Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Fathan bertemu wanitanya


__ADS_3

"Hey Fathan, kenapa akhir-akhir ini muka kamu kusut banget, apa kamu lagi berantem sama pacar," goda Adit.


Fathan hanya tersenyum menanggapi. "Jangan ngaco, dia ini masih jomblo," jawab Bayu.


Fathan ini adalah asisten Bayu yang baru bekerja beberapa bulan lalu, dia pria yang sederhana tapi sangat tampan dan baik.


"Kamu masih jomblo? ah kenapa aku nggak percaya," ledek Adit.


"Emangnya kamu," sungut Bayu.


Semenjak Bayu menikah dengan Angel dan Adit menikah dengan Nayla. Bayu dan Adit memang sering sekali meledek satu sama lain.


Fathan hanya tersenyum menanggapi, dia memang tidak banyak bicara. "Udah, udah, nggak usah godain anak orang terus," sela David melerai godaan Adit.


Saat dia melihat wajah malu-malu dari Fathan, karena David sangat mengenal Fathan jauh sebelum Bayu, dulu Fathan bekerja di kantor David sebagai karyawan biasa.


Lalu, Bayu meminta David untuk mencarikannya asisten, karena asisten Bayu yang dulu meninggal dunia dan David langsung menunjuk Fathan.


Walaupun Fathan hanya lulusan SMA, tapi kepintaran dan kegigihannya dalam bekerja tidak diragukan lagi.

__ADS_1


"Yaudahlah, kalau gitu aku pulang dulu, lagi enak-enak tidur malah di telepon suruh ke kantor. Kalau Ayarra tau baru aja pulang udah balik lagi ke kantor, bisa habis dia ceramah," pamit Bayu seraya bangkit dari duduknya diikuti oleh Fathan.


"Halah bilang aja mau lanjutin yang tadi belum tuntas, inget Bay, kalau mau main harus minum obat kuat dulu. Biar nggak encok," goda Adit yang langsung mendapatkan toyoran dari Bayu.


"Itu mah kamu, kalau aku masih kuat mau sampai 10 ronde juga," sindir Bayu.


"Enak aja, aku juga masih kuat. Makannya Nayla makin sayang, atau lu kali Dav, yang harus minum obat kuat. Biar Arka dan Alexa cepet punya adek." Adit malah semakin gencar menggoda kedua sahabatnya itu.


"Kenapa ke gua sih, kalian tuh yang baru punya anak satu. Ketokceran gua mah udah nggak usah diragukan lagi." David kembali menggoda Adit.


Membuat Fathan dan Bayu terkekeh. "Yaudahlah aku pamit ya," pamit Bayu lalu dia pun keluar bersama Fathan meninggalkan Adit dan David yang memang belum selesai dengan tugasnya.


Dua puluh menit kemudian Fathan dan Bayu sampai di kediaman Bayu. "Mampir dulu than," ajak Bayu.


"Nggak usah Pak, saya mau langsung pulang aja," tolak Fathan secara halus.


"Yaudah, hati-hati ya! Bawa aja mobilnya karena besok pagi kita ada rapat kan," kata Bayu.


"Baik Pak." Fathan pun membukakan pintu untuk Bayu.

__ADS_1


"Lain kali nggak usah bukain pintu segala." Bayu memprotes tindakan Fathan.


"Baik pak." Fathan sedikit menundukkan kepalanya pada Bayu.


Lalu, di kembali menutup pintu mobil itu, kemudian Bayu pun masuk ke dalam rumah.


Saat mata Fathan mengedarkan pandangannya, dia seperti melihat wanita yang beberapa minggu lalu menghabiskan malam bersamanya sedang duduk di balkon bersandar pada besi yang ada di sana sambil memainkan ponsel.


Fathan menajamkan penglihatannya, dan sepertinya Fathan tidak salah liat. Wanita itu benar wanita yang kemaren.


Bibir Fathan melengkung membentuk senyuman saat di melihat wanita itu lagi, dan tanpa sadar kakinya melangkah masuk ke dalam perkarangan rumah Bayu.


Sambil terus menatap wanita cantik itu, Fathan terus saja melangkah masuk.


'akhirnya aku bisa menemukan kamu juga, aku seneng banget bisa melihat kamu.' batin Fathan.


Matanya terus menatap wanita itu hingga tubuhnya tanpa sadar membentur pintu.


"Aww," ringis Fathan sambil memegangi keningnya.

__ADS_1


Saat Fathan menabrak pintu wanita yang sedang diatas balkon itu menoleh ke bawah dan melihat ke arah Fathan.


__ADS_2