
Setelah dasar kondisi Asmirandah lebih membaik, Zidan ditemani Jordan dan juga Tiara memutuskan untuk pergi ke rumah keluarga Orlando. karena nyonya dan tuan besar rumah itu, akan dimakamkan dengan segera.
Tentunya, setelah Asmirandah diberikan obat penenang dokter. dan tentunya itu adalah atas izin dari Zidane. karena laki-laki berwajah manis itu tidak ingin jika istrinya sampai historis saat tahu dirinya akan pergi untuk melayat kedua orang tua istrinya itu.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpang Zidane dan yang lain, sudah meninggalkan rumah sakit itu tentunya dengan hati yang tercabik-cabik di dalamnya. apalagi Tiara. wanita cantik berambut panjang sampai pinggang itu, tak henti-hentinya meneteskan air mata saat melihat kenyataan bahwa sahabatnya saat ini, sudah hampir sebatang kara.
Hanya Zidane yang menjadi pengharapan untuk Tiara saat ini. karena Naomi, jelas tidak akan pernah menerima kondisi adiknya. apalagi tentang kejadian ini, sedikit banyak juga melibatkan tentang Asmirandah.
"kak," panggil Tiara pada Zidane yang masih fokus mengemudikan kendaraannya itu.
"ya?"Zidane yang mendengar suara dari sahabat istrinya itu, seketika menoleh ke arah bangku belakang.
Sejenak, Tiara terdiam. wanita cantik itu seakan urung untuk mengatakan sesuatu pada suami dari sahabat baiknya itu.
"ada apa?"tanya Zidane Seraya menghentikan laju kendaraannya dan menepikan mobil itu di tempat yang sedikit sepi.
Dengan menghirup udara sebanyak mungkin, pada akhirnya Tiara mencoba untuk bertanya pada laki-laki itu.
"apa Kakak ada niatan untuk meninggalkan sahabatku?"tanya Tiara dengan ekspresi wajah sedikit takut.
"maksudmu bagaimana?"tanya Zidan Seraya memerlukan keningnya.
Tiara menggeleng. dan untuk beberapa saat kemudian, wanita itu terdiam entah apa yang dia pikirkan. yang jelas dari raut wajahnya, wanita itu seperti memikul beban yang sangat berat.
__ADS_1
"kau tenang saja Tiara. aku janji, aku tidak akan pernah meninggalkan sahabatmu itu apapun Yang terjadi."ucap Zidane dengan ekspresi wajah bersungguh-sungguh.
"syukurlah kalau begitu. aku akan merasa tenang jika suatu saat nanti kita terpisah oleh jarak karena ada yang menjaga sahabatku."ucapnya Seraya tersenyum simpul.
Zidan sama sekali tidak menjawab. lagi berwajah hitam manis itu, memutuskan untuk kembali melakukan kendaraannya untuk menuju ke rumah duka.
***
Sementara itu di tempat kediaman Orlando, terlihat Naomi yang mematung di tempatnya. Karena Wanita cantik itu baru saja mendapatkan sebuah kabar yang membuat hidupnya seketika terhenti. apalagi tak berselang lama dari itu, sebuah mobil ambulans datang menghampiri kediamannya. dan mengatakan, bahwa kedua orang tuanya ditemukan dalam keadaan tidak memiliki nyawa.
"ini semua gara-gara kau Asmirandah. sampai aku menemukanmu, aku bersumpah akan membuat perhitungan yang tidak akan pernah kau lupakan."ucap wanita itu penuh dengan emosi yang meluap-luap di dalam dadanya. kedua tangan wanita itu, seketika terkepal dengan sangat kuat.
"bagaimana Nona, apakah langsung diurus?"tanya salah seorang dari mereka pada wanita itu.
Karena pada kenyataannya, Naomi masih belum siap jika harus kehilangan kedua orang tuanya. bagi wanita itu, Bunda dan juga Papanya, adalah sumber kekuatan dalam dunia. dan setelah kepergian mereka, Naomi tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. walaupun dia sering membantah Aron, bukan berarti Naomi membenci laki-laki paruh baya itu.
