Bukan Menantu Pilihan

Bukan Menantu Pilihan
Warung kopi


__ADS_3

Setelah menjemput Al ke sekolah Dahlia terkejut melihat ada mobil lagi di depan rumahnya,dia bertanya dalam hati apakah itu mobil teman suaminya atau mobil yang baru di beli oleh suaminya.


Dia membawa putranya masuk ke dalam rumah,tapi tidak ada tamu satu orang pun.


Hanya suaminya yang sedang duduk di kursi ruang tamu.


"Hai Al.... udah pulang ya....bagaimana sekolahnya hari ini ?"


Adam menyapa putranya


Yang di sapa pun tersenyum bahagia segera berlari memeluk papanya.


Ada rasa rindu di hati seorang anak pada papanya,lantaran sejak dua bulan terakhir ini papanya jarang di rumah.


"papa.... papa kemana saja pa .. Al jarang lihat papa,Al kangen papa "


"papa kerja sayang.... cari uang yang banyak"


Adam berkata pada putranya


"coba Al lihat di sana,ada sesuatu yang papa bawa untuk Al"


Adam berkata sambil menunjukkan sesuatu yang berada di ruang tengah.


"bawa apa pa...."


Tanya Alam penasaran


"lihat saja dulu..."

__ADS_1


"Wow....motor gede "


Betapa senangnya anak itu melihat sesuatu yang pernah dia pesan pada papanya.


"Mas... mobil yang di depan itu punya siapa...?"


Dahlia bertanya dengan suaminya


"tadi mas tidak sengaja lihat tulisan mobil mau di jual, ya.. mas lihat mobilnya masih bagus lalu mas tanya tanya tentang harga,eh .. ternyata masih bisa di jangkau mas beli aja untukmu lia.."


Adam menceritakan pada Dahlia.


"lia pakai mobil yang lama saja mas,lia sudah nyaman dengan yang lama "


Dahlia bicara dengan nada datar,bukan tidak mau menerima pemberian suaminya hanya saja dia tidak mau menuntut berlebihan dengan suaminya.


Dia memperhatikan istrinya yang sedang bermain dengan ponselnya.


Begitu serius tanpa menyadari kalau dirinya sedang di pandang oleh Adam.


Wajah Dahlia yang sekarang begitu bersih dan terawat, Adam baru menyadarinya walaupun Dahlia setiap hari hanya mengikat rambutnya secara asal.


****


"Lia,kamu bisa kan antar Al ke sekolah?


mas mau ke mau pabrik pulangnya agak lama"


Adam berkata sambil terburu buru karan dia harus turun tangan langsung ke pabrik pembuatan CPO.

__ADS_1


Saat ini Adam bekerja sama dengan pabrik tersebut supaya buah segar yang di penampungannya ada yang membelinya.


Ketika di perjalanan pulang tiba tiba hujan beserta angin yang kencang Adam harus menghentikan mobilnya yang jauh dari pohon pohon yang bisa tumbang patah atau tumbang terkena angin.


Adam memilih berhenti di sebuah warung kopi pinggir jalan yang menurutnya aman dari bahaya.


Sambil menunggu hujan reda Adam memesan secangkir kopi panas dia juga mengabari istrinya jika dia masih menunggu hujan dan angin yang kencang reda untuk pulang.


Ketika sedang menikmati kopi Adam melihat seseorang yang menurutnya pernah dia kenal mengenakan motor matic dan jas hujan mampir ke warung kopi itu juga.


Adam memperhatikan gerakannya yang tergesa- gesa karena hujan.


Ketika orang tersebut membuka jas hujan serta helmnya Adam bisa melihat dengan jelas wanita itu.


Ternyata Siska wanita yang sudah membuat pikirannya terganggu dia adalah cinta pertamanya.


**flascback on


"apa yang membuatmu ingin mengakhiri hubungan ini Dam "


Siska yang kala itu seorang pengawas lapangan tempat Adam bekerja seperti kecewa.


"siska....kamu tahu sendiri kalau aku cuma anak buah mu di sini apa kata orang nanti terlebih lagi keluargamu?"


Adam merasa sadar diri dengan posisinya saat ini derajat yang berbeda membuat Adam sengaja menghindari siska.


Hingga akhirnya Adam bertemu Dahlia yang saat itu sedang kuliah.


Flashback of**

__ADS_1


__ADS_2