
Sementara itu di belahan bumi yang lain, terlihat dua anak manusia semakin merasa frustasi karena tidak mendapatkan kabar Di mana keberadaan seseorang.
"aku nggak mau tahu ya, kau harus bisa mendapatkan Asmirandah bagaimanapun caranya. jika tidak, maka aku akan membuat hidup keluargamu semakin hancur."ucap Yudha penuh dengan pengancaman. dan hal itu, mendapatkan lirikan mematikan dari orang yang tengah ia ancam.
"kau tenang saja. aku akan memastikannya sendiri. bahwa kau, akan mendapatkan apa yang kau inginkan. Begitupun denganku."ucapnya dengan nada penuh dengan keyakinan.
"baik aku akan menunggu. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kedua orang tuamu? apakah mereka akan kembali ke negara ini secepatnya?"tanya Yudha menatap ke arah Mantan istrinya itu.
Naomi yang mendengar itu seketika menganggukkan kepala."kata Bunda, mereka akan segera tiba dua atau tiga hari ke depan."
Yudha manggut-manggut."baguslah kalau begitu. karena lebih cepat kedua orang tuamu kembali, rencana kita juga akan lebih cepat terlaksana."ucapnya tersenyum Samar.
Setelah berbincang-bincang cukup lama dan membahas rencana mereka kedepannya, sepasang mantan suami istri itu memutuskan untuk pergi ke tempat tujuan masing-masing.
*****
"pokoknya aku tidak mau tahu Bang. aku harus mendapatkan makanan itu segera! jika tidak, maka aku tidak akan pernah mau membuka mulut selamanya!"terdengar suara seorang wanita yang tengah marah-marah dan juga mengancam.
"tapi malam-malam begini, di mana aku harus mendapatkan pesananmu itu?"tanya Zidan merasa sangat frustasi dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh Asmirandah akhir-akhir ini.
Seakan-akan laki-laki itu baru menyadari jika memenuhi keinginan wanita hamil itu sangatlah melelahkan dan juga sedikit menjengkelkan. seperti malam ini. di mana wanita itu, menginginkan sebuah makanan yang sebenarnya umum dimakan oleh manusia lainnya. namun yang membuatnya sedikit sulit, adalah Zidane harus mendapatkan makanan itu dengan tangannya sendiri.
Rujak buah. ya, itu yang diinginkan oleh Asmirandah saat ini. hingga membuat wanita itu, berteriak histeris seperti itu. tidak sulit bukan, memang sangatlah sepele. dan Zidane, dapat mendapatkannya dalam waktu beberapa detik saja. namun yang membuat semuanya runyam adalah laki-laki itu harus memetik bahan-bahan yang diperlukan untuk merusak. seperti mangga muda, belimbing, dan juga nanas.
Dan yang lebih mengagetkan lagi, wanita itu menyuruh suaminya untuk mengambil bahan-bahan itu langsung dari pohonnya. masalahnya di tempat ini, tidak ada pohon mangga belimbing dan juga yang lainnya.
"sayang tolonglah jangan seperti ini."ratap Zidane Seraya menatap istrinya itu dengan tatapan iba. berharap bahwa wanita itu bersedia untuk bermurah hati sedikit saja.
__ADS_1
"cari sekarang, atau aku tidak akan makan selamanya!"
brakkk
Dengan sekuat tenaga, wanita cantik itu membanting pintu kamarnya. hingga membuat orang-orang yang ada di sana, seketika tersentak kaget. tak terkecuali, Zidane sendiri.
"aaakkkhhhh! kenapa malah jadi seperti ini?!"tanya laki-laki itu Seraya menjebak rambutnya sendiri dengan ekspresi wajah yang sangat menderita.
Malam-malam begini, mencari mangga dan juga kawan-kawannya dan harus memetiknya sendiri? itu konyol namanya. apalagi mereka tidak memiliki pohon-pohon itu.
"maaf tuan. sebaiknya, ada menuruti keinginannya nyonya. karena jika tidak, saya takut terjadi apa-apa dengan Nyonya Dan juga kandungannya."dengan langkah pelan, salah seorang pelayan di rumah itu mencoba untuk berbicara pada Zidane.
