Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 177


__ADS_3

Sesampainya di rumah keluarga Prakoso, Tiara segera masuk ke dalam kamar pribadinya untuk segera memberikan Elvio 'minuman' racikannya. tanpa memperdulikan orang-orang yang sudah sibuk berbincang-bincang di ruang keluarga.


"Kau mau ke mana?"tanya Oma Keisha menetap ke arah menantu kesayangannya itu saat melihat Tiara melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa.


Tiara yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara. dan tak lama berselang, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tersenyum kecil.


"aku ingin memberikan Elvio asupan makanan dulu Oma. karena sepertinya, dia sudah sangat kehausan dan kelaparan."sahut wanita itu Seraya memandang putranya itu sebentar. kemudian kembali menyunggingkan senyuman pada wanita renta itu.


Oma Keisha yang mendengar itu seketika tersenyum kecil. "kau memang mantu idaman. tidak salah aku memilihmu menjadi pendamping Zidane."ucapnya Seraya tersenyum simpul.


Membuat Tiara yang mendengar itu diam-diam mengumpat karena merasa jengah dengan apa yang dikatakan oleh wanita sepuh itu saat ini.


Tanpa pikir panjang lagi, Tiara segera membawa Elvio masuk ke dalam kamarnya Dan meletakkan bayi mungil itu begitu saja. mungkin karena merasa terkejut, Elvio seketika menangis dengan begitu kencang.


"Diam!"


Bentakan keras seketika menggelegar di dalam ruangan kamar yang kedap suara itu. membuat wajah dari Elvio seketika merah karena mungkin bayi itu terkejut dengan suara mengerikan dari sang ibu.


Tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera memberikan bayi mungil itu 'minuman' racikannya. dan tak berselang lama seperti sebelum-sebelumnya, bayi itu akan mulai terlelap.


Membuat Tiara yang melihat itu, seketika berdecih. ingin sekali, wanita itu mencubit Elvio. agar bayi kecil itu, kembali menangis kencang. karena diam-diam, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, sangat senang jika mendengar suara bayi menangis karena tersiksa atau kehausan.


Tiba-tiba saja, sebuah ide muncul di kepalanya. tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera mencabut botol susu yang masih berada dalam mulut mungil bayi itu. hingga sontak saja, Elvio kembali terbangun dan menangis dengan begitu kencangnya.


Tiara dengan tega, segera memberikan cubitan yang begitu menyakitkan kepada bayi berusia 2 bulan itu. hingga membuat bayi itu seketika menangis dengan begitu kencangnya karena merasa begitu sakit atas apa yang dilakukan pada tubuhnya itu.


Tak puas sampai di situ, Tiara segera menampar beberapa kali kaki mungil milik Elvio yang semakin lama semakin menggemuk itu. hingga membuat bayi itu, semakin menangis histeris.

__ADS_1


"ayo menangislah dengan kencang! karena aku, sangat menyukai tangisanmu itu!"ucapnya dengan senyuman menyeringai.


Jika kalian bertanya kenapa Tiara melakukan hal itu? maka jawabannya adalah tidak tahu. karena tiba-tiba saja, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sudah merasa kesenangan jika mendengar suara bayi menangis dengan alasan tertentu. seperti disiksa kelaparan dan juga kedinginan. entah mengapa, membuat wanita itu merasa begitu puas.


Setelah puas menyalurkan hobinya, wanita itu segera mengucapkan mata dengan earphone di telinganya. tujuannya adalah, agar tangisan itu tidak terdengar di telinganya.


Sementara baby Elvio, masih menangis dengan begitu kencangnya. hingga perlahan-lahan, bayi malang itu tertidur pulas Karena kelelahan.


Sungguh Tiara adalah sosok Wanita berhati iblis yang sesungguhnya. dirinya tidak memperdulikan apapun kecuali kesenangannya sendiri. tidak ada lagi Tiara yang memiliki sifat lemah lembut. karena yang dimiliki oleh wanita itu sekarang, adalah sifat yang kejam dan juga bengis.


