
Setelah melewati perdebatan yang luar biasa, pada akhirnya Naomi bisa lolos dari laki-laki itu. wanita itu sama sekali tidak mempertahankan umpatan dan makian yang ditunjukkan oleh Yudha kepadanya. yang terpenting saat ini, wanita itu harus sampai di tempat tujuan dengan segera.
"dasar laki-laki tidak berguna!" umpat wanita itu. seraya mulai melajukan kendaraannya menuju ke tempat yang disepakati oleh seseorang itu.
***
"bagaimana semuanya, apakah acara ini bisa dilanjutkan?"tanya Oma Keisha menatap ke arah orang-orang yang ada di hadapannya saat ini.
Tentu saja hal itu membuat Zidane dan juga Tiara yang mendengarnya, sempat saling pandang satu sama lain. sebelum akhirnya, sama-sama mengerutkan kening.
"memangnya ada apa?"tanya Tiara mencoba untuk memberanikan diri bertanya. karena wanita berambut panjang sampai pinggang itu, sempat merasa takut dan juga terintimidasi dengan aura yang ditunjukkan oleh sepasang sesepuh dari keluarga Prakoso itu.
"kalian akan segera menikah!"jawab Oma Keisha dan juga Opa Galang secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang sudah diartikan.
"APA?!" terkejut, tentu saja mereka berdua terkejut. karena kabar ini, seperti sebuah petir yang menyambar di siang bolong.
"apa maksud semua ini?"tanya Zidane tatapan tajam Yang diarahkan kepada semua orang yang ada di sana.
"apakah yang kamu dengar itu tidak jelas sehingga kamu meminta untuk diulangi lagi?"bukannya menjawab, Opa Galang justru bertanya kepada cucu laki-lakinya itu. membuat Zidane yang mendengar itu, seketika mendengus kesal.
"kalian akan menikah dalam waktu satu bulan dari sekarang."lama terdiam, kini giliran Oma Keisha yang angkat suara.
Tentunya Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika menatap ke arah wanita sepuh itu tanpa terkecuali kedua orang tua Zidan dan juga kedua orang tua Tiara.
"tidak! sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah mau menikah dengan wanita ini." tunjuk laki-laki itu, tepat di hadapan Tiara. hingga membuat wanita berambut panjang sampai pinggang itu, merasa sedikit tersentil.
Bukan karena penolakan yang ditunjukkan oleh Zidane. melainkan tentang kata-kata dari laki-laki itu yang menurutnya sedikit kasar. ditambah dengan jari telunjuknya yang menunjukkan tepat dihadapannya. yang menurut Tiara, itu adalah sikap tidak sopan seseorang.
"aku juga tidak akan pernah mau jika menikah dengan laki-laki seperti ini. apalagi dia itu sudah..."ucapan dari Tiara seketika terhenti saat melihat tatapan mata yang sangat tajam dari Zidane.
Tiara dengan segera, menundukkan kepala. karena hampir saja mengatakan sesuatu hal yang membuat sebuah rahasia terbongkar.
"sudah apa?"tanya Oma Keisha dan juga Opa Galang hampir bersamaan.
__ADS_1
"sudah mencintai wanita lain."balas Tiara dengan nada suara yang sangat pelan.
"siapa maksudmu? Asmirandah? Putri kedua dari keluarga Orlando itu?"pertanyaan bertubi-tubi seketika meluncur bebas dari bibir yang sedikit keriput itu.
"bukan urusan kalian!" sentak Zidane dengan mengetatkan rahangnya. dan dengan tanpa basa-basi, laki-laki berwajah hitam manis itu segera melangkahkan kakinya pergi dari sana. diikuti oleh Tiara di belakangnya.
"sampai kapanpun juga, kami tidak akan pernah mau menikah. karena kami, memiliki pilihan hidup masing-masing. dan kalian tidak bisa memaksanya. karena yang menjalani semua ini, adalah kami sendiri kalian tidak akan pernah bisa turut campur di dalamnya."setelah mengatakan hal itu, Zidane kembali untuk pergi dari sana.
***
"kenapa Kakak bilang seperti itu?"tanya Tiara memprotes tindakan dari Zidane yang menurutnya sangat gegabah itu.
"jika tidak seperti ini, aku tidak akan pernah bisa lepas dari dua manusia menyebarkan itu."jawab Zidane melirik sekilas ke arah Tiara.
