Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 253


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.....


Kini Asmirandah dan juga Zidan telah berkumpul dengan anak mereka masing-masing. dan saat ini, sepasang mantan suami istri itu tengah mana tapi bingung kepada mereka. bagaimana cara untuk membuat mereka mengerti nantinya?


"Kenapa kalian tidak menikah saja? bukankah kalian masih saling mencintai?"tiba-tiba saja Ajeng datang dengan membawa Elvio yang berada dalam gendongannya.


Tentu saja ucapan dari wanita paruh baya itu, membuat kedua orang itu terkejut luar biasa.mereka berdua Saling pandang satu sama lain dengan pipi yang bersemu merah.karena memang pada dasarnya Asmirandah dan juga Zidan masih sama-sama memiliki perasaan satu sama lain.


Drrrttt Drrrttt


Di tengah-tengah keheningan yang terjadi, ada suara ponsel yang berdering.dan dengan sigap, Zidan langsung mengangkatnya. karena laki-laki yang memiliki wajah manis itu ,tahu siapa yang menelponnya.

__ADS_1


"Iya baik Pak. kami akan segera datang ke sana."setelah mengatakannya Zidane langsung menatap ke arah dua wanita yang saat ini menatapnya dengan tatapan bertanya.


"kita harus kembali ke negara itu untuk mengurus pemakaman mereka semua. karena hari ini, mereka semua akan disemayamkan." beritahu Zidane pada dua wanita itu.


Kedua wanita itu pun melakukan kepalanya dengan cepat kemudian segera mempersiapkan diri untuk ke negara itu. walaupun sebenarnya, Asmirandah sangat merasa trauma. karena, mengingat Bagaimana perlakuan orang-orang itu.namun sekuat tenaga Asmirandah mencoba untuk menyampingkan rasa takutnya.


Beberapa saat kemudian...


Zidane ketika maju tepat di depan beberapa gundukan tanah yang membuncit.


"saya sebagai perwakilan dari keluarga Prakoso, memohon maaf yang sebesar-besarnya untuk orang-orang yang pernah dilukai oleh keluarga saya baik disengaja ataupun tidak. sekali lagi, kami mengucapkan permohonan maaf yang luar biasa."setelah mengatakan hal itu, Zidan segera melangkahkan kakinya untuk mundur.

__ADS_1


Laki-laki itu menatap beberapa gundukan tanah yang berjejer seperti pemakaman massal itu. tak dipungkiri, hatinya merasakan sakit luar biasa saat menyaksikan kejadian itu tepat di hadapannya.


'semoga saja kalian bisa bahagia.' batin laki-laki itu Seraya mengusap air matanya yang tiba-tiba saja terjatuh tanpa permisi.


Ajeng yang melihat itu, seketika langsung memeluk tubuh dari anak laki-lakinya itu dengan sangat erat untuk menenangkannya. Karena bagaimanapun juga, mereka adalah keluarga. tentu rasa kehilangan dan juga rasa sedih itu ada. akan tetapi, Ajeng mencoba untuk kuat.


Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu memutuskan untuk berdiam diri. karena memang dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk saat ini.


Setelah acara pemakaman itu selesai, Asmirandah memutuskan untuk pulang ke rumah kedua orang tuanya. wanita itu langsung memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah pemakaman yang memang sengaja diletakkan di dalam kediaman keluarga Orlando.


"Bunda... Papa... Asmirandah sangat merindukan kalian. semoga saja, kalian sudah bahagia bersama dengan Kak Naomi."setetes bulir bening, ketika jatuh membasahi wajah cantiknya itu.

__ADS_1


Karena Asmirandah merasa Kini dia benar-benar sendirian. entah apa yang akan dia lakukan ke depannya. karena memang Wanita itu benar-benar sangat kebingungan hidup sendirian tanpa ada orang yang menemani. hanya ada Haidar dan juga Arabella yang menjadi sumber kekuatannya untuk saat ini.


__ADS_2