Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 49


__ADS_3

langkah dari Asmirandah ketika terhenti saat wanita itu, tak sengaja melihat sahabatnya tengah sesekali tersenyum dan berbicara kepada seseorang. sayangnya, pandangan Asmirandah terhalang oleh posisi duduk orang itu. sehingga wanita itu, tidak mengetahui lawan bicara dari sahabatnya saat ini.


"siapa orang yang ada di sana bersama dengan Tiara?"Asmirandah terjingkat. saat wanita itu, tidak sengaja mendengar suara seseorang yang berada tepat di belakangnya.


Dengan secepat kilat, wanita cantik itu membalikkan tubuhnya. dan mendapati, Zidane berada tepat di belakang wanita itu.


"Abang ngapain ada di sini?"tanya Asmirandah dengan nada suara sedikit ketus. berharap bahwa laki-laki itu, akan langsung menjauhinya.


Karena selama ini, Asmirandah bukanlah tipe wanita yang berbicara ketus ataupun kasar terhadap orang lain. wanita itu benar-benar definisi cantik luar dalam. namun sayangnya, dugaan Asmirandah itu sepertinya meleset.


Karena pada kenyataannya, sikap yang ditunjukkan oleh Asmirandah itu bukannya membuat Zidane mundur, laki-laki itu justru malah maju dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan hati wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"tidak usah menjadi orang lain untuk membuat seseorang menjauhimu. karena itu, tidak akan pernah terjadi dan tidak akan pernah mempan padaku. karena sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menjauhimu!"ucap Zidan penuh dengan senyuman.


Membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika melongo tak percaya. wanita itu bahkan harus mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mencerna apa yang baru saja terjadi.


"tidak mungkin."gumam wanita itu pelan. Namun siapa sangka gumaman dari Asmirandah itu, masih didengar oleh Zidane.


"Tidak ada yang tidak mungkin. karena aku, benar-benar mencintaimu."setelah mengatakan hal itu, Zidane mengusap kepala dari wanita itu dengan penuh kasih sayang.


Tentu saja hal itu membuat Asmirandah semakin merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki itu. wanita cantik itu masih terdiam di tempatnya guna mencerna apa yang dikatakan oleh laki-laki itu.


"aku tidak akan pernah menerima perasaan cintamu itu."ucap Asmirandah lantang saat melihat Zidane hendak pergi menjauh darinya.


"dan aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati dan juga cintamu."ucap Zidane tak kalah tegas. apapun akan dilakukan oleh laki-laki itu termasuk menentang kedua orang tuanya nantinya. jika mereka berdua, tidak merestui hubungannya dengan Asmirandah.

__ADS_1


Begitulah Zidane laki-laki itu akan memperjuangkan rasa cintanya yang semakin lama semakin mengembang dengan sempurna itu. laki-laki itu tidak akan pernah membiarkan cintanya kandas untuk yang kedua kali.


Setelah mengatakan hal itu, Zidane segera pergi meninggalkan tempat itu. karena memang tujuan laki-laki berkulit hitam manis itu hanya untuk menemui Asmirandah dan mengatakan hal itu pada wanita itu. bahkan Zidane sampai rela untuk membuntuti wanita itu kemanapun melangkah pergi.


Sementara Asmirandah, wanita itu hanya dapat terdiam dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah sekian lama terdiam, wanita cantik itu memutuskan untuk mengedikkan bahunya tak peduli. memutuskan untuk kembali kepada sahabatnya. karena Asmirandah berpikir, bahwa Tiara saat ini tengah bingung karena dirinya menghilang begitu saja.


"Tiara, kamu sama siapa?"tanya Asmirandah yang memang tidak melihat wajah lawan bicara dari sahabatnya itu.


Tentu saja hal itu membuat Tiara dan juga Jordan yang mendengar ucapan dari wanita itu, seketika menghentikan aktivitas mereka dan langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Jordan, sejak kapan ada di sini?"tanya wanita itu menatap ke arah sahabatnya dan juga laki-laki itu dengan tatapan bingung.


"euuumm. aku kebetulan lewat."ucap Jordan mencoba untuk mengelabuhi wanita yang ada di hadapannya saat ini.


Jordan seketika bangkit dari tempat duduknya. laki-laki itu memutuskan untuk pamit. karena memang, urusannya di sini telah selesai.


"kalau begitu, aku permisi dulu ya."pamit Jordan pada kedua wanita cantik itu. membuat mereka berdua, seketika menganggukkan kepala.


"Kakak mau pulang sekarang?"tanya Tiara mencoba untuk menahan laki-laki itu agar lebih lama bersama dengan dirinya.


Sementara Asmirandah, wanita cantik yang memiliki sifat lemah lembut itu, hanya menatap sahabatnya dengan tatapan kebingungan. tak lama berselang, wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya secara lirih.


"semoga laki-laki itu memang benar-benar memiliki perasaan padamu. karena jika tidak, aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi pada hatimu."Asmirandah membatin Seraya menatap ke arah sahabatnya itu dengan tatapan lekat.


Sementara Jordan, laki-laki itu menatap ke arah Tiara dengan senyuman seadanya saja. tak lama berselang, laki-laki itu juga menatap ke arah Asmirandah dengan senyuman yang sama.

__ADS_1


"tidak aku memiliki pekerjaan saat ini. Kapan-kapan, kita akan bertemu lagi."ucap laki-laki itu berlalu pergi dari sana.


Tentu saja hal itu membuat senyuman yang ditunjukkan oleh Tiara, seketika itu pula luntur karena mendengar penolakan dari laki-laki yang telah sempurna masuk ke dalam relung hatinya itu.


"oke kapan-kapan, kita ketemu lagi."Tiara menyunggingkan senyuman. Jordan hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Kedua mata Tiara, tak henti-hentinya menatap ke arah laki-laki itu dengan sesekali tersenyum tipis. wanita itu masih tak menyangka jika akan merasakan jatuh cinta secepat ini.


Luka di masa lalu, sempat membuat wanita itu merasa sangat frustasi dan berjanji tidak akan pernah membuka hatinya terhadap laki-laki lain. karena menurutnya, semua laki-laki itu sama. kecuali ayahnya sendiri. Namun ternyata, hati manusia tidak ada yang tahu. karena wanita itu, malah jatuh cinta dalam waktu sedekat Itu.


"sudah senyum-senyumnya? ayo kita pergi!"ucap Asmirandah Seraya menarik tangan dari sahabatnya itu agar segera meninggalkan restoran itu.


Karena memang, hari sudah semakin malam. Miranda takut, membuat kedua orang tuanya khawatir.


***


"Bunda, Papa, Asmirandah pulang!"surat wanita cantik itu Seraya melemparkan tas ke sembarang arah. memang jika di dalam rumah, Asmirandah akan berlaku seperti anak kecil. berbeda dengan wanita itu jika berada di luar rumah akan terlihat sangat anggun dan juga dewasa.


"kamu dari mana saja baru pulang sampai sore seperti ini?"tanya seseorang dari dalam sana yang tak lain adalah Naomi.


Tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengar itu, sedikit merasa takut dengan kehadiran wanita yang berstatus sebagai kakak kandungnya itu.


"kenapa malah diam aja?"tanya Naomi kembali Seraya menatap ke arah adiknya itu dengan tatapan penuh selidik.


"kamu habis bertemu dengan Zidane?"tanya Naomi lagi.

__ADS_1


__ADS_2