Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
penelpon misterius


__ADS_3

Dua hari telah berlalu tapi tidak ada kabar apapun dari para anak buah David, selama dua hari itu juga Yumna tidak mau makan dan minum. Hingga tubuhnya terlihat sangat kurus bahkan wajahnya pun terlihat pucat Pasih.


Sudah berbagai cara David lakukan agar Yumna mau makan, paling enggak David ingin Yumna minum susu yang selalu dia buat, tapi tetap saja dia tidak ingin makan atau minum apapun.


"Sayang, seenggaknya minum susu ini dulu ya!" bujuk David tapi Yumna menggeleng.


"Nanti kamu sakit." Tangan David terulur menyentuh kening Yumna yang hangat.


"Aku nggak mau makan sebelum Arka, ketemu Mas," jawab Yumna.


"Tapi kamu juga harus jaga kesehatan untuk Arka, kamu harus selalu sehat untuk dia," ujar David membuat Yumna menoleh padanya.


Dia mengkerutkan kening menatap David. "Kalau ternyata di luar sana Arka, belum makan gimana Mas? Aku enak-enakan makan di sini sedangkan Arka, di luar sana nggak tau udah makan atau belum." Yumna berbicara dengan lirih.


Mata Yumna terlihat sangat bengkak karena selama dua hari ini tak henti-hentinya dia menangisi Arka, dia takut jika Arka kenapa-kenapa di luar sana.


Indra hanya bisa menghela napas panjang saat melihat putrinya seperti itu, ibu mana yang tidak akan sedih jika jauh dari anak semata wayangnya.


Apa lagi Arka masih sangat kecil. Saat semuanya terlihat sedang berpikir Yumna mendapatkan telpon dari seseorang.


Yumna mengkerutkan kening melihat barisan nomor di layar ponselnya, sepertinya yang menghubungi Yumna orang yang tidak dia kenal.


"Hallo, siapa ini?" sapa Yumna dengan lembut pada si penelpon.


📞"Hallo, kalau kamu mau anak kamu selamat diam dan dengarkan perkataanku," ucap si penelpon membuat Yumna terkejut. Dia bangkit dari duduknya dan berjalan sedikit menjauh dari anggota keluarga yang lain.


Dia menoleh pada David sekilas kemudian kembali fokus pada telponnya.


"Di mana Arka?" tanya Yumna berbisik, dia tidak ingin nyawa Arka terancam. Jadi, dia mengikuti apa yang si penelpon minta.


📞"Dia baik-baik saja, kalau kamu mengikuti perintahku, lagi pula aku tidak punya masalah apapun sama dia, karena masalahku yaitu kamu."


"Apa mau kamu?" Yumna bertanya masih dengan berbisik dan tetap tenang, walaupun sebenarnya dia sangat khawatir.

__ADS_1


📞"Kalau kamu mau anakmu ini selamat, maka kamu harus mau menggantikan dia di sini, apa kamu bersedia?"


"Iya aku mau." Yumna menjawab dengan spontan, karena baginya keselamatan Arka adalah yang utama.


📞"Ha-ha-ha, baiklah, temui anak buahku di taman xxx nanti sore pukul lima."


"Baiklah."


📞"Ingat, jangan bawa polisi atau siapapun, kamu harus benar-benar sendiri. Kalau sampai kamu berbohong, maka jangan harap kalian bisa melihat Arka, lagi," ancam si penelpon misterius.


"Iya, aku janji akan sendirian ke taman xxx itu, tapi bolehkah aku mendengar suara Arka, dulu."


📞"Baiklah, tapi hanya satu menit." Setelah mengatakan itu si penelpon misterius yang suaranya disamarkan dengan suara kancil pun terdengar memanggil anak buahnya.


📞"Hallo, Mamah, Papah, alka, takut."


"Sayang, Ar---." Yumna menghentikan ucapannya saat melihat semua orang menatapnya dengan raut wajah ingin tahu.


Yumna pun tersenyum lalu kembali berbicara dengan Arka dengan nada yang lebih kecil lagi.


📞"Alka, takut. Kapan Mamah, sama Papah, ke sini?"


"Iya sayang, nanti sore Mamah, jemput kamu ya nak, sekarang Arka, sabar dulu ya," jawab Yumna dan sambungan telepon pun tiba-tiba terputus.


"Hallo, hallo."


Namun, tidak ada jawaban apapun karena panggilan sudah diputus sepihak oleh si penelpon misterius itu.


David yang penasaran pada Yumna langsung berjalan mendekat. "Ada apa sayang? siapa yang nelpon?" tanya David.


"Em--- itu, ta-tadi Mas Bayu, yang nelpon Mas, dia tanya apa Arka, sudah pulang atau belum. Aku jawab belum dan sambungan tiba-tiba terputus, mungkin sinyalnya," jawab Yumna dengan senyum yang dipaksakan.


Lalu, dia pun kembali duduk. David yang melihat gelagat aneh dari Yumna pun hanya tersenyum getir sambil melirik pada ponsel yang Yumna genggam dengan erat.

__ADS_1


Yumna melirik pada jam dinding yang menggantung, sekarang sudah pukul empat sore. Satu jam lagi dia harus sudah sampai di taman itu, maka Yumna pun berniat bersiap-siap lebih dulu.


"Permisi, semuanya aku mau siap-siap dulu. Aku ada janji sama temen," pamit Yumna.


Hal itu membuat David menjadi lebih curiga, pasalnya sejak dua hari lalu Yumna tidak bersemangat apapun.


Namun, kenapa setelah mendapatkan telpon dia berlaga aneh dan tiba-tiba saja dia ingin keluar rumah.


Saat Yumna sudah menaiki dua anak tangga David memanggil Yumna. "Sayang, boleh aku pinjam ponsel kamu dulu? sebentar aja kok," ucap David.


Yumna sempat terlihat bingung, tapi dia harus segera bersiap jadi dia langsung memberikan ponselnya pada David.


Saat Yumna sudah pergi dari ruang keluarga, David langsung memeriksa panggilan telpon diponsel Yumna, dan nomor tanpa nama itu yang David curigai.


David yakin nomor tanpa nama ini bukan nomor Bayu, dan dia pasti yang membuat Yumna mendadak ingin pergi. David dan Adit pun memutuskan untuk mengikuti Yumna diam-diam.


Saat Bayu dan Adit sedang merencanakan sesuatu, Yumna sudah kembali. "Mas, ponselku mana?" tanya Yumna.


David tersenyum dan menyodorkan ponselnya pada Yumna. "Ini sayang, emang kamu mau ke mana sih?"


"Aku mau ketemu temen Mas, bentar aja kok," jawab Yumna kemudian dia pun berpamitan pada Indra dan yang lain.


Setelah melihat Yumna pergi menggunakan ojek online David dan Adit pun langsung bergegas masuk ke dalam mobil.


Dia mengikuti Yumna dengan jarak satu sampai tiga meter agar tidak ketahuan oleh Yumna.


Mata David membulat sempurna saat Yumna berhenti di sebuah taman. "Gua yakin ini ada sangkut pautnya sama Arka," ucap Adit.


"Gua juga berpikir kaya gitu, nggak mungkin Yumna, ke sini hanya untuk bertemu temannya. Nomor tanpa nama itu pasti penculik Arka," jawab David sambil memerhatikan Yumna dari dalam mobil.


BERSAMBUNG...


lanjut nggak nih?

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏 kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 😂


__ADS_2