Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 239


__ADS_3

Setelah mengatakan hal itu, Naomi beserta wanita itu segera pergi dari sana meninggalkan orang-orang yang masih gaduh di dalam rumah itu.


" tenang semuanya pasti ini hanya akal-akalan dan juga rekayasa dari wanita itu. jadi kita harus tetap tenang."ucap wanita tua itu mencoba untuk menenangkan para anggota keluarganya agar tidak gaduh.


"tapi Bu,Bagaimana jika yang dikatakan oleh wanita itu adalah sebuah kebenaran ?"tanya Sahara dengan raut wajah takut dan juga Nyali yang ragu-ragu Karena Wanita itu tahu, bagaimana sosok dari ibu mertuanya itu.


Membuat Oma Keisha yang mendengar itu sejenak terdiam hingga beberapa saat kemudian, minta tua itu memberikan sebuah ultimatum pada orang-orang yang ada di sana.


"baiklah kalau begitu kita akan coba untuk menyelidiki semuanya jika memang apa yang dikatakan oleh wanita itu adalah sebuah kebenaran, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghukum Zidane."ucapnya terdengar tegas dan juga menakutkan.


sementara Jordan yang awalnya terdiam, kini laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu berubah menjadi sedikit tegang.Karena bagaimanapun juga dia juga andil dalam hal itu. Dan saat ini, malah memiliki sesuatu yang menjadi alasan dari kemarahan mereka.


Untuk beberapa saat kemudian, Jordan tampak terdiam cukup lama.hingga kedua bola mata milik laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu membulat dengan sempurna.saat menyadari bahwa istrinya tidak ada sekitaran rumah itu.


Seketika rahang milik laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, seketika mengeras saat menyadari akan sesuatu hal.


"brengsek jangan bilang wanita itu menemu putranya ?awas aja kau Asmirandah aku akan memberikan pelajaran yang setimpal jika hal itu memang benar-benar terjadi!"ucapnya penuh dengan kilatan amarah.


Sementara itu Tiara diam-diam menatap ke arah Jordan dengan sesekali tersenyum kecil.karena memang wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sangat mencintai dan menyukai sosok laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi,laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu segera pergi dari sana meninggalkan orang-orang yang masih bergelut dalam ingatannya masing-masing. sementara Tiara wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu,memutuskan untuk mengikuti langkah dari laki-laki yang sangat ia cintai.


"tunggu Jordan Kau mau ke mana ?!"tanya Tiara dengan nada suara yang sedikit meninggi.


Membuat laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya, itu seketika menoleh ke arah sumber suara. Namun tak lama berselang, pandangan dari laki-laki itu seketika teralih menatap ke depan.


"untuk apa kau ada di sini?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang begitu dingin dan juga menakutkan.


Hal itu tentu saja membuat Tiara yang mendengarnya, seketika tertegun.karena seumur hidupnya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tidak pernah mendapatkan suara seperti itu.


"a..aku ingin ikut denganmu.bukankah kau akan mengunjungi rumah itu untuk memastikan semuanya ?untuk itu aku ingin mengikuti mu."ucap wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dengan nada suara yang begitu gugup.


Sementara Jordan, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu mencoba untuk melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan wanita yang ada di belakangnya itu.


"kenapa kamu bersikap itu?"tanya Tiara dengan nada suara bergetar hebat karena menahan tangis.


Sontak saja perkataan dari Tiara itu membuat Jordan menghentikan langkahnya.kemudian laki-laki itu menatap ke arah wanita yang ada di hadapannya itu dengan tetapan bertanya-tanya.


"memangnya aku bersikap seperti apa ?"tanya Jordan dengan raut wajah kebingungan karena memang laki-laki itu tidak mengetahui tentang perasaannya dipendam oleh Tiara.

__ADS_1


"Aku menyukaimu Jordan Bahkan aku mencintaimu.tapi kenapa kau tidak pernah melihatku sama sekali bahkan sebentar saja pun kau tidak pernah melihatku.aku benar-benar sangat terluka saat melihatmu menikah dengan Asmirandah.Untuk itulah aku melakukan berbagai cara dengan menyakiti agar dia hilang dan lenyap dari pandanganmu.tapi apa kenyataannya, kau malah tetap memilih wanita itu dan kau nikah membawanya pergi dari dahulunya.padahal kau sendiri tahu,bawa Asmirandah itu adalah istri dari kakak sepupumu tapi kenapa kamu malah bersikap seperti ini ?"pada akhirnya, Tiara segera meluapkan amarahnya yang sudah sejak lama ia tahan.


Sementara Jordan, laki-laki itu justru malah menatap sinis ke arah wanita itu dan mengatakan sesuatu hal yang begitu menyakitkan dalam hati Tiara.


"sebaiknya kau buang saja perasaanmu itu. karena sampai kapanpun juga, Aku tidak akan pernah menyukaimu dan mencintaimu.dan lebih baik sebaiknya kau buang saja rasamu itu jauh-jauh karena itu tidak akan pernah berguna untukku."setelah mengatakan hal itu, Jordan segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mobil.


Laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, sama sekali tidak memiliki minat untuk berdebat dengan wanita yang sama sekali tidak ada dalam pikirannya itu.


Sementara Tiara, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu seketika langsung ambruk ke atas tanah saat baru saja mendengar penuturan menyakitkan dari laki-laki itu. dada wanita itu seketika bergemuruh hebat menahan amarah yang luar biasa.


"aaaaarrgghhh! sialan! kenapa semua ini bisa terjadi?!"teriak wanita itu menahan tangis. sepertinya, sama sekali tidak memperdulikan hal-hal sekitar. karena bisa saja akibat teriakannya itu, orang-orang yang masih berada dalam rumah Prakoso akan berhamburan keluar dan Menghakiminya.


****


Sementara itu di lain tempat lebih tepatnya di bangunan yang dihuni oleh Asmirandah dan juga yang lain, tampak di sana ketegangan tengah terjadi.


"bagaimana ini Zidane pasti orang-orang itu sudah berhasil membuka matanya dan saat ini mereka tengah mencurigai kita karena kita tidak ada di tempat itu."tanya Ajeng dengan raut wajah frustasi saat ingin membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka.


"aku juga tidak tahu Mi. kenapa juga kita bisa ketiduran seperti ini?"tanya laki-laki itu yang terlihat sangat frustasi.

__ADS_1


"sebaiknya kita segera pulang saja tante. karena aku tidak ingin, apa yang kita pikirkan itu benar-benar terjadi. karena aku masih tetap berharap mereka masih terbuai dalam alam mimpi dan belum terbangun."putus Asmirandah pada akhirnya.


__ADS_2