***


Sementara itu di luar kamar, terlihat Oma Keisha tengah berbincang-bincang dengan seseorang di balik telepon.


"jangan lupa dua hari lagi datang ke kediaman Prakoso."ucap wanita renta itu memberitahu.


"akan ada perayaan yang begitu meriah. Dan aku harap, kalian semua bisa datang kemari."tahun wanita tua itu dengan senyuman yang begitu merekah.


Oma Keisha yakin, bahwa teman-teman dan juga kolega-golega bisnis keluarga Prakoso pasti akan merasa begitu tercengang jika mendapati istri dari cucu kesayangannya adalah sosok wanita yang bukan sembarang orang.


Membayangkan itu saja, wanita tua itu sudah mulai kegirangan. merasa sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi dari teman-teman sosialitanya itu.


****


Sementara itu di kediaman tersembunyi milik Jordan, Asmirandah baru saja membukakan mata karena baru saja melewati hari yang begitu panjang bersama dengan laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.


Samar-samar, Asmirandah mendengar suara tangisan yang begitu melengking. dengan langkah terburu-buru, wanita itu segera menghampiri ranjang bayi untuk mengambil putrinya itu yang masih menangis dengan kencang.

__ADS_1


Dengan cekatan, Asmirandah segera memberikan air kehidupannya pada Putri kesayangannya itu.


"sssstttt nggak boleh nangis. nanti ganggu tidurnya Daddy."ucapnya memberitahu pada bayi mungil itu. dan tentunya, itu sama sekali tidak didengar oleh baby Ara.


Namun tanpa disadari oleh wanita cantik itu. bahwa Jordan telah membuka mata dan tersenyum ke arah wanita itu dengan begitu tulusnya. tanpa pikir panjang lagi, Jordan segera melangkahkan kakinya tanpa suara dan langsung melingkarkan kedua tangan kekarnya di perut milik Asmirandah.


Membuat wanita itu memekik kaget. Dan hampir saja melempar Ara yang berada di dalam gendongannya itu.


"Jordan kenapa ngagetin aja, sih?"tanya wanita itu cerah yang menatapnya dengan tatapan tajam.


Garis senyum yang sempat ditampilkan oleh Jordan, seketika memudar berubah menjadi tatapan dingin dan juga ekspresi wajah yang begitu datar. membuat Asmirandah yang melihat itu, seketika merasa begitu panik.


"a..ada apa kenapa kamu melihatku seperti itu?"tanya wanita itu dengan nada suara terbata-bata.


"kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan nama?"tanya laki-laki itu dengan rahang mengeras begitu saja.


"me.. memangnya kenapa kalau aku memanggilmu dengan sebutan nama saja?"Dengan bodohnya, Asmirandah malah bertanya seperti itu. membuat pandangan dari Jordan semakin menajam dan membunuh.


"panggil aku Sayang."ucapnya dengan rahang mengeras.


Membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya. dan diam-diam, wanita itu bergidik saat mendengar penuturan dari laki-laki yang berstatus sebagai suaminya saat ini.


"kenapa kau diam? kau tidak mau?"tanya laki-laki itu dengan nada yang begitu semakin menakutkan membuat Asmirandah semakin gusar.


"maafkan aku. aku tidak bermaksud untuk berbuat lancang pada."ucap wanita itu dengan nada suara terbata-bata. dan tak lama berselang, Asmirandah menitikan air mata karena merasa ketakutan setengah mati berada di hadapan Jordan.


"sudahlah lupakan saja."dengan gerakan cepat, laki-laki itu segera memeluk tubuh dari wanita kesayangannya itu dengan sangat erat.

__ADS_1


"tolong jangan menangis. aku mohon maafkan aku."ucap Jordan dengan nada suara yang begitu tulus dan juga penuh dengan penyesalan.


__ADS_2