Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Lamaran David


__ADS_3

Yumna berjalan mendekati mereka dengan perasaan was-was, apakah mereka marah karena David disini? Atau karena hal lain?


Yumna memantapkan langkahnya mendekati Indra, Panji, Ajeng dan Omah Ratih. Saat melihat kedatangan Yumna, Omah Ratih langsung berdiri dan mengajak Yumna untuk bergabung.


Yumna mendudukkan dirinya di samping Indra, matanya menatap mantan mertua, ah ralat, tapi mertuanya dengan penuh tanya.


"Yumna, apa kabar?" tanya Panji memecah keheningan yang tercipta karena Yumna hanya diam saja.


"Baik, Pah," jawab Yumna kikuk dan sebenarnya dia masih kenapa mertuanya ada disini.


Apakah mereka marah karena David sering kesini.


"Yumna, kamu pasti bingung kan, kenapa mendadak kami kesini?" tanya Panji dan Yumna reflek mengangguk.


Panji tersenyum tipis melihat Yumna yang spontan mengangguk. "Yumna, kami datang kesini ingin menjelaskan kejadian dua tahun lalu. Semua tidak seperti yang kamu pikirkan, David tidak seperti itu." Panji menjeda ucapannya karena ingin melihat respon dari Yumna.


"Iya, aku sudah tau, Pah, Mas David sudah menjelaskannya," ujar Yumna.


"Berarti kalian sudah rujuk?" tanya Panji, Yumna langsung menggeleng.


"Aku butuh waktu, Pah," jawab Yumna, Panji mengangguk paham.


Kejadian dua tahun lalu memang menyakitkan untuk Yumna dan David.


Jadi, wajar saja kalau Yumna atau David butuh waktu untuk melupakan semuanya hingga menjauh dari akar permasalahan.


____________________________________________________


Sementara itu di kamar Yumna, David mera*ba bantal yang ada di sampingnya.


David langsung terbangun ketika menyadari bantal itu dingin, yang artinya sudah lama tidak ditiduri.


David beranjak dengan perlahan agar Arka tidak terganggu olehnya. David mengkerutkan kening saat melihat anggota keluarganya ada disini.


David menatap Yumna yang sedang menunduk, dia semakin mempercepat langkahnya karena khawatir pada Yumna.


Dia takut jika Mamahnya kembali melakukan kesalahan seperti beberapa tahun lalu.


"Sayang, kamu kenapa?" David langsung terduduk di samping Yumna, sambil menggenggam dan mengelus tangannya.


"Mas, udah bangun?"


"Udah, cepet sayang jawab, kamu nggak apa-apa kan?" tanya David khawatir.


"Aku nggak apa-apa, Mas." Yumna melepaskan genggaman tangan David, karena malu di lihat semua orang.


"Ada apa, Mah, Pah?" David bertanya, karena tidak tumben banget keluarganya datang kesini.


"Nggak ada apa-apa, Dav, Omah cuma kangen sama anak kamu, mana dia?" jawab Omah Ratih sambil mengedarkan pandangannya mencari Arka.

__ADS_1


"Arka masih tidur, Omah," ujar David.


David memperhatikan keluarganya dengan saksama, dia takut jika Ajeng melakukan atau memberitahukan hal yang tidak-tidak seperti beberapa tahun lalu.


Saat David tengah serius menatap keluarganya, Arka yang baru saja terbangun dari tidurnya menghampiri mereka semua sambil menangis.


"Mamah, huaaa..." Arka memanggil Yumna.


David dan Yumna langsung menghampiri Arka, lalu David menggendong Arka.


"Kenapa sayang?" tanya David.


"Alka di tinggal," jawab Arka sesenggukan. Namun, tangisnya terhenti kala melihat anggota keluarga Wijaya. Arka mengedarkan pandangannya mencari seseorang.


"Arka cari siapa?" tanya David.


"Anak nakal itu," jawab Arka dengan wajah polosnya, yang Arka maksud adalah Yuda anak dari Brian dan Diana.


Arka memanggilnya nakal karena menurutnya Yuda ingin mengambil David darinya.


"Sayang, anak baik nggak boleh ngomong gitu lho." Yumna menasihati Arka, dan Arka mengangguk.


"Tapi dia mau ambil Papah," protes Arka dengan wajah tertunduk karena merasa sudah salah, sedangkan David langsung mencium pipi Arka dengan penuh cinta.


Ajeng, Panji dan Omah Ratih tersenyum, mereka merasa sangat bahagia, akhirnya setelah beberapa tahun ini menjadi orang yang dingin, kejam dan galak.


Sekarang David sudah kembali menjadi David yang dulu, David yang selalu tersenyum dan hangat pada anggota keluarganya.


"Dav, apa kamu sering kesini?" tanya Ajeng.


