Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 163


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian....


Kondisi dari Asmirandah saat ini sudah semakin membaik. bahkan Wanita itu sudah meminta untuk dibawa pulang karena sudah merasa tidak tahan berada di tempat yang memiliki banyak virus seperti rumah sakit ini.


Sementara Jordan sendiri, laki-laki itu masih mencoba untuk menahan keinginan dari wanita kesayangannya. karena dirinya masih merasa, harus ada perawatan lebih lanjut untuk istri kesayangannya itu.


Namun sayangnya, Asmirandah sudah merasa tidak sabar ingin segera pulang dari rumah sakit itu. sehingga dengan terpaksa, Jordan menuruti keinginan dari wanita itu.


"oke, kalau begitu kita pulang sekarang."sahut Jordan dengan senyuman yang begitu merekah. karena laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu merasa begitu bahagia.


Bagaimana tidak? hari ini Putri mereka juga sudah diperbolehkan pulang karena memang kondisinya sudah lebih stabil dari hari-hari sebelumnya.


"kita mau langsung pulang atau mampir dulu untuk membeli sesuatu?"tanya Jordan menoleh ke arah istrinya yang saat ini tengah menggendong Putri mereka.


Asmirandah yang mendengar pertanyaan dari Jordan itu, sejenak terdiam. hingga tak lama berselang, wanita itu menganggukkan kepala.


"aku mau cemilan yang banyak serat untuk menunjang air kehidupanku ini."sahut wanita itu dengan nada antusias.


Mendengarkan hal itu, kedua sudut bibir dari Jordan seketika terangkat membentuk sebuah senyuman. mereka berdua dengan segera menuju ke tempat yang diinginkan oleh Asmirandah.


Walaupun jarak yang mereka tempuh cukup jauh, tapi Jordan tidak pernah mempermasalahkan hal itu. karena laki-laki itu memang dengan sengaja menyembunyikan keberadaan Asmirandah dari khalayak umum agar tidak mengganggu rencananya untuk memiliki wanita itu seutuhnya.


Karena Jordan takut, semakin banyak orang mengetahui tentang Asmirandah, semakin terancam pula hubungan mereka.


Di sepanjang perjalanan itu, mereka berdua sangat menikmati kebersamaan yang telah diciptakan oleh Jordan. dan tanpa sadar, Asmirandah pun juga ikut menikmati interaksi antara mereka berdua. yang sesekali, mereka akan bercanda bersama dengan Putri kecil yang baru beberapa hari lahir ke dunia itu.

__ADS_1


"aku sungguh sangat mencintaimu!"ucap laki-laki berjambang tipis itu dengan penuh perasaan.


Membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika menoleh dan menghentikan aktivitas bermain dengan bayi kecil yang ada di dalam dekapannya itu.


Seketika, Asmirandah tersadar bahwa hubungan mereka ini diawali dengan kesalahan. dan hal itu sukses membuat senyum bahagia wanita itu seketika sirna. dan Jordan yang menyadari akan hal itu, juga ikut menyurutkan senyumannya.


"kenapa ekspresimu berubah seperti itu?"tanya laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu dengan rahang mengetat.


"hubungan kita ini dari awal sudah salah. Jadi, aku mohon lepaskan aku."ucap wanita itu dengan tubuh gemetaran dan juga bibir yang digigit karena saking takutnya dengan reaksi yang akan ditunjukkan oleh laki-laki yang ada di sampingnya itu.


Jordan yang mendengar itu, seketika menatap Asmirandah dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Namun demikian, Asmirandah merasa tatapan laki-laki itu benar-benar mengerikan.


"sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. karena kau, selamanya akan menjadi milikku!"ucap laki-laki itu Seraya membuang muka ke arah lain.


Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu hanya menundukkan kepala karena tidak berani untuk membantah laki-laki yang ada di sampingnya itu. kediaman itu terus saja terjadi. hingga tanpa sadar, mobil yang mereka tumpangi telah sampai di depan sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota itu.


