
Beberapa Bulan kemudian,...
"ueekk ueekk ueekk."
Terdengar suara seseorang yang tengah muntah-muntah dari dalam kamar mandinya. dan tak lama berselang, seorang laki-laki datang menghampirinya dengan langkah tergesa-gesa dan juga wajah yang sangat khawatir.
"Sayang, apa yang terjadi?"tanya Jordan Seraya memijat tengkuk dari wanita yang telah berstatus sebagai istrinya itu dengan pelan.
Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu masih sibuk untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya. dan setelah semuanya keluar, Asmirandah segera dibopong oleh Jordan menuju tempat tidur.
"panggilkan dokter segera!"titah Jordan melalui alat penyambung dengan para pekerjanya di rumah itu.
Tak berselang lama, orang yang diminta oleh Jordan telah berdiri tepat di ambang pintu.
"saya periksa dulu ya nyonya!"ucap Dokter wanita itu meminta izin. dengan segera, tangannya mulai menyentuh bagian-bagian yang dirasa perlu untuk diperiksa.
"kapan terakhir kali anda mendapatkan menstruasi?"Tanya Dokter wanita itu dengan hati-hati. dengan sesekali, akan melirik ke arah Jordan yang juga tengah menatapnya.
Asmirandah yang mendengar itu, sempat berpikir sejenak. hingga tak lama bersenang, mengatakan sesuatu pada Dokter wanita itu.
"tanggal 6 Juli."jawab Asmirandah lemas.
"dan itu berarti,..."Dokter wanita itu sengaja untuk menggantung ucapannya. Berharap, bahwa Asmirandah akan menyadari akan sesuatu.
"berarti apa, Dok?"tanya Asmirandah penasaran. dan entah kenapa, hatinya menjadi gelisah tak menentu.
Dokter wanita itu, seketika tersenyum kecil."itu artinya, Anda saat ini sedang hamil."ucapnya Seraya tersenyum kecil.
__ADS_1
Kedua kelopak mata dari Asmirandah, seketika membulat sempurna. dengan mulut yang menganga lebar. rasa gelisah yang tadi ia rasakan, ternyata memang benar-benar terjadi. dan sekarang entah bagaimana wanita itu akan menyikapi kejadian ini.
Sementara Jordan sendiri, laki-laki itu terlihat sangat girang. bahkan sesekali, dirinya akan mengangkat kedua tangan di udara untuk melampiaskan rasa senang Yang meluap di dalam dadanya saat ini.
"kalau begitu saya permisi dulu. nanti, Anda berdua bisa datang ke ruangan saya untuk memeriksakan kandungan ini."ucap dokter itu Seraya menunjuk arah perut Asmirandah.
Memang Jordan membuatkan istana untuk rapunzelnya itu tidak main-main. laki-laki itu benar-benar mengurung Asmirandah di suatu tempat yang sangat asing. Namun demikian, segala fasilitas ada di tempat itu. mulai dari rumah sakit, minimarket, mall kecil, dan juga kantor kecil yang digunakan Jordan untuk mengelola bisnisnya yang mulai naik pesawat itu.
Entah sudah berapa banyak laki-laki itu menggelontorkan dananya. karena laki-laki itu sama sekali tidak memperdulikan hal semacam itu. karena yang terpenting saat ini, adalah dirinya dapat bersatu dengan Asmirandah.
beberapa orang yang dipekerjakan oleh Jordan pun, juga merasa pasrah jika harus menerima kamu kan dari laki-laki itu jika tak sesuai dengan keinginannya.
Namun demikian, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. karena Jordan sendiri, telah menjanjikan gaji yang sangat layak untuk mereka. laki-laki itu tidak peduli jika harus menghabiskan tabungan dan juga rekeningnya yang dirinya dapat dari sang oma sebagai cucu laki-laki.
Jordan hanya menganggukkan kepala. kemudian dengan segera, memeluk tubuh wanita yang sangat ia cintai itu dengan sangat erat. karena sebentar lagi, dirinya akan memiliki keturunan dari orang yang benar-benar ada di dalam hatinya saat ini.
