Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 250


__ADS_3

"untunglah Mama sudah sadar lebih baik sekarang kita datangi mereka dan meminta maaf lalu mempertanggungjawabkan perbuatan Mama. karena di usia kita yang sudah tidak muda lagi ini, tidak ada yang bisa kita lakukan selain berpasrah dan mengimbangi dengan hal-hal positif supaya nanti setelah kita tiada, orang-orang bisa mengenang kita sebagai sosok yang baik."nasehat Indra pada istrinya.


Celine yang mendengar itu seketika menganggukkan kepala. kemudian melangkahkan kakinya untuk menghampiri sang suami dan memeluknya dengan erat. sungguh, cinta itu saat ini benar-benar sangat bahagia karena mendapatkan pasangan yang bisa menasehatinya dan membawanya ke jalan yang benar seperti ini.


"maafkan Mama karena sempat tersesat akibat rasa sakit yang terlalu dalam ini."ucap wanita paruh baya itu Seraya memeluk tubuh kekar milik suaminya.


Indra menggelengkan kepalanya pelan."semua orang pernah melakukan kesalahan dan juga khilafan. saat ini, yang paling penting adalah rasa penyesalan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita."tangan kekar dari Indra seketika mengusap kepala dari wanita yang telah menemaninya puluhan tahun itu.


Celine yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. "kalau semisal Papa ingin mencari pengganti Mama, Mama akan mempersilahkannya dengan senang hati. karena Mama juga tidak tahu kapan akan bebas jika mereka menuntut memenjarakan Mama atas apa yang Mama lakukan."ucapnya tersenyum lebar.


Indra seketika menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Papa juga akan ikut masuk ke dalam penjara. Karena bagaimanapun juga, kesalahan yang diperbuat oleh Mama itu juga atas kelalaian dari bapak sebagai suami yang tidak bisa menasehati istrinya."


Celine semakin merasa terharu dengan apa yang dikatakan oleh laki-laki itu. dirinya tidak menyangka akan mendapatkan suami yang memiliki cinta tulus seperti Indra ini. tak berselang lama, mereka berdua saling berpelukan satu sama lain untuk menyesali perasaan masing-masing.

__ADS_1


****


Kebahagiaan sepertinya juga telah dialami oleh keluarga dari Zidane. karena Haidar dan juga Ajeng kini sudah benar-benar membuka matanya. tentunya, Itu semua membuat Asmirandah merasa sangat bahagia. wanita cantik itu, bahkan tidak berpaling dari hadapan putranya dia tetap menggenggam tangan mungil milik Haidar dan mengecupnya beberapa kali.


"maafkan Mama sayang andai saja Mama tidak meminta Ayah kamu untuk membawa ke negara itu, mungkin saja kamu masih baik-baik saja sampai saat ini."ucapnya penuh dengan penyesalan.


Sementara Haidar yang memang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh ibunya itu hanya diam Seraya mengulas senyum tipis di bibir mungilnya.


Sementara Zidane yang berada di belakang laki-laki itu, tampak sekali raut wajah yang tidak enak dipandang. dan hal itu, akhirnya disadari oleh Asmirandah.


"emmm Ada yang ingin aku katakan padamu. Apakah kita bisa keluar terlebih dahulu?"tanya laki-laki itu sedikit berbisik.


Asmirandah seketika mengganggukan kepala. walaupun wanita itu memiliki luka yang hampir sama dengan yang dimiliki oleh Haidar dan juga Ajeng, wanita itu tetap ngotot untuk tidak lagi dirawat. Karena dia merasa, tubuhnya sudah tidak apa-apa.

__ADS_1


"ada apa kenapa wajahmu tegang seperti itu?"tanya Asmirandah dengan raut wajah heran.


Hening....


Untuk beberapa saat kemudian, suasana di antara mereka berdua hening. karena Zidane masih rasa denial dengan pikirannya sendiri.


"sudah Bang katakan Saja."Asmirandah yang tahu bahwa mantan suaminya itu tengah bimbang, memutuskan untuk memaksanya berbicara.


Kemudian mengalirlah cerita dari mulut laki-laki berwajah manis itu. ketika itu pula, mulut dari Asmirandah dibekap oleh tangannya sendiri.


"Apakah itu benar?"tanya wanita itu yang masih merasa tidak percaya dengan ucapan dari Zidan.


"hmm, dan Setelah itu, mereka bertiga kabur. namun sayangnya, tengah-tengah perjalanan mobil mereka terjun ke dasar jurang. dan mereka semua habis tak tersisa." sahut Zidane.

__ADS_1


"astaga! pasti tante Ajeng akan merasa sangat kehilangan."ucapnya dengan pelan.


__ADS_2