Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
aBab 72


__ADS_3

Asmirandah tengah menatap ke arah ponselnya dengan pandangan jengkel dan juga malas. karena sejak tadi, Asmirandah mencoba untuk menghubungi laki-laki yang menempati relung hatinya paling dalam itu.


Namun beberapa kali wanita itu mencoba untuk menghubunginya masih belum ada respon apapun dari laki-laki berwajah manis itu. tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, merasa semakin kesal.


"ish ini kenapa Bang Zidane tidak mengangkat panggilanku?"tanya Asmirandah Seraya menggerutu kesal.


Karena terus-menerus diacuhkan, wanita itu memutuskan untuk keluar dari dalam ruangan yang telah dipesan oleh Zidane sebelumnya. namun saat wanita itu berbalik badan,...


degh


Jantung wanita itu ingin lepas dari tempatnya. saat kedua matanya itu, tidak sengaja menatap kehadiran laki-laki yang membuatnya sangat bad mood hari ini.


"kenapa baru datang?"tanya Asmirandah dengan tatapan tajam menghunus bak belati yang sangat mengerikan.


"apa kamu menungguku?"bukannya menjawab pertanyaan dari wanita itu, justru Zidane malah bertanya kembali pada wanita itu. yang menurut Asmirandah, pertanyaan dari laki-laki itu sama sekali tidak penting. yang terpenting sekarang, dirinya harus mengetahui alasan mengapa laki-laki itu terlambat menemuinya.


"jawab dulu pertanyaanku!"Sentak wanita itu dengan raut wajah garang. membuat Zidane yang mendengar itu, seketika menghirup udara sebanyak mungkin. dan sebelum akhirnya, menghembuskannya secara perlahan.


Perlahan tapi pasti, laki-laki berwajah hitam manis itu segera menarik tubuh ramping istrinya dan membawanya ke tengah-tengah tempat tidur yang memang telah didesain sedemikian rupa oleh seseorang atas perintah dari Zidane.


"ceritakan sekarang!"tuntut wanita itu dengan nada suara yang ditekankan. Zidane yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala.


Kemudian secara perlahan-lahan, laki-laki itu mulai menceritakan semuanya pada wanita yang bergelar sebagai istrinya itu tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Setelah itu, terdapat rasa penyesalan yang luar biasa dari raut wajah Asmirandah. wanita itu perlahan-lahan mulai meremat kedua tangannya sendiri dengan pandangan yang ditundukkan ke bawah.

__ADS_1


"kenapa, Ada apa, hmm?"tanya Zidan Seraya menarik dagu dari istrinya itu. hingga membuat kedua mata itu, seketika saling pandang. pandangan yang begitu dalam dan juga intens. membuat beberapa kali wajah dari Asmirandah memerah karena merasa salting dengan yang dilakukan oleh suaminya itu.


"jangan lihatin aku kayak gitu aku malu."cicit Asmirandah Seraya menenggelamkan wajahnya semakin menunduk dalam. tentu saja hal itu membuat Zidane yang melihatnya, merasa semakin gemas.


Dengan gerakan cepat, laki-laki itu segera membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. menghempaskan tubuh mungil milik Asmirandah yang di bawahnya ada berbagai taburan bunga yang sangat mahal.


cup


Asmirandah dengan segera memejamkan kedua matanya. saat wanita itu merasakan, ada sesuatu benda kenyal yang menyambar bibir mungilnya. semakin lama, kecupan itu semakin dalam dan seperti menuntut hal yang lebih daripada itu.


"aku menginginkannya."bisik Zidane tepat di telinga Asmirandah. membuat wajah dari wanita itu, kembali memerah. senyum bahagia dari laki-laki itu seketika mengembang dengan sempurna saat mendapatkan lampu hijau dari wanita yang ada di bawah kendalinya saat ini. dan pada akhirnya, terjadilah ritual itu dengan perasaan penuh dengan kebahagiaan.


