
Tak berselang lama, terdengar suara mobil dari belakang tubuh mereka. sontak saja kedua wanita cantik itu, langsung menoleh ke arah sumber suara.
"kalian kenapa berjalan di sini?"tanya orang itu yang tak lain adalah Chelsea. wanita paruh baya itu, baru saja selesai mengantarkan suaminya kembali tugas di negara tetangga. sementara dirinya, memutuskan untuk tidak ikut kali ini. karena merasa kasihan dengan putri bungsu mereka yang pasti akan merasa kesepian jika masih ditinggal sendiri.
"eh Bunda, ini lagi nunggu taksi yang biasa lewat."bohong Asmirandah pada wanita yang telah melahirkannya itu. sementara Tiara, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, hanya dapat terdiam.
Karena Wanita itu tidak berani untuk membenarkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya. padahal, Tiara tahu bahwa sejak tadi ada banyak sekali taksi yang lalu lalang dihadapan mereka. namun Asmirandah memutuskan untuk berjalan kaki.
Entah apa yang dilakukan oleh wanita cantik itu. mungkin saja Asmirandah sedikit menghambat kedatangannya ke rumah agar tidak bertemu dengan Naomi. namun itu hanya praduga dari Tiara. karena yang mengerti dan mengetahui semuanya, adalah Asmirandah sendiri.
"Ya sudah kalau begitu ayo bareng Bunda."ajak wanita paruh baya itu kepada putri bungsu dan juga sahabatnya itu.
Mereka berdua menganggukkan kepala dengan segera langsung masuk ke dalam mobil mewah milik wanita paruh baya itu.
"bagaimana liburannya? apakah kalian senang?"tanya Chelsea saat mereka telah berada di dalam perjalanan menuju rumah keluarga Orlando.
"sangat menyenangkan Bunda."jawab Asmirandah Seraya tersenyum simpul. walaupun senyuman wanita itu, masih terkesan kaku. karena jantung wanita itu masih berdegup dengan kencang akibat akan bertemu dengan orang-orang yang harus ia hindari sampai lari ke negara orang.
"mau mampir dulu, kebetulan Bunda lapar."beritahu Chelsea pada kedua gadis muda yang ada di belakangnya saat ini.
Asmirandah dan juga Tiara yang mendengar itu, menganggukkan kepala antusias. karena memang mereka berdua hanya sarapan roti dan juga segelas susu waktu di hotel itu.
Tak lama berselang, mobil yang ditumpangi oleh ketiga wanita berbeda generasi itu telah sampai di sebuah warung makan yang terlihat begitu menggugah selera. beberapa menu makanan yang terpampang di sana, membuat nafsu makan dari kedua wanita itu menjadi membuncah.
__ADS_1
Akhirnya, ayam goreng sambel ijo, udang bakar saus tiram, dan juga nasi kuning menjadi menu makan mereka siang ini. walaupun ini masih pukul sepuluh pagi, namun mereka berdua memutuskan untuk memajukan makan siang mereka karena memang telah merasa kelaparan sejak tadi.
Sementara Chelsea yang melihat kedua anak muda yang tengah menyantap makanan dengan lahap itu, tersenyum Seraya menggelengkan kepalanya.
"makan yang banyak. setelah ini, kita akan pulang."ucap Chelsea mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.
Asmirandah yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. Seraya melanjutkan aktivitas makan.
Setelah selesai menikmati menu yang tersaji di hadapan mereka sampai habis tak bersisa, ketiga wanita itu segera kembali melanjutkan perjalanannya.
"Terima kasih Tante, Asmirandah, sudah mengantarkan aku sampai di depan rumah."ucap Tiara saat wanita berambut panjang sampai pinggang itu, telah berada di depan rumah milik keluarganya.
"sama-sama nanti jangan lupa main-main ke rumah. aku tunggu!"ucap Asmirandah Seraya melambaikan tangan pada sahabatnya itu.
