Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Adam Berubah


__ADS_3

Semenjak Adam bertemu Siska di rumah makan tersebut dia sering pergi dengan alasan bertemu teman temannya.


Dahlia tidak pernah curiga dengan suaminya,apalagi saat ini Dahlia juga di sibukkan dengan usahanya.


Suaminya tidak mengetahui kalau Dahlia saat ini sudah menjadi owner sebuah produk kecantikan.Pasalnya Dahlia tidak pernah menyimpan stok di rumahnya.


Dahlia punya tempat khusus di mana tempat itu sudah di belinya beberapa tahun lalu.


Suaminya hanya mengetahui dirinya hanya berjualan berbagai macam keperluan wanita di media facebook saja.


Di sebuah perumahan BTN di situlah Dahlia menjadikan gudang stok barang dagangannya.


Di sana ada dua orang wanita kepercayaannya mengurus penjualan barang ke konsumen.


Untuk bagian pengiriman Dahlia mempekerjakan satu orang laki laki.


Dahlia tidak bermaksud merahasiakan usahanya dari sang suami,hanya saja dia ingin memberinya sebuah kejutan.


Dahlia juga diam diam sedang mencari rumah di pusat kota yang tempatnya tidak jauh dari sekolah dan gudang penyimpan barang dagangannya.


****


''mas Adam... ada acara apa mas sama temannya? koq jam segini baru pulang?tadi Al nanyain kamu terus mas...''


Adam melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

__ADS_1


Dia pergi dari siang pulang sampai larut malam.


''mas tadi di ajak teman mas ke rumahnya Lia... dia mau mengajak mas bekerja sama untuk menjadi penampung buah segar berskala besar...''


Adam memang ada berkunjung ke rumah temannya yang di maksud,tapi sebelum ke sana dia mampir ke warung makan yang sekarang menjadi favoritnya.


Siska! ya hanya karena ingin bertemu Siska Adam jarang makan di rumah bersama anak dan istrinya.


"Al merengek minta di belikan motor yang seperti dia tunggang di tempat permainan anak anak itu lho mas..."


Dahlia menceritakan keinginan anaknya,bukannya Dahlia tidak bisa membelikan untuk anaknya.


Entah kenapa Alam hanya mau papanya yang membelikan untuknya,


"Besok saja kamu bawa Al jalan jalan pake mobil ya... biar besok mas yang pake motor matic kamu,biar Al bisa pilih sendiri kesukaannya"


Jika dulu suaminya lebih mengutamakan keinginan anak dan istrinya,kini jauh berubah.


Semua Dahlia lah yang di perintahkan untuk memenuhi keinginan Alam.


Adam bergegas ke tempat mandi dengan begitu Adam merasa aman dari komentar komentar Dahlia selanjutnya.


****


"ma... papa mana ma.... mobilnya masih di sini,tadi Al cari cari gak ada di sini ma"

__ADS_1


Alam bertanya dengan mamanya,


"papanya Al kerja biar bisa beliin Al mainan yang banyak"


Dahlia berkata sambil tersenyum.


"papa sekarang sibuk benar ya ma,Al pengen kita jalan jalan lagi seperti dulu kalau Al libur sekolah ma.."


Dahlia memahami perasaan anaknya,sudah beberapa bulan suaminya jarang di rumah,pulang selalu larut malam.


"Tunggu papa Al tidak sibuk lagi ya.... "


Dahlia memberi pengertian dengan putranya.


"siap ma..."


Alam berkata sambil membuat tanda hormat.


"Anak pintar...."


Dahlia tersenyum pada putranya yang mudah di beri pengertian,yang tidak pernah membuat repot mamanya.


Sementara Adam pergi menggunakan motor matic istrinya,dia berencana mencarikan mobil seken yang masih mulus.


Dengan demikian istrinya bisa membawa anaknya jalan jalan kemana mereka suka,sedangkan dirinya bebas bertemu Siska wanita incarannya saat ini.

__ADS_1


Siska telah membuatnya lupa akan segalanya .


__ADS_2