Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
45


__ADS_3

Adam pulang ke rumahnya suasana terasa berbeda biasanya dia selalu melihat putranya berada di ruang televisi bersama mamanya.


Sudah beberapa hari ini Adam merasa ada yang hilang dari hidupnya.


Adam merebahkan badannya di mana tempat favorit istri dan anaknya nonton dan bermain bersama.


Biasanya Dahlia akan membuatkan secangkir kopi untuknya di sela sela kesibukannya Dahlia tidak pernah lupa dengan kewajibannya sebagai istri.


"bik...tolong buatkan aku secangkir kopi ya"


Pelayan di rumah membawakan secangkir kopi untuk Adam.


"Terima kasih bik..."


Adam menyeduh kopinya,rasanya tidak sama dengan buatan istrinya.


"Tuan... tadi ada yang mencari tuan Adam ke sini "


"siapa bik?"


"Maaf tuan,saya tidak kenal orangnya.... dia seorang wanita ciri cirinya rambut coklat bergelombang, kulitnya putih badannya agak sedikit gendut dari bu Lia"


Pembantu itu menjelaskan perihal orang yang ada di depan rumah majikannya itu.


"Dia bicara apa bik?"


Adam bertanya lagi


"sekali lagi maaf tuan,sewaktu saya mau membuka pintu depan wanita itu sedang bicara dengan seseorang melalui telepon, saya berpikir dia sedang bicara dengan tuan Adam."


Pembantu itu menyerahkan handphonenya yang di gunakan merekam pembicaraan Siska.


Adam terkejut mendengar perkataan siska yang berhasil di rekam oleh pembantu rumahnya itu.


"Baik bik...terima kasih informasinya..."

__ADS_1


Adam menyerahkan handphone itu kembali pada pembantu di rumahnya.


*


Sementara di kamar hotel Rudi tertawa menyeringai menatap Siska tangannya mencekal lengan siska dengan sangat kuat.


Siska meringis menahan sakit Rudi yang dulunya lembut kini berubah menjadi monster yang menakutkan.


"lepaskan tanganku Rudi... sakit.."


Rudi tertawa dengan lepas sepertinya siska adalah mainan yang sangat lucu untuknya.


"sakit?... siapa yang sakit?"


Rudi mendekatkan wajahnya ke arah siska


"pernahkah kamu pikirkan bagaimana sakit hatiku di saat kamu menuduhku tidak membuahi mu ?"


"kamu pergi dari hidupku saat itu dengan alasan aku yang mandul, kamu pikir aku sebodoh itu?


Tidak siska! aku biarkan kamu berkeliaran dengan laki laki lain demi uang yang kamu gunakan untuk kepentingan mu sendiri"


"aku terus mentransfer uang ke rekening berharap kamu bisa berubah,tapi kamu semakin meraja lela


Sudah habis harta Tomy kamu pindah menjerat Adam dan sekarang kamu gunakan senjata anakku untuk kamu menipu adam"


Siska terperangah dengan perkataan Rudi


" anakmu? mengapa kamu malu mengakui kalau dirimu yang tidak bisa menghasilkan keturunan? dan kamu bilang uang yang aku peroleh aku sendiri yang menghabiskannya?


hello.... tidak kah kamu ingat semua surat tanah kamu yang pegang ?"


siska tidak mau kalah berdebat dengan Rudi


Rudi mengambil baju untuk siska

__ADS_1


"pakai baju kamu yang ini "


Rudi menyerahkan paper bag yang berisikan pakaian untuk siska


Siska menuruti perintah Rudi,setelah siska menutupi berpakaian pintu kamar terbuka muncul seorang pria membawa tas berwarna hitam.


Siska terkejut melihat pria itu


"kau...!"


Siska ingin mencakar wajah pria yang tidak lain adalah kaki tangan Rudi.


Rudi segera mencegatnya.


"stop siska... !"


siska terhenti mendengar suara keras dari Rudi


"Herman keluarkan surat surat di dalam tas dan berikan pada wanita itu."


Perintah Rudi dengan anak buahnya yang bernama herman


"Baik tuan "


Herman mengeluarkan beberapa dokumen pada siska


"Ini nona,"


"Surat apa ini "


Siska bertanya dengan herman


"silakan kamu baca baik baik isi di dalamnya"


Rudi berkata dengan datar tapi penuh tekanan.

__ADS_1


Siska membuka lembaran kertas pertama betapa terkejutnya siska,di dalam surat tersebut perjanjian kontrak penggunaan lahan yang di gunakan oleh Tomy.


Ternyata siska telah di tipu oleh tomy yang mengaku seorang juragan sawit puluhan hektar.


__ADS_2