Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 175


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman keluarga Prakoso, terlihat semua orang tengah sibuk mempersiapkan acara penyambutan anggota baru dari keluarga itu. tentu saja acara penyambutan itu dilakukan dengan begitu meriah dan juga mewah.


Karena Oma Keisha ingin, semua dunia tahu bahwa Zidane memiliki penerus dari keluarga terhormat. sebenarnya perlakuan seperti ini bukan hanya diterima oleh Zidane. karena pada kenyataannya, Jordan pun akan mendapatkan hal yang sama.


Hanya saja, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, belum menemukan pasangannya. sehingga belum mendapatkan acara seperti itu.


"permisi Tuan, Nyonya Sepuh, apakah ada keperluan lain yang bisa kami kerjakan lagi untuk menyempurnakan acara penyambutan dari tuan kecil Elvio?"tanya salah seorang pelayan datang menghampiri keluarga itu yang tengah berbincang-bincang dengan hangat.


Mendengar pertanyaan dari salah satu pekerjanya itu, membuat Oma Keisha sedikit terdiam. Karena Wanita itu, tengah berpikir keras.


"berikan tamu undangan sebuah buket bunga beserta sebuah tas mewah yang sudah aku tulis di sini."ucap wanita itu Seraya menyerahkan sebuah kertas kecil yang memang telah disiapkan oleh wanita itu sebelumnya. hanya saja karena mungkin faktor usia, wanita sepuh itu melupakannya.


"baik nyonya kalau begitu saya permisi dulu."telah mengatakan hal itu, suasana di ruang keluarga itu kembali hening untuk beberapa saat kemudian.


"besok pagi, kita akan melakukan serangkaian tes kesehatan untuk melakukan persiapan acara penyambutan itu. termasuk juga, dengan Elvio."beritahu Oma Keisha pada seluruh keluarga yang ada di sana.


"panggil juga Jordan suruh dia pulang sebentar."sambung wanita sepuh itu pada anggota keluarga yang lain.


Mereka semua menganggukkan kepala mengerti. Namun ada satu wanita yang tampak cemas. siapa lagi orangnya, jika bukan Tiara. karena selama dua bulan itu, putranya sama sekali tidak diberikan asupan gizi yang terbaik. malah terkesan asal-asalan dan juga teledor.


Bagaimana tidak, bayi kecil itu dari pertama dia lahir sampai berusia 2 bulan ini diberikan minuman racikannya sendiri. dan bahkan terkadang, hanya diberikan air putih saja.


"aku tidak boleh sampai ketahuan aku harus melakukan sesuatu." gumamnya Seraya mencoba untuk berpikir keras. jujur Saja wanita itu merasa begitu panik saat ini. karena memang, tidak terlalu memikirkannya.


Namun sekarang, wanita itu terlihat kelabakan sendiri.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat."ucap wanita renta itu menginstruksi. membuat semua orang yang mendengar itu seketika menurut.

__ADS_1


Namun, wanita itu renta terlihat terdiam saat melihat, tidak ada pergerakan dari menantu kesayangannya itu hingga membuat wanita renta itu, kembali menegurnya. membuat Tiara, seketika tersentak.


Wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera bangkit Seraya menggendong bayi mungil itu yang tampak puras dalam pangkuannya.


Tiba-tiba saja sebuah ide muncul dari kepalanya. membuat wanita itu, segera menyerahkan Elvio pada Sahara yang kebetulan berada tepat di sampingnya.


"eh kamu mau ke mana Tiara?"tanya Sahara spontan. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu.


dirinya tetap melangkahkan kakinya untuk menuju ke dalam kamar dan menghubungi seseorang.


"lakukan apa yang telah aku perintahkan dan kirimkan padamu itu. aku tidak mau, hal ini sampai gagal."


("baik bos kami mengerti.")


Kedua sudut bibir dari wanita itu seketika tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman yang begitu manis.


tok tok tok


"Tiara apa yang kau lakukan di dalam?"tanya Oma Keisha Saraya mengetuk pintu kamar itu. membuat wanita itu seketika mengumpat tanpa suara.


"dasar wanita bau tanah. masih mencoba untuk menggangguku."ucapnya dengan sinis. Namun demikian, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tetap membukakan pintu dan berjalan menghampiri wanita renta itu.


"apa yang kau lakukan di dalam?"tanya wanita itu penasaran. seraya sesekali melihat ke dalam kamar cucu menantunya itu.


Tiara yang mendengar itu seketika menggelengkan kepala."tidak ada apa-apa Oma. sebaiknya kita segera pergi saja takut kesiangan. kasihan Elvio."sahut wanita itu dengan cepat.


Dan dengan segera, mencoba menarik tangan sesepuh dari keluarga Prakoso itu untuk menjauh dari sana. jangan sampai wanita itu melihat apa yang terjadi di dalam kamar miliknya. karena memang, semua kekacauan itu, belum dibereskan oleh wanita itu.

__ADS_1


****


Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi oleh keluarga dari Prakoso telah sampai di sebuah rumah sakit yang memang milik keluarga itu.


Dengan segera, mereka Semua turun dari dalam mobil itu dipimpin oleh Oma Keisha dan juga Opa Galang yang berjalan di depan dengan raut wajah angkuhnya.


Di barisan kedua disusul oleh para kepala rumah tangga yang tak lain adalah Garda, Zidane dan juga Rafael. dan di barisan ketiga, ada Sahara Ajeng dan juga Tiara.


Semua orang yang ada di sana, menatap hormat dan juga segan ke arah para keluarga itu. dan tanpa diminta sekalipun, mereka semua sudah berbaris rapi di sisi kanan dan kiri dinding. sudah seperti iring-iringan sebuah keluarga kerajaan yang hendak lewat.


"selamat datang keluarga terpandang."sambut salah seorang laki-laki yang merupakan petugas keamanan di rumah sakit itu.


Oma Keisha dan juga Opa Galang hanya menganggukkan kepala dan tetap berjalan angkuh untuk masuk ke dalam ruang milik dokter Vanessa.


"selamat pagi semuanya!"sambut dokter Vanessa di depan pintu ruang kerjanya saat mendapati satu keluarga itu sudah berada di sana.


"pagi!"sahut semuanya serempak.


Mereka segera masuk dan langsung memposisikan diri sedemikian rupa. Namun sepertinya ada yang aneh dengan dokter Vanessa. wanita paruh baya itu terlihat sedikit gugup dan sesekali akan menatap ke arah Tiara dengan tatapan seperti seseorang yang baru saja melihat hantu.


Sementara Tiara, wanita itu diam-diam tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil membuat dokter itu tunduk padanya.


Setelah semua orang diperiksa, kini giliran Elvio. bayi mungil berusia 2 bulan itu segera diletakkan di atas ranjang rumah sakit untuk diperiksa.


"bagaimana perkembangan dari cucu saya?"tanya Oma Keisha dengan nada suara yang antusias.


Membuat dokter Vanessa yang mendengar itu, sedikit tersentak. Namun demikian tetap memeriksa dan memperlihatkan raut wajah yang biasa saja.

__ADS_1


"semuanya normal nyonya. cucu Anda ini benar-benar sangat hebat. dia tumbuh dengan sangat gesit. padahal, waktu dia lahir ke dunia umurnya memang benar-benar belum cukup. tapi sekarang lihatlah. bayi ini terlihat begitu sehat dan juga aktif."ucap dokter Vanessa dengan raut wajah sebisa mungkin dibuat biasa saja.


__ADS_2