Seketika, suasana di dalam mobil kembali hening. dan Asmirandah merasa, suasana di dalam mobil kembali mencekam. karena sesungguhnya, Asmirandah masih merasa takut dengan sosok ibunya yang menurutnya akan marah mengenai liburannya yang tidak izin itu.
Chelsea yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah belakang di mana putrinya berada saat ini. tak lama berselang, minta paruh baya itu menggelengkan kepalanya Seraya tersenyum tipis.
"tidak Bunda tidak marah. lagi pula, kamu pergi berlibur kan bersama orang yang kamu kenal bukan sama orang yang tidak kamu kenal, kan?"tanya wanita itu menatap putrinya dengan penuh kelembutan.
degh
Jantung wanita itu seakan ingin lepas dari tempatnya. bagaimana jika ibunya tahu jika dirinya di sana bertemu dengan laki-laki dan juga melakukan kegiatan bersama-sama? itu pasti akan membuat wanita paruh baya yang telah berjasa melahirkannya itu, akan kecewa.
__ADS_1
Mungkin untuk kedepannya, Asmirandah akan berhati-hati dalam memilih teman laki-laki. Karena Wanita itu takut, apa yang dialami oleh Naomi juga terjadi padanya. walaupun kakaknya itu memiliki mental yang kuat karena sampai saat ini, Naomi masih berani menampakan wajahnya di depan kedua orang tuanya walaupun telah melakukan sebuah kesalahan.
Namun jika itu terjadi padanya, dirinya tidak tahu lagi apa yang akan terjadi selanjutnya jika sampai hal itu terjadi padanya.
"ayo turun."ucapan dari Chelsea, membuat Asmirandah yang mendengar itu, sedikit terjingkat kaget.
"I...iya Bun."ucap wanita itu dengan sedikit terbata-bata. dan dengan segera mengikuti langkah sang ibu yang telah masuk ke dalam rumah besar mereka.
Tepat di ambang pintu, Asmirandah bisa melihat kondisi rumah yang sedikit berantakan itu. tentu saja berantakan karena semua asisten rumah tangga yang ada di rumah itu diliburkan oleh Naomi. tentu saja tujuannya ingin agar adiknya merangkap sebagai pekerja rumah itu.
"kenapa rumah ini terlihat sangat berantakan? ke mana semua orang?"tanya Chelsea dengan raut wajah heran.
Sementara Asmirandah, wanita cantik itu hanya memilih untuk berdiam diri di belakang sang ibu. karena memang wanita itu tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan sesuatu. yang jelas nantinya, akan membuat Naomi semakin marah padanya. dan dia tidak ingin hal itu sampai terjadi.
"Bun... Bunda,"ucapan dari seseorang itu, membuat lamunan dari Asmirandah seketika buyar. Asmirandah dapat melihat, laut terkejut dan juga sedikit ketakutan dari wajah kakaknya itu.
"Naomi, kenapa rumah ini berantakan seperti ini?"tanya wanita paruh baya itu menatap ke arah Putri sulungnya itu dengan penuh selidik.
Tentu saja hal itu membuat Naomi yang ada di depan sang ibu, seketika gelagapan dibuatnya.
"Bunda kenapa pulang lebih awal? bukankah Bunda pernah berkata akan kembali ke rumah sekitar 3 minggu kemudian?"bukannya menjawab pertanyaan dari sang ibu, Naomi segera melayangkan pertanyaan pada wanita yang telah melahirkannya itu.
"Bunda berubah pikiran. karena di sana, Papamu sudah hampir selesai."jawab wanita itu dengan santai. Namun, masih tetap melayangkan tatapan penuh selidik pada Putri sulungnya itu.
__ADS_1
Sementara Naomi semakin terdiam di tempatnya. Karena Wanita cantik itu, tidak tahu apa yang harus ia lakukan setelah ini.
"sialan kenapa bisa seperti ini sih?"gerutunya dalam hati Seraya sesekali akan menatap ke arah Asmirandah yang berada di belakang sang ibu.