Karena memang sedari dulu, keluarga dari Orlando adalah keluarga yang sangat manis dan juga harmonis. Namun karena kesalahan yang sedikit saja dilakukan oleh wanita itu, membuat keadaan menjadi sangat rumit.
"kalian urus saja semuanya. aku ingin masuk."setelah mengatakan hal itu, Naomi segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar pribadi.
"kau harus menerima hukuman atas semua ini Asmirandah. Dan aku, akan memastikan bahwa kau akan mendapatkan hukuman itu." ucap wanita itu dengan nada yang sangat tenang. namun dengan mata yang merah berkobar menahan amarah yang luar biasa.
dalam sekejap, kediaman keluarga Orlando segera dipenuhi oleh manusia-manusia yang ingin mendapatkan kebenaran tentang berita duka keluarga itu. tak terkecuali, keluarga-keluarga konglomerat. seperti keluarga Prakoso, keluarga besar Delano, dan juga keluarga besar Peter.
__ADS_1
Mereka semua berbondong-bondong mengucapkan bela sungkawa atas musibah yang terjadi itu. bahkan Celine memberikan pelukan hangat pada Naomi sebagai bentuk kekuatan pada wanita itu.
"di mana adik kamu?"tanya Ajeng Saat tidak melihat keberadaan Asmirandah di sekitar mereka. Naomi hanya dapat menggelengkan kepala.
"saya tidak tahu. sudah hampir satu bulan ini, saya tidak menjumpai adik saya itu."ucapnya dengan lirih. dan hal itu sukses membuat semua orang yang ada di sana, seketika saling memandang satu sama lain.
Mereka semua tidak menyangka jika di keluarga Orlando, yang terkenal sangat harmonis dan juga saling sayang, ternyata menyimpan sebuah fakta yang mengerikan. hal itu semakin membuat para keluarga besar konglomerat itu semakin menjauhkan anggota keluarga mereka agar tidak berhubungan dengan keluarga Orlando.
Karena menurut kepercayaan mereka, keluarga yang tidak harmonis itu memiliki kemungkinan besar untuk melakukan pertikaian. para orang-orang itu tidak ingin, jika anggota keluarga mereka sampai berhubungan dengan keluarga Orlando akan mendapatkan kesialan yang sama.
Selesai acara pemakaman itu, semua orang yang ada di sana segera pergi meninggalkan kediaman Orlando. terutama Prakoso. karena sesepuh keluarga itu tidak menginginkan ataupun mengutuk keras anggota keluarganya jika berhubungan dengan keluarga itu.
"sudah lebih baik kita pulang saja. jangan sampai, sialan ini merambat kepada keluarga kita."ucap sesepuh dari keluarga Prakoso itu tanpa perasaan. tak lama berselang, mereka semua segera pergi meninggalkan tempat itu.
"aku akan membuat kau bertekuk lutut padaku wanita tua."ucapnya mengeram kesal.
Bagi Naomi, penuturan yang dilakukan oleh sesepuh keluarga Prakoso itu sangat melukai perasaan dan juga harga dirinya. walaupun Naomi mengakui bahwa petaka yang terjadi di keluarganya itu akibat ulah dirinya. namun Naomi tidak terima jika tetap diungkit-ungkit seperti ini.
Tak lama berselang, terdengar suara deru mesin mobil berhenti tepat di pekarangan rumah wanita itu. dengan langkah sedikit melambat, Naomi segera menghampiri pintu utama rumah itu.
Tubuhnya terpaku saat melihat siapa yang datang menghampirinya. dengan langkah yang sangat pelan, wanita itu datang untuk menghampiri laki-laki yang sampai saat ini, masih menjadi pujaan hatinya itu.
"kamu datang?"tanya Naomi dengan ekspresi wajah berbinar. Karena Wanita itu tidak menyangka akan kehadiran laki-laki tercintanya itu.
__ADS_1