"Iya, Mah, apa lagi kalau Arka lagi kumat manjanya, David sampai tidak boleh pulang." David menjawab sambil bercanda gurau dengan Arka, sedangkan Yumna hanya tersenyum memperhatikan.


"Kalau gitu kenapa kalian tidak rujuk saja?" timpal Indra membuat Yumna spontan menoleh padanya sambil mengkerutkan kening.


"Lho, kenapa kamu kaget sayang, apa yang Papah katakan benar kan?" sambung indra.


"Tapi... aku..."


"Kalian masih saling cinta kan? Arka juga butuh kalian. Lalu apa lagi yang kalian pikirkan?" Indra memotong ucapan Yumna.


David tersenyum mendengar mertuanya mengatakan hal seperti itu, sedangkan Yumna malu-malu.


"Benar kan Yumna?" goda Indra sambil mengedipkan matanya pada Panji yang sedang terkekeh pelan melihat Yumna yang malu-malu.


"Yumna, sayang, mau sampai kapan kalian begini?Kemaren Papah sudah dengar David meminta rujuk, tapi kamu yang minta waktu. Mau sampai kapan Nak? lupakan masalalu dan pikirkan Arka, lagi pula kamu hanya salah paham." Indra menasehati Yumna.


Yumna menundukkan kepalanya karena bingung harus jawab apa, satu sisi apa yang Papahnya ucapkan itu benar. Namun, Yumna sendiri pun masih bingung.


'apa ini waktunya melamar Yumna? ya, baiknya sekarang aja, mumpung ada semua anggota keluarga juga kan' batin David.

__ADS_1


Kemudian David langsung berjongkok di bawah Yumna yang sedang duduk di sofa, mata Yumna membola melihat David yang tiba-tiba saja berjongkok di depannya diikuti oleh Arka.


Semua orang yang ada di sana tertawa melihat Arka yang mengikuti Papahnya. David mengeluarkan kotak beludru berwarna merah yang sudah dia siapkan beberapa hari lalu. Namun, belum sempat dia berikan pada Yumna karena menunggu waktu yang tepat.


"Yumna, maafin atas apa yang kamu lihat beberapa tahun lalu, walaupun itu semua hanya kesalahpahaman. Namun, aku harus meminta maaf atas hal itu." David menjeda ucapannya.


Arka yang sedari tadi mengikuti David, menoleh ke arah David sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat semua orang tersenyum.


"Yumna, hidupku beberapa tahun ini sangat sulit.


Kau pergi membawa cinta dan semua keyakinanku untuk hidup. Namun, kini kamu sudah kembali, kau sirami lagi bunga yang sempat layu hingga kini bunga itu kembali tumbuh bermekaran di relung hatiku."


"Papah, alka capek," protes Arka memotong ucapan David, spontan semua orang tertawa terbahak-bahak karena Arka, termasuk juga David dan Yumna.


"Kalau gitu Arka duduk sini sama Mamah," usul Yumna tapi Arka menggeleng.


"Aduh Arka, papah jadi lupa," ucap David.


Arka yang tidak paham maksud David hanya angkat bahu acuh.


'untung anak'. batin David tersenyum.


"Yumna, hanya satu yang aku inginkan. Yaitu, aku mencintaimu dan dicintai olehmu, tanpa hadirnya orang lain diantara kita. Yumna, maukah kamu menikah kembali denganku, dan memulai semuanya dari awal," ujar David sambil memegang sebuah cincin.


"Pakek, pakek," Arka mengambil cincin tersebut dan memberikannya pada Yumna.


"Sayang, biar Mamah jawab dulu, baru pakai," protes David.


"Jawab apa?" tanya Arka bingung.


Semua orang lagi lagi di buat tertawa oleh tingkah Arka.


"Jadi, bagaimana sayang?" tanya Panji.


"Kasian lho sama Arka, dia udah bantuin tuh," timpal Indra sambil menahan tawa melihat tingkah Arka.


"Aku...Iya aku mau," jawab Yumna malu-malu.


"Apa sayang? aku nggak denger, coba bilang sekali lagi!" ucap David.


"Nggak ada siaran ulang, kalau nggak denger yaudah." Yumna memutar bola mata malas, David terkekeh dan langsung memakaikan cincin tersebut pada Yumna.


Setelah cincin itu terpasang di jari manis Yumna, semua orang bertepuk sebelah tangan untuk David dan Yumna termasuk Arka. Dia yang paling semangat bertepuk tangan walaupun dia tidak tau apapun.


BERSAMBUNG..


hai ka 👋 jangan lupa tinggalkan like and komennya ya 🙏 kalau kalian mau ngasih bunga atau love juga Monggo dengan senang hati aku menerimanya 🥰


maaf ya baru up, kemaren sibuk.

__ADS_1


ada yang kangen gak??🤭


__ADS_2