Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 229


__ADS_3

Setelah hampir satu jam puas bermain di Timezone itu, pada akhirnya Haidar merengek kecil. karena bocah berusia 2 tahun itu merasakan lapar yang luar biasa di dalam perutnya.


"Mama... Lapar!" ucap Haidar merengek kecil Seraya menarik kedua ujung baju milik Asmirandah dan juga Zidane secara bersamaan.


Membuat keduanya, seketika tersenyum saat melihat tingkah lucu dan menggemaskan dari Putra kecil mereka itu. dengan segera, mereka menggandeng Haidar di tengah-tengah mereka berdua.


Pemandangan itu sudah seperti sebuah keluarga yang begitu bahagia. membuat siapa saja yang melihat itu, seketika akan merasa iri karena mereka bertiga sudah seperti keluarga yang bahagia.


'andai saja laki-laki itu tidak masuk ke dalam hubungan kita, mungkin sampai saat ini kita sudah semakin bahagia dengan anak-anak batin Zidane sesekali akan menatap ke arah Asmirandah. saat wanita itu tengah berbincang dengan Sang putra.


Tak berselang lama dari itu, mereka telah sampai sebuah restoran yang ada di dalam pusat perbelanjaan itu.


"Haidar mau makan apa?"tanya Zidane pada putranya itu.


"roti bakar sama sosis bakar."ucapnya Seraya tersenyum lebar. Zidane yang mendengar itu pun, seketika menganggukkan kepala. kemudian mengalihkan tatapannya pada Asmirandah.


"nasi goreng seafood aja."sahut wanita itu cepat sebelum Zidane bertanya padanya. karena memang, hati dari wanita itu masih belum kuat jika harus berbicara panjang lebar dengan laki-laki itu.


Zidane yang mendengar itu pun seketika menganggukkan kepala. kemudian melangkahkan kakinya untuk menuju kepada meja waiters untuk memesan sesuatu.


Puk


"Zidane Kau ngapain ada di sini?"


Laki-laki yang memiliki wajah manis itu seketika mematung di tempatnya. saat tubuhnya ditepuk oleh seseorang dari belakang. dan tak lama berselang, terdengar suara yang begitu familiar menyapu gendang telinganya.


Perlahan tapi pasti, laki-laki itu mulai memutar poros tubuhnya hingga menghadap pada orang itu. tenggorokannya terasa terdekat saat mendapati siapa yang ada di hadapannya saat ini.


"O..Oma?"tanya wanita itu dengan ada suara terbata-bata. Mendadak, tubuhnya terasa kaku. otak yang ada di kepalanya seketika blank tidak bisa berpikir.


'astaga bagaimana ini apa yang harus aku lakukan sekarang?'tanya laki-laki itu dalam hati dengan raut wajah pucat pasi.

__ADS_1


Sesekali laki-laki itu akan menatap ke arah Asmirandah untuk memberikan kode pada wanita itu agar membawa Haidar pergi dari sana. namun sayangnya wanita itu belum ada tanda-tanda untuk mengalihkan pandangannya kepada Haidar untuk menatapnya barang sebentar saja.


'ayo Asmirandah lihat aku di sini 'batin laki-laki itu Seraya mengeram kesal.


Sementara Oma Keisha yang melihat tingkah laku aneh dari cucunya itu seketika menautkan kedua alisnya.


"kamu kenapa seperti orang lindung begitu? kamu di sini sama siapa?"tanya wanita renta itu pada cucunya.


"aaa.. anu. aku di sini disuruh Tiara untuk membeli sesuatu."dengan sengaja Zidane mengeraskan nada suaranya. Berharap bahwa Asmirandah dapat mendengar penuturannya itu.


Membuat Oma Keisha yang mendengar itu seketika menganggukkan kepala. beruntungnya wanita tua itu langsung mempercayai apa yang dikatakan oleh Zidane. sehingga, dia tidak bertanya lagi.


"ngomong-ngomong Oma ngapain ada di sini?"tanya laki-laki berwajah manis itu pada wanita tua yang ada di hadapannya saat ini.