Membuat laki-laki berwajah hitam manis itu, sejenak terdiam. otaknya berpikir di mana Dirinya harus mendapatkan makanan itu. hingga tak lama berselang, sebuah ingatan berkelebat di dalam otaknya.
"oh iya. kenapa aku tidak kepikiran sejak tadi?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri. Dan dengan segera, laki-laki bertubuh tinggi besar itu melangkahkan kakinya untuk menghampiri sang istri.
"mau ke mana?!"tanya wanita itu masih dengan nada suara yang sangat ketus.
"aku akan mengabulkan permintaanmu."jawab laki-laki itu. hingga membuat sang istri, seketika menatapnya dengan tatapan berbinar.
"sungguh Abang tidak bohong, kan?"tanya wanita itu untuk memastikan semuanya. dan hal itu mendapatkan gelengan kepala dari Zidane.
****
Karena tidak ingin membuat anak dan istrinya kecewa, pada akhirnya laki-laki itu membawa Asmirandah ke suatu tempat. suatu tempat yang tidak akan pernah dilupakan oleh wanita cantik itu.
"Bang kita kenapa ke Mansion kedua orang tua Abang?"tanya wanita itu dengan raut wajah tidak mengerti.
__ADS_1
"karena hanya di sini, kita bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan."ucapnya dengan ekspresi wajah tenang. walaupun di dalam hatinya, Zidane merasa sedikit khawatir. takut jika aksinya ini, akan diketahui oleh kedua orang tuanya.
Yap. saat ini Asmirandah dan juga Zidane, tengah berada di Mansion kedua orang tua laki-laki itu. karena hanya di sanalah, apa yang diinginkan oleh istrinya itu berada.
Bukannya merasa takut seperti dugaan laki-laki itu, Asmirandah justru terlihat sangat antusias. membuat laki-laki itu tanpa sadar mengumpat pelan. beruntungnya, umpatan dari Zidane itu tidak didengar oleh Asmirandah. karena jika sampai hal itu terjadi, maka akan terjadi perang dunia ke-10.
"Ya sudah kalau begitu. Tunggu apa lagi Bang, Abang harus segera mendapatkannya untukku."ucap wanita itu dengan senyuman.
Membuat Zidane yang melihat itu sejenak terdiam. hingga tak lama berselang, laki-laki berwajah hitam manis itu turun dari dalam mobil dan langsung melaksanakan apa yang diminta oleh wanitanya itu. sambil memetik buah, laki-laki itu sesekali akan mengumpat dan bersumpah. bahwa ini adalah kali pertama dan terakhir dirinya menderita karena kehamilan seorang wanita.
Setelah mendapatkan apa yang di mau, mereka segera pulang ke rumah. demi seorang Asmirandah, Zidan rela bertingkah seperti maling dimension kedua orang tuanya sendiri. jika kalian bertanya kenapa kedua orang itu tidak ketahuan? jawabannya adalah. karena pohon-pohon itu, terletak di sebelah jalanan komplek dan sedikit keluar dari area Mansion.
Sesampainya di rumah mereka, Zidane segera mempersiapkan semuanya. dan tak lama berselang, apa yang diinginkan oleh Asmirandah akhirnya tersaji di hadapan wanita itu.
"bagaimana apakah enak?"tanya Zidane menatap ke arah istrinya itu dengan harap-harap cemas.
"Ini enak sekali Bang."jawabnya Seraya tersenyum simpul.
'huh, syukurlah kalau batin laki-laki itu bernafas dengan lega.
Tak lama berselang, laki-laki itu terdiam saat melihat istrinya telah bangkit dari posisi duduknya.
"loh, loh, kenapa tidak dihabiskan sayang?"tanya Zidane heran. saat laki-laki itu melihat, istrinya yang akan melenggang pergi dari tempat itu.
"aku sudah kenyang. Sisanya, Abang saja yang menghabiskan."ucapnya begitu santai dan langsung masuk ke dalam kamar.
"sialan!"batin Zidane meringis melihat tingkah laku dari istrinya itu ya semakin lama semakin menjadi.
__ADS_1