Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Suasana Baru


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh kini Keluarga kecil Dahlia tiba di rumah berukuran sedang untuk mereka tempati.


Di sana sudah ada pemilik lahan menyambut mereka dengan ramah,Dahlia meletakkan anaknya yang masih tertidur di kasur bayi yang mereka bawa dari kampungnya.Dahlia juga merasa penat karena dahlia baru pertama melakukan perjalanan yang menyita waktu sangat panjang.Walaupun Dahlia pernah kuliah dan pulang pergi mengguna kendaraan roda dua ke kota.


Untuk mencapai kampusnya hanya memerlukan waktu tempuh tiga puluh lima menit dari rumahnya.


Pemilik kebun menjelaskan semua apa saja yang harus di kerjakan dengan sistem bagi hasil tiga puluh persen untuk karyawan tujuh puluh persen untuk pemilik lahan.


Untuk perawatan lahan kebun di masukkan ke harian kerja ,Adam pun merasa pun menyanggupi.


Sebenarnya Adam sendiri sudah punya lahan sawit sebanyak dua hektar lahan kebun kebun sawit yang sedang produksi di kampungnya.


Semenjak kebun sawit yang beratas nama ibunya di jual untuk biaya berobat almarhum bapaknya,Adam mengalah dan menyerahkan kebun sawit satu hektar miliknya di urus oleh ibunya.


Adam hanya memperoleh dua puluh persen saja dari hasil jual.


Sementara yang satu hektar di urus oleh adiknya bagas Adam memperoleh empat puluh persen dari harga jual buah.

__ADS_1


Adam merasa bersyukur memiliki istri yang tidak menuntut harta miliknya yang di ambil alih ibu dan adiknya.


Adam mengalah karena dia tidak mau ribut dengan ibunya mengenai hak dan kuasa tanah.


*flasback on


"tanah dan lahan yang beratas namakan Adam itu adalah hak milik ibu,Adam hanya mengatas namakannya saja,karna tanah itu milik almarhum bapak kalian.Sebab kalau almarhum bapak tidak memberi adam lahan dia tidak bisa menanamnya"


Ibu nani berkata di depan semua anak dan menantunya.


Adam ingin protes dengan perkataan ibunya,tapi Dahlia melarangnya karna adam masih bisa mengurus lahan perkebunan milik ayahnya Dahlia.


Hari kedua Adam dan anak istrinya berada di tempat baru mereka masih membersihkan dan menata ruangan rumah mungil yang mereka tempati secara gratis.


Adam masih minta izin belum memulai pekerjaannya di tempat baru.


Pemilik lahan pun mengijinkan,lokasi lahan kebun yang Adam kerjakan tidaklah jauh dari rumah yang Adam tempati.

__ADS_1


Hingga hari menjelang sore Adam baru selesai menata semua ruangan,sesekali di bantu Dahlia ketika anaknya sedang tidur.


Adam duduk di teras depan sambil meregangkan otot ototnya yang terasa penat,Adam memandang sekitar kiri dan kanan.


Tidak banyak rumah di sana, hanya ada sekitar enam buah rumah saja.


Karna belum tahu seluk beluknya Adam berpikir mereka tinggal di penghujung jalan yang jauh dari pemukiman warga.


"permisi bang...abang orang baru ya di sini ...?" Adam menoleh dan tersenyum pada seorang yang menyapanya.


Terlihat seorang laki laki bertato di lengan kirinya,Adam sempat bergidik ngeri melihat tato bergambar tengkorak di bawah tengkorak ada tato bergambar mawar.


"iya bang...baru dua hari kami berada di sini,kalau abang asli penduduk sini ya..."Adam berkata sama pria tersebut yang usianya kurang lebih dirinya.


"nama saya Rudi bang...saya pendatang di sini,saya berada di sini sudah hampir satu tahun bang saya berasal dari kabupaten X kalau abang dari mana bang.." pria tersebut memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


"kalau saya Adam bang... saya berasal dari kabupaten X****"Adam membalas jabatan tangan pria yang bernama Rudi tersebut.

__ADS_1


Mereka bicara hingga hari menjelang petang sampai akhirnya Rudi berpamitan pulang ke rumah yang berada sekitar tiga puluh meter dari rumah yang di tempat Adam.


__ADS_2