Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Arka menemui Ayarra


__ADS_3

👋Hallo semuanya, apa kabar? Semoga semuanya baik ya, aamiin! 🙏


Aku jelaskan dulu ya sebelum baca, ini semua murni hasil haluan aku. Kalau ada kesamaan, nama tokoh alamat dan lain-lain itu hanya kebetulan dan tanpa kesengajaan.


Ok sekian dan terima gaji.




Beberapa hari kemudian.



Malam hari Ayarra yang merasa bosan di kamar terus, memilih untuk mencari angin. Di temani langit yang penuh bintang, Ayarra duduk bersandar dengan buku di tangannya di tepian kolam renang. Sambil membaca buku Ayarra pun mendengarkan sebuah musik kesukaannya.



Musik yang biasa dia dengarkan ketika hatinya sedang merasa gelisah akan sesuatu, entah kenapa sudah beberapa hari ini Ayarra merasa gelisah karena dia kembali mengingat saat-saat bersama Arka.



Ayarra mendengarkan musik tersebut sambil bersenandung kecil mengikuti lagu yang berputar.



Saat Ayarra tengah fokus pada buku di tangan dan musik yang berputar, tanpa ia sadari seseorang sudah berdiri di belakangnya dengan senyum yang merekah.



"Apa kamu lagi gelisah akan sesuatu?" tanya orang tersebut, sambil mendudukkan dirinya di samping Ayarra.



Ayarra terkejut dan langsung menoleh ke arah orang yang datang tersebut. "Arka?" gumam Ayarra tidak percaya.



Ya, orang tersebut adalah Arka, dia datang ke Jerman setelah kejadian hari itu. Arka tersenyum pada Ayarra, sedangkan Ayarra bergeming. Dia masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.



"I-ini beneran ka-kamu?" Ayarra mencubit pipi Arka pelan untuk membuktikan apakah benar Arka, atau hanya halusinasinya saja.



"Iya, siapa lagi? kenapa kamu kaget kaya gitu sih?" jawab Arka santai.



"Tapi kenapa kamu tau aku di sini?"



"Uncle, yang ngasih tau aku."



"Kok bisa? kenapa dia ngasih tau kamu?" Ayarra terus saja melontarkan pertanyaan pada Arka. Sebab dia sudah berpesan pada kedua orang tuanya untuk tidak memberitahukan keberadaannya pada siapa pun, terutama Arka.



"Kamu nggak percaya? kamu bisa tanya sama mamah dan papah!" titah Arka, karena Ayarra masih terlihat bingung.



"Ngapain juga aku harus tanya ke tante Yumna?" ketus Ayarra sambil mengambil minuman yang ada di samping mereka, untuk mengalihkan rasa gugupnya.



"Bukan mamahku, tapi mamah kamu," ucap Arka.


__ADS_1


Uhuk uhuk



Ayarra terbatuk-batuk saat mendengar ucapan Arka.



Arka panik dan mengusap tengkuk Ayarra pelan, agar batuk itu mereda. "Udah baikan? kalau udah, minum lagi tapi pelan-pelan aja!" kata Arka.



Ayarra pun nurut, dia meminum minumannya dengan pelan. 'kenapa Arka panggil mamah dan papah sama kayak aku?' batin Ayarra menerka-nerka.



"Kamu tau Ay, aku kangen banget sama kamu. Baru dua minggu, tapi rasanya kayak udah dua tahun. Hari-hari aku sangat suram saat kamu jauh dari aku," tutur Arka sambil menatap langit yang penuh bintang.



Ayarra tidak menjawab dia masih memperhatikan Arka dengan wajah bingung, meskipun jauh dari dalam lubuk hatinya dia sangat senang melihat Arka ada di dekatnya. Namun, mengingat status Arka kini adalah suami orang lain membuat Ayarra harus bisa mengontrol diri.



"Meskipun awalnya aku mencoba untuk bisa hidup tanpa kamu, tapi semakin aku mencoba. Justru aku semakin merasakan sakit," sambung Arka, kemudian dia menarik Ayarra dan mendekapnya.



Ayarra diam saja saat dirinya dipeluk oleh Arka, karena sejujurnya dia juga sangat merindukan Arka.



Akan tetapi lambat laun saking rindunya pada Arka, Ayarra pun mempererat pelukannya, dan menumpahkan segala kerinduan yang dia rasakan lewat pelukan itu.



Biarlah Ayarra terlihat egois malam ini karena sudah menerima pelukan dari suami orang lain, karena dia benar-benar sangat merindukan sosok Arka di dekatnya.




