
Saat ini, Asmirandah tengah berada di taman belakang kediaman terpencil milik Jordan. wanita itu saat ini, tengah memandangi pemandangan yang menurut begitu indah sembari menggendong Arabella.
"huuufft."beberapa saat kemudian, wanita itu terdengar menghembuskan nafasnya berat. sepertinya, banyak sekali pikiran yang ada di dalam kepala wanita itu saat ini. hingga membuatnya seketika merasa begitu lelah dan juga frustasi.
"sampai kapan aku akan ada di tempat ini terus?"tanya Asmirandah menatap kosong lurus ke depan.
"selamanya!"
Asmirandah seketika terlunjak kaget. wanita itu dengan cepat langsung menoleh ke arah sumber suara. kedua bola matanya, seketika membuat sempurna mendapati siapa orang yang ada di belakangnya saat ini.
"ka...kak Naomi, sedang apa kamu ada di sini?"tanya wanita itu dengan nada suara terbata-bata.
Sementara Naomi sendiri, seketika tersenyum miring saat mendapati reaksi dari wanita yang berstatus sebagai adik kandungnya itu.
"apa kabar adikku, sayang?"tanya Naomi Soraya penangkapan kakinya untuk menghampiri Asmirandah yang mulai merasa takut dan melangkahkan kakinya mundur.
"ka... kakak mau apa ke sini? tolong jangan sakiti aku lagi aku mohon,"ucap wanita itu Seraya mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
Sementara Naomi sendiri, wanita itu justru malah terkekeh pelan. wanita itu merasa sangat lucu saat melihat reaksi dari wanita yang berstatus sebagai adiknya itu.
"kenapa kau merasa tidak senang bertemu denganku? bukankah aku adalah satu-satunya keluarga yang kamu miliki? kenapa kamu merasa tidak senang bertemu denganku?"tanya wanita itu dengan nada suara yang begitu sinis. tak lama berselang, tangan dari Naomi segera mencengkeram kuat leher milik Asmirandah. hingga membuatnya seketika meronta-ronta Karena tidak tahan dengan keganasan wanita itu.
"le... lepaskan aku. uhuk uhuk."setelah berusaha cukup lama dan cukup kuat, pada akhirnya wanita itu berhasil terlepas dari cengkraman Naomi.
Beruntungnya saat ini, Arabella berada di dalam kereta bayi. karena jika gadis kecil itu berada dalam gendongan Asmirandah, sudah dapat dipastikan bayi itu pasti akan jatuh.
"apa yang kau lakukan pada istriku?!"
__ADS_1
Bugh
Asmirandah seketika memejamkan mata saat mendapati pemandangan yang begitu mengejutkan di hadapannya saat ini.
"apakah kau baik-baik saja?"tanya Jordan saat telah berhasil melumpuhkan Naomi yang kini telah terkapar di atas tanah.
Kedua bola mata dari Asmirandah seketika membuat sempurna. saat mendapati keluarga satu-satunya tak berdaya tepat di hadapannya.
"a...apa yang kau lakukan pada kakakku?"tanya wanita itu dengan nada tersendat karena merasa begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.
"tenanglah dia hanya pingsan."sahut laki-laki itu Seraya langsung mengangkat tubuh mungil Arabella dan menggendongnya.
Asmirandah yang mendengar itu pun hanya menganggukkan kepala. kemudian segera mengikuti di belakang laki-laki itu dengan tubuh sedikit gemetar. Karena bagaimanapun juga, wanita itu masih merasa begitu takut dengan kejadian yang baru saja terjadi itu.
Sesampainya di dalam kamar, Jordan segera memanggilkan dokter untuk memeriksa kondisi dari wanita yang paling ia cintai itu.
"bagaimana apakah ada yang luka?"tanya Jordan pada sosok dokter yang ada di hadapannya saat ini.
