Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 125


__ADS_3

("kenapa kau melakukan ini, Tiara? apa sebenarnya salahku? kenapa kau hukum aku seperti itu? kau benar-benar kejam! aku tidak menyangka, bahwa orang yang aku anggap sebagai saudara dan juga sandaran untuk hidupku, malah tega berbuat seperti ini. aku menyesal membuatmu memiliki tahta tertinggi di dalam hatiku!")


Tiara seketika tersenyum simpul. saat wanita itu, baru saja selesai membaca rentetan pesan yang dikirimkan oleh Asmirandah. perutnya terasa sangat amat geli saat membaca pesan itu.


"kenapa kau jadi playing victim seperti ini, Asmirandah? bukankah kau sendiri yang menghancurkan semuanya? andai saja kau tidak menikah dengan laki-laki yang aku cintai, mungkin semuanya tidak akan seperti ini. dasar sialan kau!" makinya di akhir kalimat.


Tak lama berselang, terdengar suara benda-benda yang jatuh berhamburan. hingga membuat beberapa orang yang ada di rumah itu, seketika berlari menghampiri wanita itu. tak terkecuali, kedua orang tua Tiara.


Karena saat ini kedua manusia paruh baya itu, tengah berkunjung ke kediaman keluarga Prakoso. Tika dan juga Bagas seketika saling pandang satu sama lain saat melihat keadaan yang ada di dalam kamar putrinya itu.


"kenapa bisa seperti ini, sayang?"tanya Tika dengan raut wajah syoknya.


"iya bukannya kamu tidak pernah mengamuk seperti ini? apa yang sebenarnya terjadi? sehingga, Putri cantiknya Papa ini bisa melakukan hal ini?"tanya Bagas tak kalah terkejutnya dengan sang istri.


Sementara Zidane dan juga Ajeng yang juga ikut bersama dengan keluarga Delano, seketika menatap datar ke arah wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu.


'inilah kelakuan dari putri tercinta kalian. jika kalian menganggap bahwa Putri kalian itu seperti bidadari yang sangat lembut dan juga lemah, kalian berdua salah besar! karena pada kenyataannya, Putri kalian ini sudah benar-benar seperti seorang Monster sekarang!' ucap Ajeng Seraya menatap tajam ke arah Tiara yang juga dibalas oleh si pemilik.


Namun sayangnya, wanita paruh baya itu tidak berani untuk berkata secara langsung kepada keluarga Delano. melainkan, hanya dapat membatin.


"aku tidak apa-apa Ma, Pa. aku hanya sedikit merasa pusing akibat pekerjaan dan juga ada masalah di sana. maafkan aku karena tidak bisa mengendalikan amarahku sekarang."ucapnya tersenyum teduh dan menggandeng tangan kedua orang tuanya untuk menuju ke tempat lain.

__ADS_1


Sementara Ajeng dan juga Zidane, seketika melipat kedua tangan mereka di depan dada dengan sorot mata yang begitu merendahkan. bagaimana bisa, seorang Tiara yang dianggap adalah wanita polos, dapat melakukan dua peran sekaligus? mereka berdua saja, hampir tidak mengenali jika itu adalah Tiara. putri dari keluarga Delano.


"istrimu itu benar-benar adalah wanita berbahaya sekarang!"ucap Ajeng Seraya berlalu pergi dari sana.


Sementara Zidane sendiri, laki-laki berwajah manis itu hanya dapat membuang nafasnya kasar."kalau bukan karena dua manusia tua bangka itu, aku tidak akan pernah menjadikannya seorang Istri. Lagi pula, kenapa Asmirandah bisa memiliki sahabat seperti itu? menyusahkan saja!"gerutunya Seraya sedikit mengumpat karena terlampau kesal.


Tiba-tiba saja laki-laki itu terdiam seorang diri. karena tiba-tiba saja, laki-laki itu sangat merindukan Asmirandah wanita yang sangat dia cintai.


