Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Alexa selamat


__ADS_3

"Ah, selamat datang sayang, gimana kemaren?" Yumna menyambut Arka dan Ayarra yang baru saja tiba di kediaman keluarga David.


"Gimana apanya Mah?" tanya Ayarra tidak mengerti. Namun, Arka yang paham soal pertanyaan Yumna, hanya bisa tersenyum kikuk.


Yumna yang melihat anaknya malu-malu, hanya bisa terkekeh. "Yaudah masuk yuk! Papah kalian belum pulang." Yumna menggandeng lengan Ayarra dan membawanya masuk.


Meninggalkan Arka sendirian, dengan beberapa koper dan tas yang tidak dibawa oleh Yumna dan Ayarra.


"Dan terjadi lagi, kisah lama yang terulang kembali," sindir Arka dengan wajah kesalnya.


"Bukannya buruan, malah nyanyi," sungut Yumna.


"Aku nggak nyanyi mah, cuma joget," ketus Arka, kemudian dia menyeret dua koper dan tas tersebut, mengekori di belakang Yumna dan Ayarra.


Belum sampai di dalam rumah, langkah Ayarra sudah terhenti karena deringan ponsel di dalam saku celananya. "Siapa sayang?" tanya Arka.


"Dimas," jawab Ayarra sambil menggeser tombol hijau dilayar ponselnya itu.


"Ya hallo Dim, ada apa?" tanya Ayarra.


[Hallo, Ay, lu ada di rumah Alexa, nggak?]


"Iya, memangnya kenapa?" Ayarra kembali bertanya.


[Alexa, kecelakaan, dan sekarang lagi di rawat di Rumah Sakit Melati, tolong kasih tau ke mertua kamu ya Ay.]


"Apa?" pekik Ayarra.


[Iya, makannya tolong sampaikan ke mertua kamu ya!] Setelah mengatakan itu Dimas mematikan sambungan teleponnya.


Ayarra bergeming dan matanya mengembun mendengar semua itu, Arka yang melihat Ayarra seperti ingin menangis, mengelus rambut panjangnya dan bertanya, "ada apa sayang? Dimas kenapa?"


Ayarra menoleh pada Arka, dan tangisnya pecah. "Hey, ditanya kok malah nangis." Arka khawatir.


"Arka, Alexa ... dia, dia—." Ayarra kembali menangis.

__ADS_1


"Alexa kenapa sayang? dia kenapa? ayok ngomong! jangan bikin Mamah khawatir," ujar Yumna.


"Iya sayang, Alexa kenapa?"


"Dia kecelakaan, dan dia ada di Rumah Sakit Melati," jawab Ayarra sambil menyeka air matanya.


"Apa?" pekik Yumna, dia menutup mulutnya karena terlalu terkejut.


"Iya Mah, dan sebaiknya kita langsung ke sana," ucap Ayarra.


"Bi, bibik," panggil Ayarra pada salah satu asisten rumah tangga di keluarga David.


Seorang asisten rumah tangga yang tidak telah tua, berjalan dengan sedikit berlari menghampiri Ayarra, Yumna dan Arka. "Iya Non, ada apa?" tanya asisten rumah tangga tersebut.


"Mbak, tolong bawakan semua koper saya ke kamar Mas Arka, ya!" titah Ayarra dengan sopan.


"Oh, baik Mbak," jawab sang asisten rumah tangga.


Lalu, Ayarra, Yumna dan Arka pun berjalan ke arah mobil, mereka menaiki mobil tersebut dengan tergesa-gesa.


Di rumah sakit, Gilang dan Dimas masih menunggu hasil dari Dokter atau perawat yang masih memeriksa Alexa.


Sudah satu jam lamanya Dokter dan perawat itu memeriksa Alexa. Namun, salah satunya belum ada yang keluar dari dalam ruangan tersebut.


Saat Gilang dan Dimas sedang terdiam dengan pikiran masing-masing, Arka, Ayarra dan Yumna pun datang. "Dimas?" panggil Ayarra.


Dimas dan Gilang pun menoleh ke arah datangnya keluarga Alexa itu. "Dimas, apa yang terjadi? kenapa, Alexa bisa kecelakaan?" tanya Yumna beruntun sambil berlutut di depan Dimas dan Gilang.


"Tante jangan kayak gini dong, ayok bangun! duduk aja di kursi." Dimas membantu Yumna bangkit dari berlututnya, dan meminta Yumna untuk duduk di kursi.


"Dimas, Alexa kenapa? gimana dia bis kecelakaan?" tanya Yumna khawatir, matanya sudah basah karena air mata.


"Dimas juga nggak tau Tante, tadi Kakak Dimas, yang bawa Alexa, ke sini," jawab Dimas.


Yumna, Ayarra dan Arka langsung melihat ke arah Gilang, seolah menuntut jawaban. "Saya juga nggak tau kronologi lebih detilnya Tante, saya cuma kebetulan aja lewat dan melihat kerumunan, waktu saya deketin, Alexa udah begitu kondisinya." Gilang menjawab tanpa menoleh pada Yumna.

__ADS_1


Yumna syok, dia menutup mulutnya tidak percaya. Dia pun menangis tersedu-sedu, dan menangkup wajahnya menggunakan telapak tangannya.


"Mah, sabar ya! kita doain aja semoga Alexa, nggak kenapa-kenapa," tutur Arka menenangkan ibunya itu.


Arka mengusap punggung ibunya pelan, dan saat itu juga salah satu perawat keluar. "Keluarga pasien yang bernama Alexa?" panggil perawat itu.


Sontak semua orang langsung berdiri dan menghampiri perawat tersebut. "Saya Sus, saya ibunya, gimana keadaan anak saya Sus? Dia nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Yumna.


"Syukurlah dia dibawa tepat waktu, jadi, kondisinya sekarang nggak kenapa-kenapa Bu, dan kepalanya pun sudah dijahit, tapi beliau belum boleh pulang ya Bu! beliau harus di opname dulu di sini," tutur sang perawat membuat Yumna merasa sedikit lega.


"Terima kasih Sus, terima kasih," ucap Yumna.


"Sama-sama Bu, silakan pesan kamar untuk pasien Bu!" titah sang perawat, Yumna mengangguk, dan setelah itu perawat itu berlalu meninggalkan semuanya.


Sementara Arka langsung memesan kamar untuk Alexa, sambil memesan kamar. Tidak lupa Arka menghubungi David dan memberitahu soal Alexa.


"Hallo pah," sapa Arka saat sambungan teleponnya tersambung.


[Ya hallo, ada apa bang?] tanya David dari sebrang sana.


"Ini pah, aku mau ngasih tau kalau Alexa, kecelakaan."


[Apa? terus gimana kondisi adek kamu itu bang? Nggak apa-apa kan?] pekik David di seberang sana, saking terkejutnya, David bahkan sampai bangkit dari duduknya.


"Kondisi Alexa, baik pah, papah jangan khawatir. Aku nelepon papah cuma mau ngasih tau aja."


[Syukurlah ... adek kamu dirawat di mana bang? habis ini papah mau langsung ke sana.]


"Di Rumah Sakit Melati pah, inget ya papah jangan khawatir, karena Alexa nggak kenapa-kenapa kok," pesan Arka. Dia takut jika papahnya itu akan khawatir pada adiknya.


[Iya, udah dulu ya bang, papah mau selesaikan kerjaan papah, dulu.]


"Iya pah." Setelah mengatakan itu sambungan teleponnya pun terputus.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2