Sementara Tiara sendiri wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, hanya dapat terdiam. Karena Wanita itu juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh laki-laki yang ada di sebelahnya itu.
"aku masih berharap akan menjemput kebahagiaan dengan orang yang sangat aku cintai dan tidak dipaksa seperti ini." gumam Tiara Seraya Manghela nafas panjang.
"sudahlah! lebih baik, kamu ikut aku saja."ucap Zidane mencoba untuk menawarkan diri.
****
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di ruang rawat VVIP, terlihat seorang wanita yang baru saja tersadar dari tidur panjangnya.
"a...aku ada di mana?"tanya wanita cantik itu Seraya mengedarkan pandangannya ke segala arah.
Tiba-tiba saja sebuah kelebatan kecil, terlintas jelas di dalam otaknya. Refleks, wanita cantik itu menyentuh perutnya yang terlihat sudah tidak membuncit lagi.
"apa kemarin itu aku mimpi? tapi kenapa seperti terlihat sangat nyata?"tanya wanita itu pada dirinya sendiri.
Karena merasa pusing dengan pertanyaan yang berputar-putar di dalam otaknya, Asmirandah memutuskan untuk menuju ke kamar mandi.
"awwh."pekikan keras seketika terdengar membumbung di dalam ruangan VVIP tersebut. tanpa sengaja, rasa nyeri yang luar biasa menyeruak dari jalan lahirnya. di tambah lagi, dengan jarum infus yang hampir saja lepas dari pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Nyonya, apakah anda baik-baik saja?"tanya seorang perawat yang langsung berlari menghampirimu Asmirandah.
"Anda mau ke mana? apakah anda mau melihat Putra yang baru saja Anda lahirkan?"
Pertanyaan dari perawat itu, sukses membuat aktivitas dari Asmirandah seketika terhenti.
"maksud suster apa?"tanya Asmirandah dengan tampang bodohnya.
" iya Nyonya, Anda baru saja melahirkan seorang Putra yang sangat tampan. saat ini, putra Anda tengah berada di ruangan khusus bayi prematur. karena bayi Anda terlahir, dalam kondisi yang belum stabil karena belum cukup bulan."penjelasan dari perawat itu, sukses membuat kepala dari Asmirandah berdenyut.
"kenapa aku bisa memiliki anak? bukankah aku belum menikah dengan siapa-siapa? apa sebenarnya yang terjadi?"pertanyaan demi pertanyaan seketika berputar-putar seperti kaset rusak di dalam otaknya.
" Nyonya, sebaiknya Anda istirahat saja dulu. saya takut, Anda kenapa-napa. karena saya sudah mendapatkan amanah untuk menjaga anda dari tuan muda Zidane."ucap perawat itu mencoba untuk membawa Asmirandah kembali ke tempat tidurnya.
Sebenarnya, Asmirandah ingin bertanya. tentang apa yang dimaksud oleh perawat itu. namun semuanya urung dilakukan saat merawat itu telah menyuntikkan cairan obat penenang di dalam selang infusnya.
"bagaimana keadaannya?"tanya Jordan pada perawat itu.
"dia sudah kembali tenang."jawab perawat itu dengan menunduk hormat.
"bagus pantau dia terus. Pastikan tidak ada yang menemuinya selain kami bertiga."titah Jordan dengan suara tegas dan juga datar.
"Baik tuan muda."setelah mengatakan hal itu, perawat wanita itu segera pergi dari sana untuk kembali melaksanakan kegiatannya.
***
"Jordan, bagaimana keadaan istriku?"hanya laki-laki berwajah hitam manis itu saat sampai di tempat itu.
"Asmirandah baru saja tertidur."jawab Jordan dengan tenang.
"apakah terjadi sesuatu?"tanya Tiara dengan raut wajah khawatir.
"tadi sepertinya ada sedikit kesalahan yang dilakukan oleh salah seorang perawat rumah sakit ini. sehingga membuat Asmirandah, seperti mencoba untuk mengingat sesuatu. beruntungnya perawat itu segera bertindak dengan cepat sehingga Asmirandah belum mengingat terlalu jauh."ucap Jordan menatap ke arah dua manusia yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
"syukurlah kalau begitu."ucap mereka berdua bernafas dengan lega.
"aku ingin menemui putraku dulu."pamit Zidane pada kedua orang itu.