Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 132


__ADS_3

"maksudmu bagaimana? aku sama sekali tidak mengerti?"tanya Naomi Seraya mendudukkan dirinya di sebuah kursi kosong yang ada di sebuah tempat rumah makan.


("mereka menemukan keberadaanku dan juga Asmirandah. dan itu semua, gara-gara si Candra sialan itu!")


"tolong bisa ceritakan dari awal?"pinta Naomi yang memang belum paham apa yang telah dibicarakan oleh laki-laki itu.


Dan pada akhirnya, Jordan mulai menceritakan semuanya pada Naomi. dan hal itu tentu saja membuat wanita itu, seketika terkesiap kaget.


"lalu sekarang, kau ada di mana?"tanya wanita itu dengan raut wajah penasaran.


("aku membawa Asmirandah ke sebuah kota yang ditumbuhi oleh pohon-pohon rindang.")


"daerah flawless?"tanya Naomi menebak. dan langsung dijawab oleh laki-laki itu.


"baiklah kalau begitu. semoga kau bahagia dan juga nyaman dengan pasanganmu itu."ucap Naomi penuh dengan makna. yang mengetahui makna itu, adalah wanita itu sendiri.


"bagus juga. tiba-tiba saja aku memiliki rencana untuk membuat wanita itu merasa kecil dan juga tidak dihargai oleh Zidane." setelah mengatakan hal itu, Naomi segera pergi dari sana dengan senyuman yang tidak pernah luntur.


Semua orang bisa berubah karena sesuatu. begitu pula dengan Naomi. wanita yang pada awalnya sangat menyayangi Asmirandah itu, berubah menjadi orang pertama yang sangat membenci. hanya karena rasa cinta yang tidak terbalaskan dan juga rasa iri hati. semuanya bisa menjadi berbalik tanpa kita sadari.


Karena memang, perasaan sayang dan juga benci itu, sangat tipis setipis tisu yang dibelah menjadi dua. untuk itulah, jangan pernah terlalu mengharapkan seseorang. jika tidak ingin, mengalami kecewa yang cukup panjang dan malah akan merugikan diri sendiri.


Seperti Naomi ini, Wanita itu sudah tidak memiliki keluarga di hidupnya. karena semua orang, benar-benar telah meninggalkannya. namun hal itu sepertinya sama sekali tidak membuat Naomi sedih. malah justru sepertinya, wanita itu merasa bebas karena dapat melakukan apapun tanpa teguran dari keluarganya.


"aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan cintaku kembali."gumam wanita itu Seraya tersenyum lebar.

__ADS_1


*****


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki yang baru saja sampai di kediaman kedua orang tuanya. ah lebih tepatnya di kediaman sesepuh keluarganya. karena jarak kediaman orang tua dan juga keluarga besarnya, sangatlah jauh. siapa lagi orangnya jika bukan Zidane.


Saat laki-laki itu baru saja membuka pintu, dirinya sudah dihadapkan dengan tatapan berbagai ekspresi dari orang-orang yang ada di ruangan itu.


"kamu dari mana?"tanya Oma Keisha Seraya menatap datar ke arah laki-laki itu.


"keluar cari angin!"jawabnya acuh tak acuh dan langsung melangkahkan kakinya hendak menuju ke kamar.


Namun, langkahnya segera terhenti. saat laki-laki itu mendengar sebuah instruksi dari seorang laki-laki. siapa lagi jika bukan Opa Galang.


Laki-laki sepuh yang semua rambutnya sudah hampir memutih itu, menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam. hingga membuat Zidane pada akhirnya pasrah dan mengikuti keinginan dari mereka.


"kata Tiara, kau datang menemui seseorang? apakah benar itu?"tanya Oma Keisha saat mereka sudah berkumpul dan menatap ke arah laki-laki yang baru saja sampai itu.


