Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
52


__ADS_3

Siska berhasil menyelamatkan hpnya dari tangan adam dengan cepat siska mengirim photo itu dengan Dahlia.


Adam tertunduk lesu sirna sudah harapannya dirinya sudah kehilangan uang dan hancur harapannya bersatu dengan istrinya.


"kamu menang siska.... tapi sekarang aku sudah tidak punya uang,apa yang kamu harapkan dariku? uangku sudah aku transfer ke rekening rudi untuk pernikahanmu "


Adam tidak bisa lagi menutup rahasia hatinya di bukanya rencananya selama ini bersama rudi di depan siska.


Siska berdiri mematung bingung sendiri apakah dirinya sanggup menjadi istri adam jika saat ini adam telah banyak kehilangan uang sementara dirinya meninggalkan Rudi hanya karena dirinya tidak mau hidup susah.


Keduanya sama mematung larut dengan pikirannya masing masing deringan hp siska memecahkan keheningan yang tercipta di antara mereka.


[Halo siska.... bagaimana kabarmu saat ini apakah baik baik saja ]


Suara rudi di telepon berkesan mengejek siska tidak ada jawaban dari siska


[kenapa diam siska... apakah kamu juga menyukai hp yang gunakan saat ini? ha..ha.... ]


*sialan kenapa aku menjadi sebodoh ini kenapa aku tidak menyadari kalau hp ku sudah aku banting


ternyata si raja bunglon telah menggandakan nomor yang aku gunakan saat ini,licik sekali dia pantesan herman cepat sekali memberiku hp*...


siska meneliti hp yang di tangannya saat ini benar benar sempurna Rudi menjebak siska.


Tanpa sengaja tombol speaker tertekan oleh siska.


[oh .. aku baru ingat ! dua hari lagi kamu akan menikah ya siska ku sayang pasti kamu sangat senang.... ha..ha...ha...]

__ADS_1


"Rudi ! jadi kau selama ini hanya menipuku?"


[ha...ha...ha ... aku menipumu? tidak bukan aku tapi kamu yang menipu istrimu, bagaimana jika undangan pernikahan kalian aku kirim dengan Dahlia?pasti seru ceritanya]


[bagaimanapun cara kalian aku tidak peduli,aku akan melaporkan kalian berdua ke kantor polisi]


Adam pergi meninggalkan Siska yang berada di rumahnya,tidak perlu berpikir panjang lagi Adam melajukan mobilnya.


Di dalam mobil Adam tidak tahu kemana tujuannya pergi dirinya terus menyetir tanpa arah tujuan.


Sebuah klakson mobil yang di depannya mengagetkan Adam.


Ternyata dirinya tidak fokus dalam berkendara.


Di hentikan mobilnya di pinggir jalan di lihat hpnya dari tadi menyala,


(Oh Tuhan... semoga semuanya baik baik saja,jangan sampai dua siluman itu memberi tahu Dahlia)


Adam menelpon balik istrinya,tidak di angkat di cobanya kembali


Adam mengirimi sebuah pesan suara


{Lia.... apapun yang kamu lihat hari ini jangan pernah percaya}


{Aku akan menjelaskan semuanya padamu aku telah di tipu}


{aku mohon kamu percaya padaku aku mencintaimu lia}

__ADS_1


Adam kembali menerima panggilan masuk dari siska


[tolong siska jangan kirimkan photo photo itu dengan Dahlia,aku mohon padamu,aku akan memberimu berapapun uang yang kamu minta]


Siska


[Hah... uang! bukankah uangmu sudah habis! ]


Adam


[Aku akan menjual aset yang aku punya asal aku bisa berkumpul bersama anak istriku,dan aku mohon padamu jelaskan kekeliruan ini dengan Dahlia]


Siska


[baik aku akan menjelaskan asal kamu tetap menikah denganku walaupun hanya di atas kertas,setelah itu kamu bisa menceraikan ku]


Adam


[ide gila apa lagi ini siska! kenapa kamu tidak menikah saja dengan Rudi,kalian itu sama liciknya]


Bagaimana aku menikah dengan Si raja bunglon itu,sementara status ku saja mempunyai dua suami hah...ternyata aku istri yang gilanya di atas rata rata


[jika kamu menolak aku tidak akan segan lagi mengirim photo itu pada istrimu!]


Adam


[Baiklah aku ikuti keinginan mu tapi dengan satu syarat ]

__ADS_1


jika kamu bisa berbuat licik aku juga bisa siska,Rudi ! aku ikuti permainan kalian.


__ADS_2