
Di tempat lain Siska merasa kesal lantaran sudah berapa hari ini nomor Adam tidak bisa di hubungi,pesan yang kirim masih dalam status centang satu.
Siska mencoba menelpon kembali lagi lagi di luar jangkauan wajah kesalnya tidak bisa dia sembunyikan.
("kemana saja laki laki bodoh itu ! sudah menikmati tubuhku lalu ingin menghindari dari ku ! awas kamu Dam ! akan aku buat hancur keluargamu !")
Siska berkata dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
"Mbak siska...kenapa sih melamun terus pelanggan mau bayar saja tidak di layani kalau ketahuan atasan Mbak siska bisa di pecat lho .."
Salah seorang kasir menegur siska sebab semua pelanggan restoran ternama itu antri untuk membayar ke meja sebelah siska.
"Maaf nyonya tuan silahkan menuju meja saya ..."
Siska jadi gelagapan dengan senyum di buat semanis mungkin dia buat demi pelanggannya.
"sudah terlanjur di meja di sini Mbak...lagian dari tadi panggil Mbaknya malah gak dengar "
Salah seorang pelanggan berkata sambil mencibir.
"Maafkan kelalaian saya nyonya.... tadi saya dapat berita keluarga saya di kampung jadi saya kepikiran mereka terus "
Ujar siska berdusta.
"lain kali mbak kalau kerja ya kerja jangan urusan pribadi di bawa tempat kerja !"
Salah seorang pelanggan wanita memaki Siska.
"sekali lagi maaf nyonya... "
Siska kembali meminta maaf dengan pelanggan tersebut dengan sangat terpaksa dia harus bersifat ramah tamah dengan wanita yang cerewetnya luar biasa.
__ADS_1
Setelah makan siang Siska segera pulang kebetulan hari ini dia mengambil ship pagi sampai siang.
Sampai di kosnya pun Siska masih kesal dengan kejadian hari ini,dia mencoba kembali menghubungi Adam masih belum bisa di hubungi.
****
Di sebuah klub malam Siska melampiaskan rasa kesalnya dia memesan sebotol minuman beralkohol,dia menegak minuman itu hingga tandas.
Efek alkohol sudah mulai beraksi Siska menggelengkan kepalanya mengikuti hentakan musik yang memenuhi ruangan tersebut.
Semakin lama semakin Siska menikmati musik yang mainkan oleh pemandunya,sejenak Siska melupakan semua rasa kesalnya hari ini seorang pria datang menghampirinya.
"hai nona mari menari denganku "
Ajak pria tersebut
Siska menoleh ke arah pria itu alkohol yang sudah bekerja di sarafnya membuat dirinya melihat pria tersebut seperti Adam.
Siska bicara ngelantur di peluknya pria yang menurut pandangan matanya itu adalah Adam,pria asing itu membiarkan saja siska memeluk dan menciumnya.
"Dam.... kenapa kamu diam saja..... kamu tidak merindukanku....?"
Ucap siska lagi semakin tak jelas.
Pria itu merasa ada kesempatan emas di balasnya pelukan siska
"Tentu aku merindukanmu manis...."
ucap pria itu dia tidak tahu siapa nama wanita yang sedang mabuk alkohol itu.
"Dam.... kamu romantis sekali..... aku mau pulang.... kamu mau kan ikut aku Adam sayang...?"
__ADS_1
"Tentu saja aku mau sayang.... tapi kita habiskan minuman ini dulu ya..."
Pria itu memberi siska segelas lagi yang sudah di campur obat perangsang.
Pria itu membawa Siska menuju kamar yang sudah di sewanya di klub malam tersebut.
Siska yang sudah terpengaruh oleh obat yang di minumnya sudah tidak bisa di kendalikan lagi.
Pria asing itu membuka pakaian yang di pakai oleh siska dia terus menikmati tubuhnya yang indah,pria itu mengakhiri permainannya di Siska yang tidak bisa membuka matanya hanya menggeliat menikmatinya.
Pagi hari Siska merasa kepalanya sangat pusing matanya masih berat untuk di buka dia merasa ada yang memeluknya.
Di buka matanya di lihat ada seorang pria tak di kenal sedang memeluknya,mereka sama sama tanpa busana.
"hei bangun...kenapa kamu meniduri ku !berani sekali kamu !"
Siska membangunkan pria itu dengan marah
"oh...manis ku ternyata kamu sudah bangun "
Pria itu membuka matanya sambil tersenyum menggoda siska.
"Kamu telah menjebak ku siapa kamu hah..."
Siska yang sudah berpakaian berdiri di dekat pria yang masih bersandar di tempat tidur.
"ha..ha...ha.... kamu lucu sekali..aku tidak menjebak mu nona... justru aku hanya mengikuti ajakan mu.... siapa yang terjebak ?"
Pria itu tersenyum mengejek Siska menekan pelipisnya yang masih terasa pusing.
Siska berusaha mengingat bagaimana dirinya bisa bersama pria asing itu.
__ADS_1
Siska segera pulang meninggalkan pria itu tanpa dia memperdulikan panggilan dari orang yang telah tidur bersamanya selama satu malam.