Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Bab 13


__ADS_3

POV ****MAYA****


**Aku merasa merasa iba melihat kak Dahlia yang tidak pernah di anggap oleh mertuaku.


Hanya karena kak Dahlia hamil duluan ibu mertuaku mengatakan jika anak yang di kandung kak Dahlia bukan darah daging mas Adam.


Hingga suatu saat kami berkumpul di ruang keluarga ibu mertua membuat sebuah keputusan yang menyakitkan untuk kak Dahlia dan juga Adam.


"Dam...kebunmu yang satu hektar itu sekarang ibu yang mengolahnya,sedangkan yang satu hektar lagi di urus oleh adikmu Bagas,''


Adam ;''Kenapa seperti itu bu''


Bu Nani ;"kamukan tahu kalau sekarang ibumu sudah tidak punya kebun,!''


Adam;" kalau untuk ibu Adam bisa menafkahi


ibu juga,Dahlia pun bisa memahami


bu"


Bu Nani ; kalau almarhum ayahmu dulu tidak

__ADS_1


mewarisimu tanah kamu kan tidak


punya kebun Dam,lagian Dahlia juga


ada warisan dari orang tuanya


mas Adam diam saja,begitu juga dengan kak Dahlia,ibu mertuaku memang bisa di katakan kejam saat itu.


Sengaja beliau merampas yang sudah menjadi hak milik mas Adam.


Dengan mengkambing hitamkan aku dan mas Bagas,padahal aku dan mas bagas juga sudah ada warisan sendiri dari orang tuaku.


Mas adam hanya mendapatkan tiga puluh persen yang di ambil alih mertuaku,sementara yang di alihkan untukku dan mas bagas mas Adam mendapat empat puluh persen.


Akhirnya mas bagas mengalah diam diam mas bagas mengirim sebanyak enam puluh persen untuk mas bagas ketika mereka sudah pergi ke daerah rantau.


Empat puluh persennya untuk biaya perawatan kebun yang masih hak milik mas Adam.


Walau pun mas Adam mengatakan tidak perlu mengirim uang lagi karena mas Adam sudah cukup uang untuk keperluan anak dan istrinya.


Mas bagas masih terus mengirimnya dengan alasan uang bisa di tabung untuk keperluan dede Al, dan bisa di gunakan untuk membeli kebun lagi.

__ADS_1


Mas adam pun tidak menolak saran dari mas Bagas,jika ibu mertua menanya perihal tersebut aku dan mas Bagas sengaja mengelabuinya supaya tidak ada bentrok mulut lagi.


Setelah lama mas Adam dan kak Dahlia merantau aku melihat ada perubahan dari ibu mertua,beliau sering duduk termenung.


Apalagi semenjak aku dan mas Bagas menyarankan mas Adam untuk tidak terlalu sering menghubungi ibu mertua.


Semua itu kami lakukan supaya ibu bisa berubah sifatnya dan menyadari kesalahannya selama ini


Aku dan mas Bagaslah yang memantau kesehatan ibu dan memberi kabar pada mas Adam supaya dia tidak khawatir tentang ibu mertua yang mempunyai riwayat penyakit hipertensi.


Kak Dahlia sering mengirim foto dan video anaknya,sebenarnya ada rasa iri melihat anaknya kak Dahlia yang menggemaskan.


Sudah dua tahun lebih usia pernikahanku dengan mas Bagas kami belum di karunia seoarang anak.


Berbagai cara dan upaya sudah kami lakukan mulai dari pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan kami coba,tapi belum juga membuahkan hasil.


Suatu hari aku sengaja menghampiri ibu mertua dan memperlihatkan foto dede Al dengan beliau.


Mungkin dengan cara ini aku bisa membuat ibu mertua merindukan bocah yang tidak di akui menjadi cucu kandungnya.


Aku melihat perubahan raut wajahnya,seperti ada kerinduan di hatinya,dan aku sengaja mengatakan jika dede' Al sangat mirip dengan mas Adam.

__ADS_1


Dan beliau pun mengetahuinya,tak lupa juga aku diam diam mengirim pesan dengan kak Dahlia tentang perubahan ibu.


__ADS_2