Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Semuanya kembali seperti semula


__ADS_3

👋Hallo semuanya, apa kabar? Semoga semuanya baik ya, aamiin! 🙏


Aku jelaskan dulu ya sebelum baca, ini semua murni hasil haluan aku. Kalau ada kesamaan, nama tokoh alamat dan lain-lain itu hanya kebetulan dan tanpa kesengajaan.


Ok sekian dan terima gaji.


SELAMAT MEMBACA


Sebab hari sudah semakin larut, Arka dan Ayarra memutuskan untuk masuk ke dalam. Tangan keduanya pun saling menggenggam dan mengayun diudara setiap kaki mereka melangkah.


"Apa Opah tau kalau kamu ke sini?" tanya Ayarra.


"Tau dong, bahkan dia ngasih tau aku kalau kamu lagi di sini," jawab Arka sambil mencium tangan Ayarra.


"Arka, apa nggak masalah kalau kamu dekat lagi sama aku?" lirih Ayarra. Dia takut jika suatu saat kedekatan mereka akan menjadi masalah untuk keluarganya atau untuk mereka sendiri.


"Nggak akan ... aku janji sama kamu," tegas Arka.


"Kamu tidur di mana?" tanya Arka saat mereka sudah sampai di dalam rumah.


"Aku tidur di sana, di kamar tante." Ayarra menunjuk kamar yang berwarna biru muda dengan beberapa gambar Doraemon kesukaannya.


"Apa semua itu ulah kamu?" tanya Arka, karena kamar mamahnya itu memang berwarna biru, tapi tidak ada gambar Doraemon.


"Hehehe ... Aku baru pasang kemarin." Ayarra tersenyum malu-malu karena sudah merubah kamar orang tua Arka.


"Dasar, yaudah tidur gih! aku mau ke kamar opah dulu," titah Arka sambil mengacak rambut Ayarra.

__ADS_1


Seperti anak kecil yang patuh pada orang tua, Ayarra pun mengangguk dan melangkahkan kakinya memasuki kamar, kemudian menutup pintu kamarnya.


Sementara Arka berbelok ke kamar sebelumnya, dia ingin menemui opahnya untuk menanyakan kabar. Sebab tadi dia hanya berbincang sebentar kemudian menanyakan keberadaan Ayarra.


"Opah?" panggil Arka sambil mengetuk pintu berwarna cokelat kehitaman itu.


"Masuk saja Bang! nggak dikunci kok." Terdengar suara Indra yang meminta Arka untuk masuk.


Arka membuka pelan pintu itu, dan matanya langsung disuguhi dengan foto-foto dirinya yang masih balita dan sang mamah yang tergantung di dinding.


Arka tersenyum sambil menyentuh setiap foto yang ada di sana.


"Opah lagi apa?" tanya Arka sambil mendudukkan dirinya di samping Indra.


"Wah siapa cewek yang ada di foto ini?" Arka kembali bertanya saat melihat wanita yang diperkirakan berumur 21 tahun sambil menggendong bayi perempuan.


"Apa?" pekik Arka tidak percaya, sedangkan Indra terkekeh.


"Kok Opah malah ketawa?" sungut Arka.


"Ha-ha-ha ... Kamu pasti berpikir kalau Sherina dan Yumna itu berbeda ya?" tanya Indra dan spontan Arka mengangguk.


"Sherina dan Yumna adalah orang yang sama," ujar Indra sambil tersenyum menatap album foto yang sedang dia pangku.


Sementara Arka hanya diam saja mendengarkan. "Dulu mamah kamu itu namanya Sherina, tapi suatu saat omah kamu salah paham sama Opah, dan kabur bersama Sherina yang masih kecil," terang Indra.


Arka masih tidak menjawab atau pun bertanya, dia masih fokus mendengarkan.

__ADS_1


"Terus untuk menghilangkan jejak, omah kamu mengganti nama mamah kamu menjadi Yumna Saputri, Opah udah cari mamah dan omah kamu ke mana pun, tapi hasilnya nihil," tutur Indra.


"Tapi gimana ceritanya Opah bisa tau kalau Yumna itu adalah Sherina?" kini Arka mulai bertanya.


"Karena omah Rani, dulu papah kamu juga hampir terjebak oleh sesuatu yang belum jelas. Beruntung dia sangat cerdas, dan kebeneran terungkap sebelum mamah kamu bener-bener pergi lagi," jawab Indra.


'ternyata kedua orang tuaku juga pernah mengalami hal yang sama?' batin Arka.


Indra menatap wajah tampan Arka kemudian tersenyum. "Opah sangat bersyukur saat mendengar semuanya sudah terbongkar, meskipun sedikit terlambat, karena kamu sempat menikahi Nia, tapi tidak apa. Yang penting semuanya udah jelas dan kamu bisa kembali sama Ayarra," tutur Indra dan Arka pun tersenyum.


"Aku juga bersyukur banget Opah, karena aku sangat mencintai Ayarra," jawab Arka.


"Oh iya di mana dia sekarang?" Indra baru teringat pada Ayarra yang tidak datang bersama Arka.


"Dia udah kembali ke kamar Opah," jawab Arka.


"Opah, nanti ikut aku ke Jakarta ya! buat apa Opah sendiri di sini, mending kita di sana bersama-sama, apa Opah nggak mau liat aku menikah?"


"Kemarin juga sebenarnya Opah mau ke sana, menghadiri pernikahan kamu, tapi entah kenapa Opah merasa ada yang janggal. Lagi pula waktu itu Ayarra telepon bilang kalau dia mau ke sini, jadi Opah putuskan untuk tidak pergi," kata Indra.


"Berarti nanti kita pulang bareng ke sana ya Opah! kita kasih kejutan ke mamah," ajak Arka dan Indra mengangguk.


BERSAMBUNG...


Nah udah selesai bacanya kan? Jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏


Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga monggo dengan senang hati aku menerimanya 😂

__ADS_1


Dadah sampai ketemu lagi di cerita selanjutnya👋


__ADS_2