Mendengar itu Ayarra yang tadinya menahan diri untuk tidak menangis, akhirnya menangis, karena sebenarnya dia juga tidak ingin berpisah dengan Arka. Namun, wanita mana yang akan kuat saat melihat orang yang sangat dia cintai bersanding dengan wanita lain.



Oleh sebab itu, Ayarra memutuskan untuk pergi, setidaknya sampai hatinya benar-benar menerima dan tidak terluka lagi.



"Sekarang nggak ada lagi yang bisa memisahkan kita Ay, dan secepatnya aku akan melamar kamu," tutur Arka membuat Ayarra kembali terkejut.



Ayarra melepaskan paksa pelukan Arka dan menatap wajah tampan itu dengan mata yang masih basah. "Apa maksud kamu? jangan mentang-mentang aku mau kamu peluk, kamu jadi berpikir kalau aku akan menghianati Nia. Nggak, itu nggak akan terjadi, aku emang cinta sama kamu, tapi aku bukan perebut suami orang Ar," ucap Ayarra.



Terlihat ada cinta juga kesedihan yang mendalam dari sorot mata itu Ayarra.



Arka tersenyum dan kembali memeluk Ayarra. "Kamu jangan khawatir Ay! semuanya sudah berakhir dan sekarang saatnya kita bahagia," kata Arka.



"Apa maksud kamu berakhir?" tanya Ayarra.



Arka melepaskan pelukannya, kemudian meraih tangan Ayarra untuk digenggam. Lalu, Arka pun menceritakan semuanya.


__ADS_1


Bibir Ayarra terkatup-katup dan matanya membulat sempurna, saat mendengar cerita Arka. Dia sama sekali tidak menyangka dengan apa yang terjadi di sana.



"Dan barusan aku dikirimi foto sama papah," ucap Arka diakhir ceritanya.



"Foto apa?" tanya Ayarra.



"Foto berkas perceraian aku dan Nia, sekarang kita udah resmi bercerai," jawab Arka seraya mengeluarkan ponsel dari saku celananya, kemudian menunjukkannya pada Ayarra.



Mata Ayarra mengembun saat mendengar dan melihat foto yang Arka tunjukkan, dalam pikirannya dia merasa kasian dengan apa yang terjadi pada Nia. Namun, dalam hati Ayarra merasa bahagia, karena ternyata laki-laki yang sangat dia cintai sudah bercerai, dan terbukti tidak pernah mengkhianati cintanya.



Entah karena bahagia atau dia sangat merindukan Arka, Ayarra langsung melabuhkan sebuah kecupan singkat di bibir Arka. Hanya sebuah kecupan tapi disambut hangat oleh Arka.



Arka langsung mencium bibir ranum Ayarra dengan lembut, Ayarra pun mengikuti permainan bibir dan li—dah Arka. Lama mereka saling melu\_\_mat, mema\_\_gut.



Lalu, tangan Arka mulai mera...ba tubuh Ayarra, Arka ingin Ayarra merasa terbuai.



Lalu dengan perlahan Arka merebahkan tubuh Ayarra ke sofa dan Arka mencecapi bukan hanya di bibir manis Ayarra saja. Namun, juga turun ke lehernya menandai kepemilikannya di leher jenjang itu.



Ayarra melenguh membuat tubuh Arka seperti terbakar, Arka semakin gencar menjelajahi tubuh Ayarra.



"Ar ... Stop!" ucap Ayarra setelah mendapatkan kembali kewarasannya, setelah hampir saja terbuai.



Arka pun menghentikan tangannya yang ingin bergerak lebih leluasa saat Ayarra memanggil namanya dan menggeleng.



Arka menyatukan keningnya, sambil menahan ha...sratnya sebisa mungkin agar adiknya yang sudah mengembung di dalam sana tidak menuntut untuk dipuaskan.



Setelah adiknya tenang dan tertidur, Arka bangun dari posisinya yang tadi berada di atas tubuh Ayarra agar kembali duduk, kemudian Arka membantu Ayarra agar duduk di sampingnya seperti semula.



"Maap ya Ay, aku hampir kelepasan," ucap Arka sambil membelai rambut Ayarra yang berantakan karenanya.



Ayarra hanya mengangguk sambil menundukkan kepalanya, dia merasa sangat malu karena sudah diam saja. Padahal mereka baru saja bertemu lagi.



BERSAMBUNG...



Nah udah selesai bacanya kan? Jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏



Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga monggo dengan senang hati aku menerimanya 😂

__ADS_1



Dadah sampai ketemu lagi di cerita selanjutnya👋


__ADS_2