Terutama Zidane. laki-laki yang memiliki wajah manis itu merasa begitu bahagia karena dapat memiliki wanita yang sangat ia cintai. walaupun beberapa kali, terbersit rasa takut yang luar biasa. apalagi jika mengingat tentang khasiat ramuan itu dan juga respon dari keluarga besarnya nanti jika mengetahui tentang masalah ini.


Membayangkannya saja, Zidane sedikit bergidik. laki-laki itu segera menggelengkan kepalanya mengusir kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi kedepannya.


"oh Tuhan tolong bantu aku!"ucap laki-laki itu Seraya memejamkan mata. tanpa disadari oleh Zidane jika ada manusia lain yang memperhatikan gerak-geriknya itu.


Siapa lagi orangnya jika bukan Asmirandah yang masih berada di dalam tahanan laki-laki berwajah manis itu.


"Abang baik-baik saja?"Asmirandah Seraya menepuk bahu milik suaminya itu. membuat laki-laki itu, seketika tersadar dari apa yang ia pikirkan.


"lebih baik aku lanjutkan saja. mengenai masalah itu, bisa dipikirkan nanti."batin Zidane mencoba untuk melanjutkan aktivitasnya.


***

__ADS_1


"Terima kasih sayang."ucap laki-laki berwajah manis itu saat mereka baru saja menyelesaikan ritual. dan saat ini, keduanya tengah berada di dalam selimut yang sama dalam keadaan tanpa benang.


Asmirandah yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian, kembali membenamkan wajahnya di dada bidang milik suaminya.


Tak bersama lama mereka terlelap. dalam kondisi yang masih sama yaitu masih tanpa benang.


Beberapa saat kemudian,...


Asmirandah segera membuka mata. saat Sayup-sayup, terdengar suara deringan ponsel dari atas nakas samping tempat tidur.


Dengan kondisi kedua mata yang masih buram, Asmirandah mulai mengambil benda pipih itu. dan tak lama berselang, kedua bola mata itu membulat sempurna. saat mendapati memasang Bunda yang tertera di layar ponselnya.


Tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera lompat dari atas tempat tidur dan langsung berlari ke kamar mandi. tanpa memperdulikan reaksi dari Zidane yang merasa kebingungan saat membuka mata akibat tingkah laku dari istrinya itu.


"kamu mau ke mana buru-buru sekali?"tanya Zidan yang masih terdiam di atas tempat tidur.


"aku harus pulang Bang. Bunda sudah menelponku sejak tadi." jawab wanita itu dengan tergesa-gesa.


Membuat Zidan yang mendengar itu sejenak terdiam. hingga tak lama berselang, laki-laki itu juga ikut panik dan langsung melompat dari atas tempat tidur saat memikirkan sesuatu.


Sementara Asmirandah, wanita cantik itu sudah merasa tidak peduli dengan keadaan sekitar. yang ia pedulikan saat ini, adalah bagaimana caranya agar cepat sampai di kediaman Orlando.


"Bang aku pulang dulu ya?"pamit Asmirandah Seraya berjalan ke arah pintu kamar mandi dan mengetuknya.


"tunggu sebentar lagi! aku akan keluar!"sahut Zidane dari dalam sana.

__ADS_1


Membuat Asmirandah yang mendengar itu, sejenak terdiam. wajahnya sangat terlihat sekali Merasa kebingungan. antara pergi dari ruangan ini segera, atau menunggu suaminya itu selesai.


Di saat wanita itu tengah berpikir cukup keras, pintu kamar mandi tiba-tiba saja terbuka. dan mendapati, wajah segar dari suaminya itu. mereka berdua memang telah menyiapkan beberapa pakaian dijadikan pakaian ganti setelah melakukan ritual itu. namun, sebisa mungkin Asmirandah mengambil baju yang sama dengan apa yang ia gunakan sewaktu pergi. tujuannya adalah, agar kedua orang tuanya tidak merasa curiga dengan apa yang ia lakukan.


__ADS_2