Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
chapter 148


__ADS_3

Di SMA negeri yang cukup terkenal di kota B, Ayarra sedang duduk di kelas sambil memainkan ponselnya.


"Hai Ay, udah datang dari tadi?" tanya Alexa yang baru saja datang bersama Nia.


"Belum lama sih, cuma lumayanlah," jawab Ayarra.


"Temenin aku ke kantin dulu yuk!" ajak Alexa pada Nia dan Ayarra.


"Ngapain ke kantin? Kamu kan tadi udah makan." Nia merasa heran pada Alexa, bukannya tadi dia sudah makan? Lalu kenapa ingin ke kantin.


"Aku ada janji sama Dimas, kalian temenin aku ya, aku takut banget ciwi-ciwi godain Dinasnya aku,," jawab Alexa membuat Nia dan Ayarra terkekeh.


"Kok malah ketawa?" sungut Alexa.


"Lagian kamu ada-ada aja, cemburuan kok sok-sokan pacaran, sama orang yang terkenal disukai banyak cewek lagi," jawab Ayarra.


"Biarin, lagian yang selalu godain Dimas, kan ciwi-ciwi itu. Pujaan hatiku mah biasa aja," gerutu Alexa.


"Aku di sini aja deh," sambung Ayarra.


"Yaudah kalau gitu aku sama Nia, ke kantin dulu ya, baik-baik kamu di sini." Alexa langsung menggaet lengan Nia dan membawanya keluar kelas menuju kantin.


Setelah kepergian Nia dan Alexa, satu persatu datang siswa dan siswi ke dalam kelas tersebut.


Bertegur sapa dengan Ayarra lebih dulu kemudian mereka duduk di tempat masing-masing, dan saat Ayarra tengah sibuk mengecek bukunya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Doni, sahabat Ayarra duduk disampingnya. "Udah lama Ay?" tanya Doni.


"Lumayan." Ayarra menjawab tanpa menoleh pada Doni.


"Nia dan Ale, ke mana? tumben kamu sendirian di sini," tanya Doni kembali.


"Mereka lagi ke kantin," jawab Ayarra.


Doni adalah teman Dimas, kekasih Alexa, dan dia adalah ketua OSIS di kelas ini yang sangat dikagumi para siswi karena ketampanannya.


Akan tetapi Doni adalah pria yang cukup dingin, dia bahkan jarang sekali tersenyum pada wanita manapun, kecuali Ayarra dan Alexa.


Sudah menjadi rahasia umum di sekolah jika Doni suka dengan Ayarra. Awalnya Doni ingin mengungkapkan perasaannya pada Ayarra, tapi saat dia tau dari Alexa kalau Ayarra tengah dekat dengan Arka.


Tanpa Ayarra sadari, saat dia tengah mengobrol dengan Doni tadi. Ada seseorang yang diam-diam memfotonya dan memberikannya pada Arka.


"Nanti pulang sekolah bareng yuk!" ajak Doni.


Ayarra menutup bukunya dan menatap Doni. "Maaf ya Don, kayanya nggak bisa deh. Aku mau pulang bareng Arka, nanti," tolak Ayarra.


Terlihat jelas dari raut wajahnya kalau Doni kecewa. Namun, dia tetap tersenyum pada Ayarra. "Yaudah, deh lain kali aja," ujar Doni.


"Cie, berduaan aja nih," goda Dimas yang baru saja datang bersama dengan Alexa.


Mereka bergandengan tangan dengan mesra membuat semua siswa-siswi di kelas itu berbisik tentang mereka berdua.

__ADS_1


"Sayang, Ayarra, kan calon Kaka ipar, kita. Jangan dicie-ciein dong, kasian abang ipar, kamu," kesal Alexa sambil mecubit perut Dimas.


"He-he-he, iya sayang maaf, aku cuma bercanda aja kok." Dimas menjawab seraya mencubit hidung Alexa.


"Nia, mana Al?" tanya Ayarra saat tak melihat Nia bersama mereka berdua.


"Lho, tadi dia pamit ke kelas duluan," jawab Alexa.


"Tapi belum datang dari tadi." Ayarra bergumam sambil mengedarkan pandangannya mencari Nia.


Tak lama kemudian Nia pun datang dengan senyum yang merekah di bibirnya, hal itu membuat Ayarra dan Alexa mengkerutkan kening bingung.


Mereka berdua pun saling tatap. "Kamu kenapa?" tanya Alexa.


"Nggak apa-apa, emangnya aku kenapa?" Bukannya menjawab Nia malah kembali bertanya.


"Lah, itu senyum-senyum sendiri, dan kamu juga dari mana? Kenapa bisa senyum-senyum kaya orang waras gitu?" ledek Alexa.


"Aku dari toilet, dan tadi ada adegan lucu aja. Makannya aku senyum-senyum gini," jawab Nia, dan mereka semua pun tersenyum.


Lalu, tak lama bel masuk kelas pun berbunyi, dan mereka semua kembali ke tempat duduk masing-masing.


****


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2