Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Bab 24


__ADS_3

Setelah mendatangi rumah mantan istri dari pak Tomy siska langsung menuju rumah tahanan di mana Tomy mendekam.


"akhirnya kamu datang juga sayang.... apakah kamu datang membawa kabar bahagia "


Tomy yang melihat siska datang mengunjunginya merasa senang


"Aku akan membawa kabar bahagia jika kamu bisa membujuk anak pertamamu ikut denganku,dengan begitu dia akan membujuk ibunya untuk menyerahkan sertifikat lahan untuk membebaskan mu..."


Siska bicara sambil membelai tangan Tomy dari dalam hatinya dia mengumpat habis habisan suami selingannya itu.


"Mengapa tidak kamu jual saja mobilmu yang kamu titipkan di showroom itu,di tambah lagi menjual sebagian dari tanah yang sudah aku alihkan menjadi nama mu sayang ....?


Siska merasa murka dengan suaminya yang usianya jauh berbeda


("Aku tidak bodoh tua bangka... jika tidak karena sertifikat yang ada di tangan anak istrimu,sudah aku gugat cerai dirimu!")


Siska bicara dalam hati


"Maaf buk... waktu kunjung sudah selesai "


Seorang petugas datang dan mengingatkan batas waktu yang tersedia.


Siska berdiri dan berlalu pergi tanpa pamit dengan orang yang saat ini berstatus suaminya.


****


Adam menoleh ke arah ponselnya yang sedang berbunyi dia melihat sebuah nomor tanpa nama.


Itu adalah nomor Siska yang belum dia simpan di ponselnya.


Adam


"ya.... halo...."


Siska:

__ADS_1


"Dam.... kamu antar aku pulang ke kost ya... motorku rusak "


Adam:


"sepertinya aku tidak bisa sis.... kamu pake taksi online saja ya.... "


Siska:


"jika kamu menolak akan aku kirim foto dan video kita ke istri kamu ....!"


Adam tercekat dengan ancaman Siska dia teringat amarah istrinya saat melihat tanda merah di dadanya.


Tidak bisa di bayangkan bagaimana hancur hati istrinya jika dia melihat foto dirinya dan siska tanpa baju.


"Baiklah... aku akan mengantarmu setelah aku tidak sibuk "


Adam berkata dengan sangat lesu pilihan yang sangat sulit untuk dirinya saat ini.


Sejak kejadian itu Adam berusaha untuk tidak bertemu dengan Siska tapi kali ini Adam tidak bisa menolak ajakan Siska.


"Adam.... jika dulu kamu mudah meninggalkanku sekarang jangan berharap kamu bisa jauh dariku.... "


Siska memainkan ponselnya sambil tersenyum licik.


("Apapun caranya aku harus mendapatkan mu Dam...")


Siska berkata dalam hati.


"Hai siska.... kamu menungguku ?"


seorang pria tiba tiba datang dan berada di depannya.


Sungguh terkejutnya siska melihat orang telah duduk sambil tersenyum menatapnya.


"Rudi ! kau.... "

__ADS_1


Ucapan siska tertahan


"iya.... ini aku yang dulu sangat kamu rindukan sebelum kamu merindukan orang lain selain aku.."


Pria terus menatap siska dengan senyuman yang tidak di artikan.


"mengapa kamu di sini !? atau kamu sengaja mengikuti ku !?"


tanya siska sinis


Pria itu lantas tertawa membuat siska mengerutkan keningnya


"Aku mengikuti mu? untuk apa ? hahaha....


Siska siska....apa yang membuat ku harus mengikuti mu..? "


Pria itu berkata seolah olah sengaja untuk merendahkan siska.


"sebaiknya kamu pergi dari sini Rudi...atau kamu aku panggilkan satpam cafe ini karna kamu telah menganggu ku!"


siska mengancam pria tersebut


"hahaha.... baiklah aku sangat setuju jika kamu memanggil satpam di sini "


pria tertawa terbahak bahak siska yang merasa muak melihatnya hendak bangkit berdiri tapi di urungkan niatnya ketika melihat Adam datang.


Siska segera menghampiri Adam dan mengajaknya untuk pergi tanpa sengaja Adam dan Rudi beradu pandang.


"Bang Rudi... apa kabar.... sudah lama tidak bertemu lagi..."


Adam mengulurkan tangannya


"Sangat baik Bang Adam...seperti yang anda lihat saat ini..."


Ucap Rudi sambil tersenyum mengejek ke arah Siska

__ADS_1


Siska hanya melongo tangannya menutup mulutnya sendiri dia tidak menyangka Rudi dan Adam bisa saling mengenal.


__ADS_2