan Ayarra.


Sekarang tidak lagi, karena dia sudah memulai rencana yang selama ini sudah dia rencanakan, dan anak yang dia kandung, akan menjadi keturunan keluarganya Panji Wijaya dan Indra Kusuma.


***


Bayu yang baru saja selesai rapat bersama Adit, David dan berbincang sebentar sebelum mereka pulang.


"Hey Fathan, kenapa akhir-akhir ini muka kamu kusut banget, apa kamu lagi berantem sama pacar," goda Adit.


Fathan hanya tersenyum menanggapi. "Jangan ngaco, dia ini masih jomblo," jawab Bayu.


Fathan ini adalah asisten Bayu yang baru bekerja beberapa bulan lalu, dia pria yang sederhana tapi sangat tampan dan baik.

__ADS_1


__ADS_2