"jika kau tidak pernah melakukan tindakan macam-macam, maka akan aku pastikan rahasiamu aman."bisik wanita itu saat tepat berada di samping laki-laki itu.


"jangan pernah bermacam-macam denganku. aku sudah cukup sabar untuk menghadapi sikapmu ini. jangan salahkan aku, jika aku akan melakukan sesuatu padamu. Jika sampai, kau membocorkan hal ini."balas Zidane tanpa rasa takut.


Berharap, dengan gertakannya itu, Tiara menghentikan aksi gilanya itu. namun di luar dugaan. itu malah menantangnya. membuat Zidane.


Karena tidak akan pernah mungkin, laki-laki itu menang. apalagi, jika semua rahasianya terbongkar. entah bagaimana respon dari keluarga besarnya.


Membayangkan itu saja, membuat Zidane sedikit bergidik. sementara Tiara yang melihat itu, seketika tersenyum penuh dengan kemenangan.

__ADS_1


"jangan pernah bermain-main dengan air tenang. karena sewaktu-waktu, air tenang itu bisa berubah menjadi ombak yang cukup dahsyat untuk menghantam dan menghancurkan sebuah batu karang."lanjutnya disertai dengan senyuman tipis.


"tidak Oma! aku tidak pernah menemui siapapun. aku hanya mencari angin."ucap Zidane penuh dengan ekspresi yang sangat meyakinkan. berharap mereka semua, mempercayai ucapannya itu.


Sementara Tiara sendiri, hanya memutar bola mata malas. karena wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tahu apa yang sebenarnya terjadi dan juga yang dilakukan oleh Zidane.


Karena Wanita itu, sebelumnya telah diberitahu oleh Jordan dan diperingatkan agar menjaga suaminya dengan baik agar tidak bertemu dengan istrinya lagi.


"mungkin itu hanya kebetulan saja Oma. ke depannya, Tiara janji akan menjaga Kak Zidane dengan baik. supaya hal seperti ini, tidak terjadi untuk kedua kalinya."ucapnya tersenyum simpul Seraya bergelayut manja di lengan Zidane.


Zidane yang melihat itu, seketika membuang nafas dengan kasar. setelah selesai dengan sidak dadakan itu, mereka semua segera bubar dan masuk ke dalam ruangan masing-masing.


Begitu juga dengan Zidane dan juga Tiara. mereka harus terlihat mesra di depan seluruh keluarga besar Prakoso.


Sesampainya di dalam kamar, Zidane segera menghempaskan tangan dari Tiara. karena dari tadi, wanita itu terus saja menempel seperti lintah di badannya.


"jangan pernah membuat aku kesal sayang. atau jika tidak, mereka akan mengetahui tentang jati dirimu yang sebenarnya? apakah kau sudah siap jika tradisi itu benar-benar dilakukan oleh keluarga besarmu?"tanya wanita itu Seraya mengusap rahang kokoh milik sang suami.


"jangan pernah menggertak ku seperti itu!"ucapnya dengan rahang semakin ketat dan juga bunyi gigi yang saling bergemeletuk satu sama lain.


"gertakan ini, akan menjadi sebuah kenyataan jika kau tidak mengikuti apa yang aku mau!"ucapnya Seraya menatap tajam ke arah laki-laki itu. namun masih dengan nada suara yang sangat lembut dan juga gerakan halus dari tangannya.


Tanpa pikir panjang lagi, Zidane segera menepis dan mendorong tubuh milik Tiara. agar wanita itu, benar-benar menjauh dari sana.


"kau tidak akan pernah bisa lepas! sebelum wanita itu, juga melepaskan apa yang menjadi incaranku selama ini."ucapnya dengan ekspresi wajah tenang.

__ADS_1


Membuat Zidane sendiri yang melihat itu, sedikit menatap tidak percaya pada wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"kau benar-benar berubah Tiara! kau bukan lagi sahabat dari Asmirandah!"desis laki-laki itu tidak menyangka.


__ADS_2