Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Bab 11


__ADS_3

Seperti hari biasanya Adam di sibukkan dengan pekerjaannya sehari hari di perkebunan.


Dahlia hanya mengurus putranya di rumah,dia belum menanyakan soal lukisan tersebut.


Di saat Alam tertidur Dahlia menyiram tananman bunganya yang sengaja Dahlia tanam di pot.


Dahlia sengaja membuat kesibukan supaya tidak merasa jenuh ketika anaknya sudah tidur.


"bunganya indah dan cantik ya,bikin mata betah memandangnya''


Dahlia di kejutkan dengan suara seorang laki laki,dia menoleh ke arah suara.


Ternyata Rudi laki laki yang sering bertamu ke rumahnya ketika suaminya sudah pulang.


"eh.. bang Rudi, bikin kaget saja,gak kerja bang.?" Dahlia yang masih kebingungan bertanya pada Rudi pasalnya dia tahu sejak kapan teman suaminya itu datang.


"Lagi break hari ini,mau segarkan mata dengan pemandangan yang cantik cantik


dulu"


Rudi menjawab pertanyaan Dahlia sambil tersenyum menggoda ke arah Dahlia.

__ADS_1


Dahlia tersentak dengan perkataan Rudi,dia pun menjadi salah tingkah sendiri.


Dahlia masih berpikir bagaimana caranya supaya Rudi cepat pulang,dia tidak ingin ada pandangan negatif terhadapnya.


Terdengar tangisan Alam,berarti dia sudah terbangun,Dahlia merasa terbantu dengan tangisan putranya.


Dahlia basa basi saja berpamitan dengan Rudi untuk menenangkan anaknya.


Dahlia segera masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumahnya.


Dari kaca jendela kamar Dahlia melihat Rudi masih berdiri di depan rumahnya,terlihat sebuah senyuman yang sangat aneh.


Dahlia bergidik ngeri dengan senyuman itu,cepat cepat Dahlia mengunci pintu rumahnya.


Dia merasa lega karena Rudi sudah tidak terlihat lagi,ingin rasanya dia menelpon suaminya supaya segera pulang.


Tapi tidak mungkin,Dahlia tidak bisa membuktikan kalau Rudi ada niat untuk berbuat jahat.


Sore hari Adam sudah di rumah,seperti biasanya Dahlia membuatkannya secangkir kopi setelah suaminya selesai mandi.


Dahlia duduk menemani suaminya yang duduk sambil menikmati kopi,ada niat ingin bercerita pada suaminya tapi masih ada rasa ragu ragu.

__ADS_1


Dahlia akhirnya menemukan ide apa yang harus dia bicarakan dengan suaminya mengenai Rudi.


''Mas... bang Rudi tempat kerjanya di mana ya mas ?''


Adam merasa aneh baru kali ini istrinya menanyakan perihal tentang temannya itu.


''oh...dia sama kaya mas...mendapat kontrakan kerja mengurus perkebunan sawit sebelah barat bosnya mas,hanya bedanya Rudi tidak turun tangan langsung seperti mas,dia memperkerjakan orang lagi di sana,''


Adam menjelaskan pada istrinya panjang lebar


Dahlia manggut manggut mendengar penjelasan suaminya.


''anak istri bang Rudi ada di mana mas,lia tidak pernah melihat bang Rudi bersama anak dan wanita selama kita berada di sini?''


Dahlia kembali bertanya pada suaminya,


''Rudi seorang duda tanpa anak, dia di tinggal istrinya menikah lagi dengan seorang pemilik perusahaan pabrik sawit terbesar di daerah ini,..." Adam kembali menjelaskan apa yang sudah dia dengar dari cerita temannya itu.


Dahlia diam dan hanya berdehem saja mendengar cerita suaminya


"ada apa dengan Rudi,...kenapa koq hari kamu menanyakan ***** bengek si duren itu... kamu kepincut ya dengan ketampanannya...hehehe...''

__ADS_1


Adam menggoda istrinya jika di lihat Rudi memang tampan dari dirinya,hanya lengannya hampir separuh di penuhi oleh tato.


Dahlia tersentak kaget dengan kelakar suaminya,wajahnya bersemu merah dan dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia menceritakan ketakutan dirinya di saat Rudi menyampari dirinya yang sedang menyiram bunga.


__ADS_2