
Wajah Adam memerah melihat panggilan masuk dari siska di biarkan benda itu terus berdering,Dahlia yang melihat suaminya diam segera mengambil benda itu dari tangan suaminya.
Segera di gesernya tombol hijau dan Dahlia sengaja mengaktifkan speaker
[Adam kenapa kamu lama angkat telepon dariku,kemarin kamu juga tidak membalas pesanku,]
Terdengar suara siska yang sedang marah dengan Adam.
Adam masih terdiam dirinya tidak tahu harus berbuat apa lagi,apalagi bu nani sudah menangis yang di takutkan Adam penyakit ibunya akan kambuh lagi.
[Halo...Adam... kamu dengar aku kan?aku mau bicara Dam,kamu bisa datang ke tempat ku kan?
aku kangen kamu Dam..]
Terdengar lagi suara siska yang manja ,nyeri rasa di dada Dahlia dirinya berusaha supaya tidak menangis.
Tangannya bergetar memegang handphone milik suaminya,wanita mana yang akan sanggup mendengar langsung kata kata manja dari wanita lain simpanan suaminya.
Adam segera merebut handphonenya dari tangan Dahlia,dia segera menekan tombol merah,Adam segera berlalu dari hadapan istrinya.
Di raihnya kunci mobil adam segera keluar terdengar dengungan suara mobil Adam menandakan orangnya sudah pergi.
Di sebuah kafe yang selalu ramai pengunjung Adam membelokkan mobilnya,dia berjalan memasuki area kafe tersebut di sana sudah terlihat seorang pria bertato menunggunya.
"Hei Dam... tumben sekali hari ini mau bertemu denganku... ada kabar apa gerangan ?"
__ADS_1
Rudi yang tadi mendapat telepon dari Adam segera turun dari lantai dua dan mencari tempat yang paling sudut supaya Adam mudah mencarinya.
"Aku lagi suntuk Rud, kira kira bang rudi bisa bantu aku gak"
Adam langsung bicara tujuannya mengajak Rudi bertemu Adam yang sedang buntu pikirannya tiba tiba teringat Rudi sahabatnya yang dulu.
"emang ada masalah apa bro.... kalau masalah uang tidak mungkin bang Adam tidak pernah kekurangan uang hehehe..."
Rudi yang melihat sahabat lamanya itu sedang suntuk sengaja berkelakar dengannya
Adam pun menceritakan masalah yang di hadapinya dengan Rudi tanpa ada rasa ragu atau pun curiga sama sekali.
"Bang Rudi masih ingat perempuan ini ?"
"oh... aku ingat ini wanita yang kamu temui di sini dulu kan ? siapa namanya?"
Rudi bertanya seolah olah dirinya tidak pernah mengenal siska.
"namanya Siska,dia kerja di sebuah restoran ternama di kota ini,"
Adam terus bercerita dengan Rudi tanpa ada yang di sembunyikannya.
"oh ..begitu ceritanya...lalu apa yang bisa aku bantu?"
"Bang Rudi bisa carikan orang yang bisa di jadikan suami dadakan siska,aku akan bayar orangnya,asalkan dia bersedia dan siska tidak mengusik rumah tanggaku lagi,
__ADS_1
Masalah anak yang di kandung siska aku akan menanggung semua biayanya sampai siska melahirkan,anaknya siska akan aku rawat juga..."
Adam yang sudah pusing di kejar siska meminta Rudi mencari pria yang bisa jadikan suami palsu siska.
"mana mungkin siska mau bro..... kalau siska setuju dengan ide mu aku juga mau ha..ha..ha..."
Rudi kembali berkelakar dengan Adam
"aku serius Rud, maksudku carikan aku pria yang bisa menyamar jadi aku di hari pernikahan siska nanti,soal keamanannya aku akan menjamin seratus persen dia aman "
Adam kembali menjelaskan niatnya,sementara Rudi masih berpikir dengan apa yang di rencanakan oleh Adam.
"Aku tidak bisa menjamin bisa membantumu bro.... ini perkara yang paling sulit "
Adam menarik napas panjang mendengar perkataan Rudi,Adam pun pamit untuk pulang.
Setibanya di rumah Adam tidak melihat siapa siapa,termasuk ibunya.
Adam melihat ke bagasi mobil Dahlia juga tidak ada,mungkin mereka sedang mencari makanan keluar,itulah yang di pikiran Adam.
Adam duduk di pinggir tempat tidur di lihatnya meja rias Dahlia tidak ada satupun alat make up di atasnya,
Adam hendak menelpon istrinya betapa terkejutnya Adam melihat pesan dari istrinya.
("Mas Adam,lia ingin mencari ketenangan di rumah orang tua lia,dan jangan pernah susul lia sebelum masalah ini kelar")
__ADS_1