Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 82


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Zidane menghampiri sang istri yang masih terlihat mencak-mencak di atas tempat tidur. tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, terlihat sangat panik. Karena Wanita itu saat ini dalam keadaan hamil.


"Sayang apa yang kamu lakukan?!"sentak Zidane Seraya mencengkeram lengan dari wanita itu.


Hingga membuat si pemilik lengan, seketika menoleh dan langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan laki-laki itu. tak lama berselang, terdengar suara isakan tangis yang begitu memilukan dari wanita itu.


Membuat Zidan yang mendengar itu, ketika menatap ke arah semua orang yang ada di sana dengan tatapan yang sangat tajam. seakan tengah bertanya.' ada apa'.


"maaf tuan, Nyonya muda ingin menyantap nanas yang masih muda bersama dengan keju. apakah itu tidak berbahaya?"pada akhirnya seorang wanita paruh baya memberanikan diri untuk bertanya dan mengatakan sesuatu hal itu pada laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


Mendengar penuturan dari wanita itu, sontak saja membuat Zidane yang mendengarnya, seketika menatap ke arah istrinya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"aku hanya ingin mengikuti aksi ngidamku."cicit Asmirandah Seraya menyembunyikan wajahnya karena merasa takut dengan ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh sang suami.


Zidane yang mendengar itu, sejenak terdiam. hingga beberapa saat kemudian, laki-laki itu mengeluarkan benda pipih dari dalam sakunya.


"kalau begitu, tunggu sebentar. aku ingin bertanya dulu pada dokter kandunganmu." Zidane melangkahkan kakinya menjauh dari wanita yang sangat ia cintai. kemudian dengan segera menghubungi seseorang.


Tak berselang lama, laki-laki itu kembali lagi dengan senyuman di wajahnya. Asmirandah yang merasa sangat penasaran, seketika langsung melompat dari atas tempat tidur. hal itu sempat membuat semua orang menegang. namun pada akhirnya helaan nafas terdengar dari mulut mereka. saat menyaksikan tubuh mungil wanita itu, ditangkap dengan tepat oleh suaminya.


Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki manis itu membawa Asmirandah menuju ke bibir kolam renang. dan langsung membuatkan apa yang wanita itu mau. tentunya, dengan porsi yang lebih sedikit.


"silakan dimakan."laki-laki itu Seraya menyerahkan satu mangkok kecil pada Asmirandah. dengan senang hati, wanita itu mengambilnya.


Zidane menatap wanita kesayangannya itu dengan senyuman yang terpatri di wajah manisnya. melihat begitu lahapnya sang istri saat makan, membuat rasa ingin mencicipi, seketika timbul di dalam diri laki-laki itu.


"bolehkah aku memintanya sedikit saja?"tanya laki-laki itu dengan ekspresi wajah yang begitu menggemaskan.


Hingga sukses membuat Asmirandah yang tengah asik menikmati makanan itu, seketika ternganga tidak percaya.

__ADS_1


"A...Abang ingin mencicipi makanan ini?"tanya wanita itu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh sang suami.


Berharap Asmirandah memberikan makanan itu sedikit saja seperti yang biasa mereka lakukan sebelumnya. Namun sepertinya, kali ini berbeda. karena Wanita itu, dengan segera mengamankan mangkuk kecil itu dari pandangan sang suami.


"tidak boleh! lebih baik, Abang pergi saja dari sini daripada meminta makanan yang ada di dalam mangkuk ini!"ucapnya dengan ketus.


hening....


Suasana yang tercipta di antara mereka, seketika menjadi hening. karena mendengar ucapan dari wanita itu. hingga beberapa saat kemudian, terlihat Zidane meneteskan air mata.


Tentunya Hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, semakin menganga lebar karena melihat reaksi dari laki-laki itu.


"ayolah Asmirandah! apakah kau tidak kasihan saat melihat menangis seperti ini?"tanya laki-laki itu semakin deras dalam mengeluarkan cairan bening dari dalam kedua matanya.


