
Pagi ini siska merasa malas untuk ke tempat kerjanya dia merasa sangat lelah dan mengantuk akibat pertarungannya di ranjang bersama Adam.
Dia terus mengingatnya bagaimana Adam memperlakukannya di peluknya bantal guling sambil dirinya membayangkan Adam.
Lamunannya langsung buyar ketika ponselnya berdering Siska segera menggeser tombol hijau di ponselnya.
Siska
("kenapa kamu menelpon ku lagi kita sudah sepakat untuk tidak menganggu hidup kita masing masing")
Penelpon
("aku tidak menganggu mu tapi kamu yang telah menganggu kebahagiaanku")
Siska
("apa maksudmu aku yang menganggu?")
Penelpon
("jangan berpura pura tidak tahu kamu siska,aku tahu niatmu saat ini jika kamu masih terus melakukannya jangan salahkan aku untuk ikut campur kehidupanmu!")
Si penelepon mematikan panggilannya Siska merasa berang dengan ancaman penelepon barusan.
*****
Di suatu tempat seorang berdiri menghadap luar jendela tangannya di lipatkan di dada
"Aku akan selalu mengawasi gerak gerikmu Siska yang licik!"
Orang itu berkata sendiri sambil terus menatap jauh ke depan.
Di belakangnya dua orang laki laki bertubuh tinggi berdiri tegap sambil menunggu perintah dari tuannya.
__ADS_1
"awasi terus kegiatan mereka dan kirimkan semua foto dan video yang kalian dapat dari manusia manusia b***t itu!"
Pria itu berkata kepada dua orang yang masih berdiri di belakangnya tangannya masih di lipat di atas dadanya yang bidang.
Dua orang suruhannya segera pergi meninggalkan pria berbadan tinggi besar itu sendiri.
Setelah orang suruhannya pergi pria tersebut berjalan menuju sebuah meja yang tidak terletak jauh dari tempat dia berdiri.
Dia mengambil sebuah photo dari laci meja menatapnya penuh makna
Sementara itu di tempat kediaman Adam dan Dahlia telepon Adam berbunyi beberapa kali Dahlia yang sedang mengemas ruangan kamar melihat ponsel milik suaminya.
Tidak ada tertera nama si pemanggil hanya nomornya saja yang tertera Dahlia mengabaikan panggilan tersebut karna tidak mau ikut campur urusan suaminya.
"Mas.... ada yang nelpon mas Adam dari tadi sepertinya penting"
Dahlia memanggil suaminya yang berada di tempat mandi.
"siapa lia yang nelpon...."
Dahlia mengatakan dengan suaminya
"sebentar lagi mas lagi mandi... kalau nelpon lagi tolong di angkat saja ya lia..."
Adam berkata dengan istrinya dari tempat mandi
Ponsel Adam kembali berbunyi dengan nomor yang sama
Dahlia
( " halo.....")
Penelpon
__ADS_1
Diam tidak ada jawaban
Dahlia
("halo.... ini dengan siapa....?")
Dahlia mencoba berkata lagi tapi tidak ada suara dari seberang telepon.
Akhirnya Dahlia mematikan panggilan tersebut.
"orang kurang kerjaan saja belum di angkat telponnya berkali kali nelpon terus,udah di angkat malah diam ckk... aneh benar "
Dahlia mengoceh sendiri sambil melanjutkan aktivitasnya dari kamar mandi Adam keluar dengan menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.
"Siapa yang nelpon lia..."
Adam bertanya dengan istrinya sambil mengacak acak rambutnya yang masih basah
"Orang iseng aja mas gak ada suaranya.... "
Dahlia bicara sambil duduk di sofa kamar mereka tanpa sengaja dia melihat tanda merah di dada suaminya.
Pikirannya melanglang buana teringat suaminya pulang ke rumah sudah hari sudah menjelang pagi.
Tidak ingin berburuk sangka dia menepis pikiran tentang suaminya.
"mas... dada mas Adam kenapa koq merah ?"
Dahlia mencoba bertanya dengan suaminya dengan napas yang tertahan sesak rasanya ada luka melihat tanda itu.
Adam segera melihat ke dadanya sendiri betapa terkejutnya dia ternyata Siska telah meninggalkan jejak mereka semalam.
"oh...eh...ini....anu... lia jangan berburuk sangka dulu lia... ini bekas di kerok semalam mas bergadang lia...."
__ADS_1
Adam berkata dengan gugup sambil berusaha menyembunyikan jejak tersebut.
Dia mengumpat dirinya sendiri yang tidak memeriksa sisa sisa pertarungannya dengan Siska.