"tadi ketemu sama klien di sini."sahut wanita itu Seraya duduk di meja kosong yang ada di sampingnya.


Sementara Zidane tampak sekali cemas. laki-laki itu menatap ke arah Asmirandah berulang kali. dan laki-laki itu bisa bernafas dengan lega. saat ternyata Asmirandah juga menatapnya.


Uhuk uhuk uhuk


Asmirandah seketika terbatuk saat kedua matanya menatap ke arah yang ditunjukkan oleh Zidane. dan gerakan secepat kilat, wanita cantik itu segera menggendong tubuh milik Haidar untuk menjauh dari sana.


"kita mau ke mana Ma?"tanya bocah kecil itu dengan nada suara yang begitu polos.


"sudah lebih baik kamu nurut saja sama Mama. nanti Mama belikan es krim."sahut wanita itu tanpa menoleh ke arah belakang sana. di mana Zidane berada bersama dengan wanita tua itu.


Karena saking fokusnya berjalan, wanita itu sampai tidak sadar jika di hadapannya saat ini tengah berjalan seorang laki-laki tua yang juga menatap ke bawah sehingga tidak fokus pada jalanan yang ada. dan tiba-tiba saja....


Brugh!


"awwww!!

__ADS_1


"huaaa ! Mama sakit!"


Fokus dari orang-orang seketika teralihkan saat mendengar suara hantaman dari orang yang bertabrakan satu sama lain. dan tak lama berselang, terdengar suara bocah kecil yang menangis dengan sangat kencang.


Dan suara tangisan itu, terdengar sampai ke telinga Zidane. membuat laki-laki itu seketika refleks langsung berdiri hendak menyusul Putra sulungnya itu.


Namun seketika langsung tersadar saat merasakan pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang.


"kamu mau ke mana? sudah di sini saja sama Oma."tahan wanita tua itu. dan pada akhirnya, dengan sangat terpaksa Zidane menuruti permintaan dari Oma Keisha.


Sementara di sana, Opa Galang menatap tajam ke arah wanita dan juga bocah kecil itu secara bergantian.


"kalau jalan itu makanya pakai mata!"hardik laki-laki itu dengan wajah garangnya. dan tanpa pikir panjang lagi, Opa Galang segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam restoran itu.


Asmirandah seketika bernafas dengan lega. setidaknya orang-orang itu tidak mengenali wajahnya saat ini. dengan langkah tergesa-gesa, Asmirandah langsung menggendong tubuh Haidar yang masih menangis dengan kencang kemudian dengan segera membawa bocah kecil itu untuk masuk ke dalam mobil milik Zidane. wanita itu memutuskan untuk menunggu di sana.


"Mama sakit."ucap bocah kecil itu dengan nada suara yang begitu lirih. membuat asmiranda merasakan perasaan bersalah luar biasa.


Dengan segera wanita itu memeriksa tubuh kecil milik header memastikan apakah ada yang lecet atau tidak. kedua matanya berembun saat melihat luka mengelupas dari siku bocah laki-laki itu.


Dengan segera mungkin, Asmirandah mencoba untuk mengobati luka milik putranya itu. namun sebelumnya, wanita cantik itu memutuskan untuk turun dan menuju ke apotek terdekat untuk membeli obat merah beserta kawan-kawannya.


"Haidar di sini sebentar ya sayang. Mama mau beli sesuatu."ucap wanita itu dengan begitu lembutnya.


Beruntungnya, Haidar ini adalah laki-laki menurut. dia langsung menganggukkan kepala dan tersenyum kecil. membuat Asmirandah seketika merasa bangga karena anak ini benar-benar penurut.


****


Setelah 15 menit, pada akhirnya Asmirandah kembali dan langsung mengobati luka dari putranya itu. dan setelah selesai, bocah kecil itu pun menguap.


"Mama mau susu!"rengeknya Seraya menunjuk ke arah tas yang memang sudah dipersiapkan oleh para pekerja yang ikut dengan Zidan.

__ADS_1


__ADS_2