
👋Hallo semuanya, apa kabar? Semoga semuanya baik ya, aamiin! 🙏
Aku jelaskan dulu ya sebelum baca, ini semua murni hasil haluan aku. Kalau ada kesamaan, nama tokoh alamat dan lain-lain itu hanya kebetulan dan tanpa kesengajaan.
Ok sekian dan terima gaji.
Di kantor.
Brian dan Bayu sedang menunggu kedatangan Adit, sudah beberapa hari ini Adit tidak masuk ke kantor.
Mungkin karena kejadian tempo hari membuat Adit malu, padahal David juga tidak mempersalahkan itu semua, yang penting bagi David semuanya saat ini sudah jelas.
Tak berselang lama Fathan pun datang ke ruangan tersebut.
"Ternyata Fathan, aku pikir tadi Adit," gumam David, dia jadi merasa tidak enak jika seperti ini.
"Bapak Adit nggak datang lagi Pak?" tanya Fathan sambil meletakkan map yang dia bawa.
"Kayaknya nggak lagi deh," jawab Brian.
"Apa Adit, juga nggak ke rumah kamu Fathan?" Bayu bertanya pada Fathan, barangkali Adit datang ke rumah Fathan untuk menemui Nia.
"Nggak Pak! setelah kejadian itu, saya nggak pernah liat lagu bapak Adit," jawab Fathan.
"Fathan, kamu juga jangan merasa nggak enak ya! karena ini semua bukan salah kalian atau siapa pun, dan jangan pernah bahas hal ini lagi, mengerti!" pesan Brian.
Brian berpesan agar kelak Fathan tidak merasa bersalah seperti Adit.
"Baik Pak!" sahut Fathan.
David, Brian dan Bayu tersenyum bersaa Fathan. "Dan saya minta kamu jaga Nia dengan baik, karena kedua orang tuanya lagi marah, jadi kamu harus serba sabar padanya." Kali ini Bayu yang berpesan pada Fathan. Fathan pun mengangguk.
Saat mereka tengah asik mengobrol akhirnya Adit pun datang dengan wajah tertunduk, sambil membawa berkas di tangannya, dia masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
__ADS_1
"Adit, aku pikir kamu nggak datang lagi hari ini," ujar Brian.
"Aku ke sini cuma mau ngasih berkas ini ke kamu Dav." Adit menyodorkan sebuah map itu pada David tanpa menoleh sama sekali.
David menerimanya dan membaca map tersebut dengan saksama, mata David membulat sempurna saat membaca di bagian akhir, jika Adit ingin mengundurkan diri.
"Astaga apa-apaan ini Dit? kamu mau ngundurin diri?" tanya David dengan nada sedikit lebih tinggi.
"Apa?" pekik Brian dan Bayu bersamaan, kemudian mereka mengambil berkas tersebut dan ikut membacanya.
"Apa-apaan ini Hey, kita udah kenal lama ya, bahkan dari SMP, jangan cuma karena masalah kemaren kamu kaya gini Dit," ujar Brian.
"Bener, kita nggak mempermasalahkan yang kemaren kok, namanya juga anak-anak. Yang penting semuanya udah kembali membaik," timpal Bayu.
"Tapi aku---."
"Dit, jangan pernah merasa malu atau apa itu sama kita, karena kita semua adalah saudara, jangan pernah berpikir kalau kita akan marah soal kemarin." David menepuk pundak Adit pelan.
"Dit, udahlah jangan bahas hal kemarin lagi, dan jangan pernah mencoba untuk mengundurkan diri, ok!" tegas David membuat Adit tidak berkutik dan dia pun mengangguk.
\*\*\*
Di penjuru negara lain.
Ayarra dan Arka serta Indra tengah bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Mereka sibuk mempersiapkan barang-barang yang hendak mereka bawa, karena Arka sudah selesai mempersiapkan barang-barangnya.
Arka pun pergi ke kamar Ayarra. "Hai cantik! apa butuh bantuan?" goda Arka membuat Ayarra terkekeh.
"Kamu udah selesai kemas barangnya Ar?" tanya Ayarra.
"Sudah, makannya aku ke sini mau bantu kamu." Arka menghempaskan tubuhnya ke atas kasur di samping Ayarra.
__ADS_1
"Katanya mau bantuin, tapi malah tiduran," sungut Ayarra.
"Ini aku bantuin," jawab Arka singkat.
"Bantuin apa?"
"Bantu liatin." Arka langsung terkekeh saat melihat wajah Ayarra langsung berubah dan merengut padanya.
Hidup Arka kini sudah kembali seperti semula, penuh warna, penuh cinta dan selalu merasa bahagia.
"Ay," panggil Arka.
"Ya." Ayarra menyahuti tanpa menoleh padanya.
"Ay."
"Iya ada apa?" Ayarra menoleh, dan matanya langsung mengembun saat melihat Arka menyodorkan sebuah cincin dengan permata berwarna biru keunguan.
"Apa kamu mau menikah denganku? dan menjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Arka.
Ayarra sempat terdiam sejenak, kemudian mengangguk lemah sebagai jawaban.
"Apa maksud dari anggukan itu?" goda Arka, padahal dia sudah tau arti dari anggukan tersebut.
"Iya aku mau, aku mau jadi istri kamu, aku mau jadi ibu dari anak-anakmu," ucap Ayarra.
Arka tersenyum kemudian memasangkan cincin itu di jari manis Ayarra.
BERSAMBUNG...
Nah udah selesai bacanya kan? Jangan lupa tinggalkan like and komen nya ya 🙏
Kalau ada yang mau ngasih bunga atau love juga monggo dengan senang hati aku menerimanya 😂
__ADS_1
Dadah sampai ketemu lagi di cerita selanjutnya👋