Jordan yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian, segera melangkahkan kakinya untuk mendekati Asmirandah yang masih terbaring di atas tempat tidur. padahal Wanita itu sudah mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. namun yang namanya Jordan ini, masih tetap kekeh untuk memanggil dokter dan memeriksa kondisinya.
"lebih baik kau istirahat saja."ucap laki-laki itu menahan tubuh dari Asmirandah yang ingin bangun dari tempat tidur.
"tapi Jordan, aku tidak sakit aku baik-baik saja."tolak wanita itu dan tetap ingin bangun dari tempat tidur. karena menurutnya, tindakan dari laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu, sudah sedikit berlebihan.
"tidak apa-apa. lebih baik, kamu istirahat saja."Jordan tetap kekal dengan pendiriannya untuk menahan Asmirandah agar tidak bangun dari tempat tidur.
Dan pada akhirnya, wanita itu pun hanya pasrah. kemudian kembali berbaring. dia menatap wajah dari Arabella yang masih terlelap dalam tidurnya itu. sepertinya bayi kecil itu tidak merasa terusik sedikitpun dengan keributan yang terjadi di sekitarnya.
__ADS_1
Sementara Jordan sendiri, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu langsung beranjak dari dalam kamarnya setelah memberikan satu kali kecupan di kening istri dan juga anaknya itu.
"kamu mau ke mana?"tanya Asmirandah saat melihat pergerakan Jordan yang sedikit menjauh.
"aku harus memberikan pelajaran pada kakakmu itu. berani-beraninya dia menyentuh kamu."ucapnya Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat dan tatapan mata yang menatap ke arah depan.
Asmirandah yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya."jangan aku mohon jangan."cegah wanita itu terserah ya langsung menggenggam tangan dari Jordan. mencoba untuk menenangkan laki-laki itu.
"kenapa?"tanya Jordan singkat.
"ka... karena bagaimanapun juga, Naomi adalah kakak kandungku. satu-satunya keluargaku yang masih tersisa di dunia ini. dan aku tidak ingin, menjadi orang jahat yang menyakiti anggota keluargaku yang masih tersisa."ucapnya Seraya menundukkan kepala.
Sungguh, bagaimanapun juga Asmirandah masih merasa sangat menyayangi kakak kandungnya itu. wanita itu tidak ingin kakak kandungnya terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Jordan yang mendengar itu seketika tertegun. rasa sayang dan cintanya, semakin tumbuh subur di dalam hati saat melihat bagaimana perangai dari wanita yang ada di hadapannya saat ini.
Lama Jordan terdiam, laki-laki itu seketika tersenyum dan menganggukkan kepalanya."baiklah aku akan menuruti keinginanmu. tapi jika dia menyakitimu lebih dari ini, Maka jangan salahkan aku untuk bertindak."Asmirandah menganggukkan kepala.
****
Sementara itu di dalam kediaman keluarga Prakoso, terlihat Tiara tengah berbincang-bincang hangat dengan wanita renta sesepuh keluarga itu.
"bagaimana kamu ingin jalan-jalan ke mana sekarang?"tanya Oma Keisha menatap ke arah cucu menantunya itu dengan senyuman manis.
Tiara seketika menggelengkan kepalanya. karena memang wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, tidak ingin bertemu dengan siapapun dan juga pergi kemanapun.
"aku hanya istirahat saja cuma karena tubuhku terasa capek sekali."jawab wanita itu dengan senyuman.
__ADS_1
"hmmm baiklah kalau begitu. Oma tahu bagaimana kondisi tubuhmu. pasti menjadi ibu itu sangat begitu melelahkan apalagi harus mengurus anak sendirian."Oma Keisha mengusap kepala wanita itu dengan penuh kasih sayang.
Tiara seketika menganggukkan kepala. kemudian dengan perlahan-lahan mulai mengangkat tubuh Elvio dan menggendongnya. lalu setelahnya, membawa bayi itu masuk ke dalam kamar.