"kenapa aku tiba-tiba merindukanmu seperti ini? aku benar-benar sangat mencintaimu sayang,"liriknya di akhir kalimat dengan setetes air mata yang membasahi pipinya.


Mungkin saat ini, status dari Mereka berdua adalah sebagai seorang mantan. karena baik Zidane ataupun Asmirandah, sama-sama sudah menandatangani surat itu. walaupun, dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dada.


Karena mereka semua, saat ini tengah disibukkan oleh sebuah acara yang akan berlangsung dua hari ke depan. yaitu, adalah prosesi resepsi yang akan dilakukan oleh keluarga Prakoso sebagai bentuk pengabsahan, bahwa anggota keturunan keluarga mereka, telah memiliki pendamping yang sangat sepadan.


Hal itu, memang biasa dilakukan oleh keluarga Prakoso. mereka akan melakukan prosesi pernikahan dengan acara sakral terlebih dahulu untuk beberapa hari. lalu setelah itu, mereka akan menyusun sebuah resepsi pernikahan yang sangat mewah dan juga meriah untuk memperkenalkan anggota keluarga mereka. dan sekarang adalah giliran Zidane dan juga Tiara sebagai sepasang pengantin baru.


"aku tidak peduli dengan semua ini! yang aku pedulikan sekarang adalah, aku dapat berkumpul dengan putraku."gumam laki-laki berwajah manis itu sebelum melangkahkan kakinya lebih jauh dan meninggalkan rumah mewah itu.


****


"aku mohon Jordan tolong jangan lakukan ini."ratap wanita itu dengan menatap sendu ke arah laki-laki yang telah resmi menjadi suaminya.

__ADS_1


"sudahlah Asmirandah! kau jangan seperti ini. cepat atau lambat, kau sudah menjadi belahan jiwaku!"ucapnya Seraya menarik tengkuk wanita itu dan menyatukan dua benda kenyal milik masing-masing.


Dan pada akhirnya, Asmirandah pun menuruti keinginan dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu. Karena untuk menolak pun, semua akan terasa sia-sia.


Di tengah kegiatan mereka itu, terdengar suara ponsel yang berdering. dan dengan terpaksa, laki-laki itu melepaskannya untuk mengangkat sebuah panggilan itu.


"shiitt. mau apa dia?!"tanya laki-laki itu mengeram tertahan.


Dengan segera, laki-laki itu mengangkatnya. namun tak lama berselang, terlintas sebuah ide yang sangat berlian dari dalam otaknya.


"halo Tiara, ada apa?"tanya Jordan Seraya melirik ke arah Asmirandah yang nampak sekali raut wajah terkejutnya.


("halo Jordan, apakah kau bisa datang ke kediaman Prakoso? karena aku dan juga Zidane, akan mengadakan resepsi pernikahan besar-besaran untuk menyambut ku menjadi bagian dari keluarga itu.")


Terdengar suara Tiara dari seberang sana. yang sukses membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya.


Tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera merebut ponsel yang ada di tangan Jordan."hai wanita gila, kenapa kau bisa menjadi musuh dalam selimut seperti ini? apa sebenarnya salah dan dosaku? aku rasa aku tidak pernah melakukan suatu kegiatan yang merugikanmu? kenapa Kau jahat sekali seperti ini?!"sembur Asmirandah dengan nada suara berapi-api.


dan tak lama berselang, terdengar seseorang yang terkekeh pelan dari seberang sana."kelakuanmu juga membuat aku sakit Asmirandah. jadi jangan pernah berperan sebagai wanita yang paling tersakiti di dunia ini. karena mulai sekarang, aku bukanlah sahabatmu lagi!"ucapnya dengan suara meninggi di akhir kalimatnya.


Tentunya Hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, terlonjak kaget. karena selama mereka bersahabat, Asmirandah belum pernah mendengar suara tinggi dari sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2