
Arka yang duduk dihadapan Fathan, selalu menatap tajam ke arah Fathan. Dia tidak senang saat laki-laki itu menatap Ayarra.
Dia merasa jika ada sesuatu pada Fathan, Arka takut jika Fathan menyukai Ayarra.
"Eh ada Arka. Kapan dateng?" tanya Bayu yang sedang menuruni anak tangga diikuti oleh Angel.
"Baru aja Uncle," jawab Arka sambil menyalami tangan Angel dan Bayu.
"Di mana Ayarra?" tanya Angel pada Arka.
"Dia lagi bersiap dulu Tan." Arka menjawab dan tak berselang lama Ayarra datang.
Fathan memperhatikan Ayarra dari atas sampai bawah, dia merasa Ayarra sangat imut dan semakin terlihat cantik jika memakai seragam SMA.
"Ehem." Arka berdeham sambil melirik agar Fathan tidak terlalu lama memperhatikan pujaan hatinya itu.
Fathan yang paham apa yang dimaksud Arka, langsung memalingkan wajahnya dari Ayarra.
"Yaudah kita sarapan dulu yuk! Sarapan bareng-bareng. Arka, Fathan," ajak Angel.
"Em ... Aku sama Ayarra, langsung berangkat aja deh Tan," tolak Arka seraya bangkit dari duduknya.
"Sarapan dulu deh, bareng-bareng ya," bujuk Angel. Namun, Arka tetap menolak dengan alasan kalau mereka ada urusan.
__ADS_1
Sebelumnya Arka tidak pernah menolak tawaran Angel atau Bayu untuk sarapan bersama. Namun, karena dia tidak suka pada Fathan yang selalu menatap Ayarra, Arka menolaknya.
"Yaudah kalau gitu kita berangkat dulu ya Mah, Pah," pamit Ayarra sambil menyalami tangan kedua orang tuanya. Diikuti oleh Arka.
"Hati-hati ya! jangan lupa sarapan," pesan Angel.
"Siap Tante," jawab Arka, kemudian dia pun pergi bersama Ayarra.
"Fathan, sebelum berangkat kita sarapan dulu yuk!" tawar Bayu.
"Saya masih kenyang Pak, barusan minum kopi dan makan camilan," tolak Fathan.
"Udah ayok! Tadi itukan hanya kopi, bukan makan, sekarang kita sarapan dulu ya. Saya nggak mau dengar penolakan." Bayu menarik lengan Fathan, dan mau tidak mau Fathan pun mengikuti Bayu ke meja makan.
Di luar.
Arka memakaikan helm pada Ayarra dengan tetap memasang wajah masam dan datar, tanpa senyum sama sekali pada Ayarra.
"Kamu kenapa lagi sih muka masam banget, nggak enak tau dilihatnya," protes Ayarra.
"Kenapa kamu nggak nelepon aku semalam? Dan ngapain tadi kamu duduk berduaan sama laki-laki itu," tanya Arka dengan nada sedikit lebih tinggi.
"Semalam aku tidur lebih cepat, kalau tadi itu karena aku lagi istirahat sebentar," jawab Ayarra.
__ADS_1
"Bohong! kamu tau, aku sengaja datang pagi-pagi sekali karena semalam kamu nggak nelepon, tapi aku malah liat kamu ngobrol sama laki-laki itu," geram Arka, membuat Ayarra mengkerutkan kening.
"Aku bohong soal apa?"
"Semalam pas aku chat kamu, kamu itu belum tidur kan? Bahkan kata Nia kamu lagi bersih-bersih," kata Arka.
"Kamu chat aku? kapan? Ponselku semalam mati pas aku tidur." Ayarra mengambil ponselnya yang ada di dalam.
"Semalam, aku chat kamu tapi yang balas Nia, dan aku juga titip pesan ke dia kalau kamu udah selesai suruh telepon aku sebentar, kamu tau kan kalau teleponan sebelum tidur itu wajib," terang Arka.
"Aku nggak bohong, lihat! bahkan aku belum aktifin ponselku." Ayarra menunjukan ponselnya yang masih mati pada Arka.
"Aku nggak tau kalau kamu chat aku, Nia juga tadi pagi pas pulang nggak bilang apa-apa, dan tadi aku langsung olahraga sama papah. Jadi, belum sempat periksa ponsel," tutur Ayarra sambil mengaktifkan ponselnya.
Arka menarik napas panjang dan menghembuskannya kasar. "Yaudah ayok berangkat! Tapi kita sarapan nasi uduk Bu gendut dulu ya?" ajak Arka dan Ayarra mengangguk.
'maksud Nia apa sih bohong kayak gitu,' batin Arka sambil menaiki motornya.
"Jadi, kamu percaya kan sama aku?" tanya Ayarra.
Arka tersenyum, dan mengelus pipi Ayarra lembut. "Aku percaya, maaf ya," jawab Arka.
"Yaudah cepat naik," titah Arka.
__ADS_1
Ayarra menaiki motor Arka, kemudian mereka pun melaju.