
Sementara itu di tempat lain. Bayu yang khawatir pada Arka memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dan kini dia sudah sampai di Indonesia.
Dia sedang menunggu taksi pesanannya, walaupun setatus dia dan Arka hanyalah ponakan dan paman, tapi karena Bayu yang menjaga Arka sejak kecil. Membuat Bayu bisa merasakan apa yang Arka rasakan.
Maka dari itu Bayu memilih untuk kembali, dan kini dia sedang menunggu taksi pesanannya dengan gelisah.
Beberapa kali Bayu mendengus kesal karena yang ditunggu belum juga datang, padahal Bayu sudah sangat khawatir pada Arka, dia duduk dan bangkit lagi, duduk bangkit lagi.
'semoga Arka nggak kenapa-kenapa, aku khawatir banget sama dia,' batin Bayu.
Dia mengedarkan pandangannya sambil sesekali melirik pada ponselnya. "Ke mana sih?" gumam Bayu.
Saat Bayu tengah melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya, seorang pria paruh baya yang baru saja turun dari taksi online berlari menghampirinya.
"Maaf dengan bapak Bayu?" tanya pria paruh baya tersebut.
Bayu pun tersenyum dan mengangguk, kemudian mereka pun langsung berjalan dan memasuki mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat Bayu menunggu sebelumnya.
Sepanjang perjalanan Bayu selalu merapalkan doa agar Arka tidak kenapa-kenapa, dia benar-benar sangat khawatir dengan kondisi Arka.
'arka, udah ketemu belum ya? nomor Yumna nggak bisa dihubungi lagi,' batin Bayu sambil menggenggam erat ponselnya.
"Pak, bisa tolong lebih cepat dikit!" Bayu meminta agar sang sopir melajukan mobilnya lebih cepat.
Beberapa puluh menit kemudian, Bayu pun sampai di kediaman Indra Kusuma. Dia berterima kasih pada sang sopir dan langsung turun dari mobil dengan tergesa-gesa.
"Om," panggil Bayu pada Indra yang sedang memijat pelipisnya di ruang tamu.
__ADS_1
Di sana pun ada Nayla, Rani, Ajeng dan Panji yang terlihat sedang gelisah.
"Bayu? kok kamu bisa ada di sini? bukannya kamu udah sampai Jerman?" tanya Indra kebingungan.
"Iya Om, tapi aku khawatir banget sama Arka, dia di mana Om? dia udah ketemu kan?" jawab Bayu sekaligus bertanya tentang Arka.
Indra menghela napas panjang dan membuangnya kasar. "Duduk dulu Bay!" Indra meminta Bayu untuk duduk lebih dulu sebelum dia menjelaskan semuanya.
Bayu pun mengangguk, dia duduk di samping Indra. "Jadi, di mana Arka, Om?" tanya Bayu kembali.
"Arka, belum ditemukan Bay," jawab Indra dengan pandangan kosong ke depan.
"Kenapa sampai berhari-hari gini belum ditemukan? bagaimana kalau dia kenapa-kenapa? Terus di mana Yumna?" Bayu terlihat sangat khawatir.
"Yumna tadi sempat mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal, dan David sedang mengikutinya, karena David curiga pada si penelpon misterius itu," tutur Indra.
"Memangnya Yumna pergi ke mana?" tanya Bayu.
"Apa Om, simpan nomor yang menelpon Yumna?" Bayu kembali bertanya dan Indra mengangguk.
"Ya, tadi Om, sempat memintanya pada David," jawab Indra sambil memeriksa ponselnya.
"Ini nomornya." Indra menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan rentetan angka di sana.
Bayu menyalin nomor itu ke dalam ponselnya, dan saat dia menelpon nomor itu alangkah terkejutnya Bayu, karena itu nomor salah satu anak buah Angel, karena dia telah menyimpan nomor itu jadi begitu ditelpon langsung muncul nama di sana.
'jadi, benar Angel yang melakukannya?' batin Bayu dan tanpa pikir panjang dia langsung bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Bay, kamu mau ke mana?" tanya Indra karena tiba-tiba saja Bayu bangkit.
"Kayanya aku tau sesuatu Om," jawab Bayu.
"Apa itu?"
"Aku permisi dulu Om!" Bukannya menjawab Bayu malah berpamitan, dan berlalu keluar rumah.
"Apa Bayu, tau siapa penculik Arka?" tanya Panji pada Indra.
"Entahlah, tapi semoga aja dia bisa membantu David dan Adit menemukan Arka," jawab Indra.
"Pak, boleh aku pinjam motor bapak?" tanya Bayu pada satpam rumah Indra.
"Oh, boleh Mas, ini kuncinya." Satpam itu memberikan kunci motornya pada Bayu.
Bayu tersenyum sambil menerima kunci motor matic tersebut. "Terima kasih Pak, saya nggak lama kok," ucap Bayu.
Lalu, sang satpam itu pun membukakan pintu gerbang untuk Bayu, dan tanpa pikir panjang Bayu pun langsung melajukan motor itu dengan kecepatan tinggi.
"Angel, kenapa kamu kaya gini sih, kapan kamu berubah?" gumam Bayu.
Dia terus menjalankan motor itu dengan kecepatan tinggi, dan beberapa puluh menit kemudian dia sudah sampai di sebuah rumah besar.
Rumah itu sangat besar tapi terlihat sangat sepi dan tidak terurus, Bayu memarkirkan motor yang tadi dia pakai di depan gerbang dan langsung masuk ke dalam.
Mata Bayu terbelalak melihat beberapa anak buah Angel terkapar di lantai, dan dia semakin mempercepat langkahnya.
__ADS_1
"Ha-ha-ha." Terdengar suara Angel dari salah satu kamar, Bayu pun langsung berlari ke arah sumber suara.
BERSAMBUNG....