"bukankah aku sudah bilang, Jika aku ingin membeli cemilan dan juga berbagai perlengkapan untuk menunjang air kehidupan milikku ini?"tanya wanita itu dengan raut wajah tidak mengerti.


"tunggu di sini saja!" titah Jordan tak terbantahkan. membuat Asmirandah yang mendengar itu, semakin terdiam. Namun demikian wanita yang baru saja melahirkan itu, tetap menurut apa yang dikatakan oleh Jordan.


bruumm


Kepala dari Asmirandah ketika menoleh ke belakang. saat wanita itu mendengar suara dari mesin mobil yang begitu nyaring. tak lama berselang, beberapa pelayan dan juga pengawal datang menghampiri mobil mereka.


"belikan daftar ini segera!"ujar laki-laki itu Soraya menyerahkan sebuah kertas putih kepada salah seorang pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana, seketika menganggukkan kepala. dan dengan cepat bergegas untuk membeli apa yang diperlukan dan diperintahkan oleh majikan mereka itu.


Sementara Asmirandah yang masih berada di dalam mobil, tampak masih terdiam. Karena Wanita itu masih mencerna apa yang baru saja ia alami itu. dirinya benar-benar dijadikan seorang ratu oleh Jordan. membuat hatinya nyeri luar biasa.


Karena laki-laki yang saat ini tengah memperlakukannya dengan begitu spesial, bukanlah laki-laki yang sangat ia cintai. melainkan laki-laki yang sangat ia benci karena telah berhasil merebut dan menghancurkan kebahagiaannya. dan yang lebih parahnya lagi, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolak ataupun menentang perbuatan dari Jordan.


Tak lama setelah wanita itu membuyarkan lamunannya, para pelayan dan juga pengawal itu datang dengan membawa berbagai macam barang. Hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, sejenak tertegun. tak lama berselang wanita itu menyipitkan matanya untuk memperjelas apa yang baru saja ia lihat.


"kenapa kau membelikan barang sebanyak ini?"tanya Asmirandah menatap ke arah Jordan dengan raut wajah penasaran.


"karena kelahiran Putri kita terlalu mendadak. sehingga aku, belum sempat mempersiapkan kamar untuknya. dan baru hari ini, aku memiliki waktu itu."sahut Jordan Seraya menatap ke arah putrinya yang masih terlelap dalam gendongan Asmirandah.


Tak sadar, kedua sudut bibir dari wanita itu kembali terangkat membentuk sebuah senyuman bahagia.


"biarkanlah Mama yang menanggung penderitaan ini. asalkan kalian, mampu untuk berbahagia."ucap wanita itu dalam hati Seraya mengusap wajah mungil milih putrinya.


****


sementara itu di tempat lain, kondisi dari Tiara juga sudah membaik. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, juga sudah diperbolehkan pulang boleh pihak rumah sakit. namun untuk putranya, masih harus menjalani perawatan untuk beberapa bulan ke depan. karena bayi itu terlahir, dengan kondisi kandungan yang begitu muda. sehingga membutuhkan banyak sekali pemeriksaan lanjutan agar tidak terjadi sesuatu pada bayi itu nantinya.


"kenapa kamu melamun? apakah kamu memikirkan putramu?"tanya Oma Keisha yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat milik cucu menantunya itu.


Membuat Tiara yang mendengar itu, seketika menoleh. dan tak lama berselang, wanita itu menggelengkan kepalanya.


"aku tidak memikirkan putraku Oma."jawabnya dengan tersenyum simpul.

__ADS_1


Wanita tua itu seketika mengangkat sebelah alisnya. karena jawaban dari Tiara itu, dirasa kurang tepat. mana ada seorang ibu yang tidak sedih saat menyadari anak yang baru saja dilahirkan tidak ikut pulang bersamanya? ini pasti ada yang salah. batin Oma Keisha mencoba untuk berprasangka baik.


__ADS_2