Setelahnya, laki-laki itu pergi entah ke mana. Asmirandah tidak tahu dan tidak ingin mencari tahu. wanita itu saat ini benar-benar merasa sangat terpukul dengan apa yang menimpa hidupnya.
"hiks hiks hiks apa yang harus aku lakukan? aku tidak ingin memiliki keturunan dari laki-laki itu. tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa."ucapnya dengan tubuh bergetar hebat di balik selimut.
Sementara itu di ruang kerjanya, Jordan tengah tersenyum-senyum seorang diri."aku sudah merasa tidak sabar untuk segera memeriksakan kandungan wanitaku." gumamnya Seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
Malam harinya..
Sesuai dengan perkataan dokter itu, Jordan membawa Asmirandah untuk memeriksakan dirinya di sebuah rumah sakit yang terletak di belakang rumah utama. suasana di dalam rumah sakit itu, benar-benar seperti rumah sakit pada umumnya. banyak para pekerja yang berlalu lalang.
Jordan segera membawa Asmirandah untuk menemui dokter Jasmine di ruangannya. dan Sesampainya di sana, wanita itu segera memeriksa kondisi dari Asmirandah. senyumnya seketika mengembang saat memperlihatkan sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan di layar monitor itu.
__ADS_1
"Tuan dan Nyonya bisa melihat sendiri, kan? di sana ada sesuatu?"tanya wanita itu Seraya menunjuk ke arah sebuah gambar manusia kecil yang tengah bergerak-gerak dengan aktif.
"be.. berapa usia kandungan saya dok?"tanya Asmirandah dengan nada suara terbata-bata.
"sepertinya, usia kandungan itu sudah 2 bulan."ucapnya Seraya menunjuk ke arah tulisannya ada di sebelah kanan dan sebelah kiri di dalam monitor itu.
Seketika itu pula, raut wajah pasangan suami istri itu berubah berbeda. jika Jordan tengah bersorak kegirangan atas kabar itu, berbeda dengan Asmirandah yang saat ini benar-benar tengah terpukul hebat akibat kenyataan yang ada.
Tanpa pikir panjang lagi, Jordan segera memotret pemandangan di layar monitor itu. dan menggunakan gambar itu, menjadi status di ponselnya. sepertinya, laki-laki itu benar-benar merasakan bahagia saat ini.
Setelah selesai dengan urusannya, Jordan segera membawa Asmirandah untuk pulang. Karena Wanita itu, harus segera beristirahat.
***
"apaan ini?!"tanya Tiara dengan nada suara yang meninggi satu oktaf. kedua bola mata wanita itu hampir saja keluar. karena baru saja, melihat pemandangan yang begitu menyakitkan.
"Tidak mereka tidak boleh memiliki anak!"teriak Tiara dengan sangat kencang. beruntungnya, kamar itu sudah dilengkapi dengan alat peredam suara. karena jika tidak, dapat dipastikan orang-orang pasti akan langsung berhamburan datang menghampiri wanita itu.
"kau memang benar-benar penghianat Asmirandah! aku benar-benar membencimu!"ungkapnya Seraya mengepalkan kedua tangannya.
Sesaat wanita itu terdiam untuk mengatur emosinya yang mulai meluap-luap dan tidak terkendali. hingga beberapa saat kemudian, sebuah ide muncul begitu saja di kepalanya.
"aku akan melakukan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan wanita sialan!"ucapnya mengeram kesal.
Sementara itu di kamar yang lain, suasana yang sama tengah meliputi hati dari seorang laki-laki. yang baru saja melihat sebuah pemandangan yang begitu menyakitkan.
"dia hamil?"tanya laki-laki itu dengan suara yang sangat lirih. tak lama berselang, air matanya jatuh membasahi pipi. dadanya begitu sesak mengingat semua itu.
__ADS_1
"kenapa rasanya sakit sekali Ya Tuhan?!"tanya laki-laki itu Seraya menjerit dengan sekuat tenaga untuk meluapkan amarah di dalam dirinya.