'kenapa dia sampai seperti ini?'batin Asmirandah bertanya-tanya. akhirnya karena merasa tidak tega dengan tingkah laku laki-laki yang ada di sampingnya itu,.


"Ya udah nih!"ucapnya Seraya menyodorkan mangkok itu pada sang suami."tapi dikit aja jangan banyak-banyak."sambung wanita itu sebelum benar-benar memberikan makanannya itu pada sang suami.


"jangan dihabiskan!" tegur wanita itu Seraya merampas mangkok itu dari tangan Zidane. membuatnya sedikit mendengus. Namun demikian, tetap memberikan mangkok itu padanya.


Beberapa saat kemudian,...


Kini pasangan suami istri itu, tengah bersantai di balkon kamar mereka. mereka berdua tengah menikmati udara yang begitu segar. karena mama, di belakang sana terdapat puluhan hektar kebun teh yang terlihat sangat asri dan juga indah. sementara di sisi kiri dan juga kanan, terdapat beberapa pohon kelapa yang mengelilingi. dapat kalian bayangkan bukan, betapa segarnya udara yang ada di sana.


"Abang kenapa melihatku seperti itu? apa ada yang aneh?"tanya Asmirandah menatap ke arah laki-laki itu dengan seksama.


"tidak ada." jawabnya tersenyum simpul kemudian merangkuh pinggang ramping milik wanita itu dan menyandarkan dagu lancipnya di pundak wanita itu.


"sayang?"panggil Zidane dengan lembut.

__ADS_1


"hmmm."jawab wanita itu dengan kedua matanya yang terpejam sempurna.


"menurutmu bagaimana kalau kita pindah dari sini?"tanya laki-laki itu dengan sedikit berbisik.


"maksud Abang apa?"tanya Asmirandah dengan raut wajah penasaran dan juga tidak mengerti.


Tak menjawab pertanyaan dari istrinya, Zidane dengan segera menarik tangan dari wanita itu dan membawanya masuk ke dalam mobil. laki-laki itu seakan menulikan pendengarannya. saat mendapatkan pertanyaan dari wanita itu.


Tak lama berselang, mobil yang mereka tumpangi telah sampai di sebuah perumahan yang terbilang cukup sederhana di mata Asmirandah. masih dengan ekspresi wajah penasaran, wanita itu mengikuti langkah dari sang suami yang terlihat masuk ke dalam sebuah rumah yang terlihat sangat minimalis dan juga indah itu.


"Ini rumah siapa?"tanya wanita itu masih dengan mengedarkan pandangannya ke arah lain.


"surprise!"sorak Zidane bersama dengan semua pelayan rumah. membuat Asmirandah yang memang tidak mengerti, semakin menautkan kedua alisnya.


"ini rumah kita sayang. mulai saat ini, kita akan tinggal di sini."ucap Zidane seakan menjawab rasa penasaran dan juga pertanyaan dari wanita itu.


"Bang serius kita akan tinggal di sini?"tanya Asmirandah merasa tidak percaya dengan ucapan laki-laki itu.


"tentu saja sayang. selama kedua orang tuamu belum kembali dari perjalanan bisnisnya, kamu dan aku akan tinggal di sini."Zidane tersenyum simpul.


"lalu bagaimana dengan keluarga besar Abang?"tanya Asmirandah lagi.


"kamu tenang saja mereka tidak akan pernah tahu jika Tidak diberitahu."


Asmirandah segera menganggukkan kepala dan menggandeng tangan suaminya itu untuk berjalan memasuki rumah baru mereka.


"bagaimana apakah kamu suka?"tanya Zidan Seraya merengkuh pinggang wanitanya itu.


"Tentu saja aku suka. apakah rumah ini atas namaku?"tanya Asmirandah menggoda.

__ADS_1


"tentu saja. rumah dan seisinya ini adalah milikmu."jawabnya tersenyum simpul. kemudian mendekatkan bibirnya tepat di telinga wanita itu."dan juga aku."selanjutnya Terdengar sangat sensual.


__ADS_2